Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Kenapa Formasi Sepak Bola Ditulis 1-4-3-3? Ini Penjelasan Taktik Sepak Bola Modern yang Bikin Peran Kiper Tak Bisa Diabaikan

Axsha Zazhika • Sabtu, 7 Maret 2026 | 12:15 WIB

Kenapa Formasi Sepak Bola Ditulis 1-4-3-3? Ini Penjelasan Taktik Sepak Bola Modern yang Bikin Peran Kiper Tak Bisa Diabaikan
Kenapa Formasi Sepak Bola Ditulis 1-4-3-3? Ini Penjelasan Taktik Sepak Bola Modern yang Bikin Peran Kiper Tak Bisa Diabaikan

BLITAR - Perdebatan soal penulisan formasi sepak bola 1-4-3-3 kembali menjadi perbincangan di kalangan pecinta sepak bola Indonesia. Sebagian penggemar menganggap penyebutan angka “1” di depan formasi tidak perlu, sehingga cukup ditulis 4-3-3 atau 4-2-3-1 saja. Namun dalam perkembangan taktik sepak bola modern, peran penjaga gawang kini dinilai semakin krusial sehingga penyebutan tersebut justru dianggap penting.

Hal itu dijelaskan oleh analis sepak bola Tommy Desky dalam sebuah video analisis yang membahas alasan mengapa ia kerap menyebut formasi seperti 1-4-3-3 atau 1-4-2-3-1 saat membedah strategi pertandingan.

Menurutnya, kebiasaan menyebut angka “1” di depan formasi bukan tanpa alasan. Hal tersebut justru berasal dari materi yang diajarkan dalam kursus lisensi kepelatihan sepak bola. Dalam pembelajaran tersebut, para pelatih diminta untuk menyebutkan seluruh posisi pemain di lapangan, termasuk penjaga gawang.

“Dalam kursus lisensi kepelatihan, instruktur menyampaikan bahwa ketika menyebut formasi sebaiknya juga memasukkan posisi penjaga gawang,” ujarnya.

Peran Kiper Berubah di Sepak Bola Modern

Dalam taktik sepak bola modern, peran kiper tidak lagi sebatas menjaga gawang dan melakukan penyelamatan. Penjaga gawang kini dituntut aktif dalam membangun serangan dari lini belakang.

Seorang kiper modern harus memiliki kemampuan bermain dengan kaki yang baik. Mereka harus mampu mengalirkan bola melalui umpan pendek ke bek atau gelandang, bukan hanya sekadar mengirim bola jauh ke depan.

Jika penjaga gawang terlalu sering melakukan umpan panjang langsung ke depan, peluang kehilangan bola justru semakin besar. Pasalnya, situasi tersebut sering berujung duel udara yang bersifat 50:50.

Artinya, bola bisa saja dimenangkan oleh tim sendiri, tetapi juga berpotensi direbut oleh lawan.

Karena itulah, dalam konsep formasi sepak bola 1-4-3-3, keberadaan kiper dianggap sebagai bagian dari struktur permainan tim secara keseluruhan.

Kiper Bahkan Bisa Memberi Assist

Perkembangan taktik sepak bola juga memperlihatkan bahwa penjaga gawang kini bisa berkontribusi langsung terhadap gol timnya.

Dalam beberapa pertandingan modern, kiper bahkan mampu memberikan assist kepada penyerang melalui umpan panjang yang akurat.

Situasi tersebut biasanya terjadi ketika tim lawan melakukan pressing tinggi. Dengan satu umpan terukur dari kiper, pressing lawan bisa langsung terlewati dan menciptakan peluang mencetak gol.

Karena peran yang semakin kompleks ini, banyak pelatih elite dunia kini mempertimbangkan kemampuan distribusi bola ketika merekrut penjaga gawang.

Penilaian terhadap kiper tidak lagi hanya berdasarkan kemampuan melakukan penyelamatan atau refleks, tetapi juga kualitas permainan menggunakan kaki.

Kritik dari Fans Sepak Bola

Meski demikian, penyebutan formasi sepak bola 1-4-3-3 masih menuai kritik dari sebagian penggemar.

Tommy mengaku kerap menerima komentar di media sosial yang mempertanyakan penulisan formasi tersebut. Bahkan tidak sedikit yang menyebut analisisnya keliru karena memasukkan posisi kiper dalam susunan angka formasi.

Namun ia mengaku tidak mempermasalahkan kritik tersebut. Menurutnya, banyak penggemar yang mungkin belum mengetahui alasan di balik penggunaan format tersebut dalam analisis taktik.

“Sebagian mungkin belum pernah mengikuti kursus kepelatihan, jadi belum tahu kenapa kiper ikut dimasukkan dalam formasi,” jelasnya.

Setelah ia memberikan penjelasan melalui kolom komentar, beberapa penonton bahkan mengaku baru memahami alasan di balik penggunaan formasi tersebut.

Edukasi Taktik Sepak Bola

Tommy juga menegaskan bahwa tujuan utama dari konten analisis taktik yang ia buat adalah memberikan edukasi kepada pecinta sepak bola.

Ia berharap pembahasan taktik yang disampaikan bisa menjadi referensi bagi pemain, pelatih, maupun akademi sepak bola.

Salah satu contohnya adalah ketika ia membahas strategi Barcelona saat menghadapi Atletico Madrid di final Copa del Rey. Dalam analisis tersebut, ia menyoroti peran gelandang Pedri yang dimainkan layaknya libero oleh pelatih Hansi Flick.

Video analisis tersebut bahkan mendapat respons dari beberapa pelatih dan pelaku sepak bola yang tertarik dengan pendekatan taktik tersebut.

Menurutnya, analisis seperti itu bisa menjadi bahan pembelajaran untuk prinsip permainan sepak bola modern.

Pada akhirnya, penggunaan istilah formasi sepak bola 1-4-3-3 bukan sekadar soal penulisan angka. Penyebutan tersebut mencerminkan perkembangan taktik sepak bola modern yang menempatkan penjaga gawang sebagai bagian aktif dari sistem permainan tim.

Dengan peran kiper yang semakin kompleks, penyertaan angka “1” dalam formasi dianggap sebagai bentuk penghormatan terhadap posisi yang kini memiliki pengaruh besar dalam strategi permainan.

 

Editor : Anggi Septian A.P.
#Peran Kiper Modern #Taktik Sepak Bola Modern #Formasi Sepak Bola #Strategi Sepak Bola #Analisis Taktik Sepak Bola