Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Analisis Persib vs Persita: Mid Press Persita Bikin Persib Kesulitan, Gol Set Piece Andreyung Jadi Penentu Kemenangan 1-0

Axsha Zazhika • Sabtu, 7 Maret 2026 | 12:35 WIB

Analisis Persib vs Persita: Mid Press Persita Bikin Persib Kesulitan, Gol Set Piece Andreyung Jadi Penentu Kemenangan 1-0
Analisis Persib vs Persita: Mid Press Persita Bikin Persib Kesulitan, Gol Set Piece Andreyung Jadi Penentu Kemenangan 1-0

BLITAR - Laga Persib vs Persita dalam lanjutan Super League menghadirkan pertandingan yang tidak mudah bagi Maung Bandung. Meski akhirnya menang tipis 1-0, Persib harus bekerja keras menembus pertahanan rapat yang dibangun Persita Tangerang.

Dalam pertandingan Persib vs Persita tersebut, tim asuhan Bojan Hodak berkali-kali kesulitan mengembangkan permainan dari lini tengah. Struktur pertahanan tanpa bola yang diterapkan Persita membuat Persib terpaksa lebih sering memainkan bola melalui sisi sayap.

Meski tampil tidak terlalu dominan dalam open play, Persib vs Persita tetap berakhir dengan kemenangan tuan rumah berkat satu gol dari situasi bola mati yang dimanfaatkan secara efektif.

Persita Terapkan Mid Press Ketat

UStrategi utama Persita dalam pertandingan ini adalah menerapkan skema mid press yang disiplin. Pola tersebut bertujuan menghentikan progresi bola Persib di area tengah lapangan.

Setiap kali pemain Persib mencoba membangun serangan melalui jalur sentral, dua hingga tiga pemain Persita langsung melakukan tekanan cepat. Pemain yang menerima bola bahkan sering tidak memiliki waktu untuk memutar badan menghadap gawang lawan.

Akibatnya, Persib terpaksa memutar permainan ke arah samping atau bahkan melakukan umpan kembali ke lini belakang.

Situasi tersebut membuat build up Persib tidak berjalan lancar sepanjang pertandingan.

Persib Coba Skema Salida La Volpiana

Menghadapi tekanan tersebut, Persib mencoba mengatasi masalah build up dengan menerapkan skema Salida La Volpiana.

Dalam pola ini, salah satu gelandang bertahan turun ke antara dua bek tengah sehingga membentuk tiga pemain di lini belakang. Tujuannya adalah menciptakan keunggulan jumlah pemain saat menghadapi dua penyerang lawan.

Strategi tersebut sebenarnya cukup populer dalam sepak bola modern dan sering digunakan oleh pelatih seperti Pep Guardiola.

Namun dalam pertandingan Persib vs Persita, skema tersebut tidak sepenuhnya efektif.

Hal ini karena Persita memiliki empat gelandang yang disiplin dalam menjaga jarak antar lini. Struktur pertahanan mereka sangat kompak sehingga akses umpan ke gelandang Persib tetap sulit dilakukan.

Akibatnya, Persib tetap kesulitan mengembangkan serangan dari tengah.

Gol Persib Berasal dari Bola Mati

Meski mengalami kesulitan dalam permainan terbuka, Persib akhirnya berhasil mencetak gol melalui situasi bola mati.

Gol tersebut berawal dari skema set piece yang dimanfaatkan dengan baik oleh Andreyung. Dalam situasi tersebut, pemain Persita gagal melakukan penjagaan secara maksimal.

Andreyung berhasil lepas dari kawalan dan menyambut bola dengan penyelesaian yang efektif untuk menjebol gawang lawan.

Gol tersebut menjadi satu-satunya gol dalam pertandingan Persib vs Persita dan memastikan tiga poin bagi tim tuan rumah.

Performa Putros Jadi Sorotan

Salah satu pemain Persib yang tampil cukup menonjol dalam pertandingan ini adalah Prans Putros.

Pemain ini menunjukkan fleksibilitas peran yang cukup baik di lini tengah. Selain mampu membantu pertahanan, Putros juga beberapa kali mematahkan serangan lawan melalui intersep maupun tekel.

Baca Juga: Kisah Bobotoh Jakarta Gelar Nobar Persib dan Persija Bareng Jakmania, Kontennya Viral dan Bikin Suporter Rival Jadi Damai

Menariknya, Putros juga dikenal sebagai pemain yang bisa bermain di beberapa posisi, termasuk bek sayap maupun gelandang bertahan.

Kemampuannya tersebut membuatnya menjadi salah satu pemain penting dalam skema permainan Persib.

Kreativitas Serangan Persib Masih Jadi PR

Meski berhasil menang, pertandingan ini juga menunjukkan bahwa kreativitas serangan Persib masih menjadi pekerjaan rumah.

Dalam beberapa situasi open play, Persib terlihat kesulitan menciptakan peluang berbahaya. Bahkan ketika bola diarahkan ke sayap, umpan silang yang dilepaskan sering tidak mampu menghasilkan peluang gol.

Hal ini membuat Persib cukup bergantung pada situasi bola mati untuk mencetak gol dalam pertandingan ini.

Jika menghadapi tim dengan kualitas lebih tinggi, terutama di level kompetisi Asia, keterbatasan kreativitas ini berpotensi menjadi masalah.

Kontroversi Gol Persita

Selain soal taktik permainan, laga Persib vs Persita juga diwarnai kontroversi terkait keputusan wasit.

Pada satu momen, Persita sebenarnya sempat mencetak gol. Namun gol tersebut tidak disahkan setelah terjadi kebingungan antara wasit utama dan ofisial pertandingan terkait pergantian pemain.

Situasi ini sempat memicu protes dari para pemain Persita di lapangan.

Meski demikian, para pemain Persita tetap melanjutkan pertandingan dengan profesional hingga peluit akhir dibunyikan.

Baca Juga: Jadwal Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Debut Pelatih John Hertman, Formasi 3-4-3 Disiapkan Hadapi St Kitts and Nevis di GBK

Pertandingan Sulit bagi Persib

Secara keseluruhan, laga Persib vs Persita menjadi pertandingan yang cukup sulit bagi Maung Bandung.

Persita menunjukkan organisasi pertahanan yang solid dan mampu membatasi kreativitas serangan Persib.

Namun efektivitas Persib dalam memanfaatkan peluang akhirnya menjadi pembeda dalam pertandingan ini.

Kemenangan 1-0 tersebut sekaligus menunjukkan karakter tim asuhan Bojan Hodak yang mampu meraih hasil maksimal meski tidak selalu tampil dominan sepanjang pertandingan.

 

Editor : Anggi Septian A.P.
#bojan hodak persib #Persib vs Persita #Analisis Taktik Persib #persita #Super League Indonesia