Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Bernardo Tavares Datang ke Surabaya, Bonek Makin Optimis! Ikhchas Baihaqi Bersinar dan Diego Mauricio Dijuluki ‘Drogba-nya Persebaya’

Axsha Zazhika • Sabtu, 7 Maret 2026 | 12:45 WIB

Bernardo Tavares Datang ke Surabaya, Bonek Makin Optimis! Ikhchas Baihaqi Bersinar dan Diego Mauricio Dijuluki ‘Drogba-nya Persebaya’
Bernardo Tavares Datang ke Surabaya, Bonek Makin Optimis! Ikhchas Baihaqi Bersinar dan Diego Mauricio Dijuluki ‘Drogba-nya Persebaya’

BLITAR - Kedatangan Bernardo Tavares ke Persebaya Surabaya akhirnya dipastikan. Kabar ini langsung memunculkan optimisme besar di kalangan Bonek dan Bonita yang menanti perubahan positif bagi tim kebanggaan mereka.

Manajemen memastikan Bernardo Tavares akan tiba di Surabaya bersama satu orang asisten kepercayaannya. Kedatangan pelatih asal Portugal tersebut menandai dimulainya fase baru bagi Persebaya yang sebelumnya sempat mengalami masa transisi panjang.

Bagi suporter, kehadiran Bernardo Tavares di Persebaya Surabaya bukan sekadar pergantian pelatih. Sosok yang pernah membawa PSM Makassar menjadi juara Liga 1 itu dianggap sebagai figur yang mampu membangun kembali identitas permainan Green Force.

Adaptasi Bertahap, Tidak Ada Perombakan Besar

Manajemen Persebaya memilih pendekatan yang hati-hati dalam proses transisi kepelatihan. Meski membawa asisten sendiri, Bernardo Tavares tidak langsung melakukan perombakan besar terhadap struktur staf yang sudah ada.

Seluruh staf lokal tetap dilibatkan agar stabilitas tim tetap terjaga. Apalagi Persebaya masih menghadapi jadwal kompetisi yang cukup padat.

Langkah ini dianggap sebagai strategi realistis. Alih-alih langsung mengejar hasil instan, Tavares memilih memulai dengan membangun komunikasi internal bersama pemain dan staf.

Proses tersebut dinilai penting agar ia bisa memahami karakter setiap pemain sebelum merancang strategi jangka panjang.

Setelah fase adaptasi selesai, Tavares akan mulai menyusun kerangka kerja untuk musim depan. Evaluasi skuad, pola permainan, hingga kebutuhan pemain baru menjadi fokus dalam rencana awalnya.

Pendekatan tersebut diharapkan mampu mengatasi masalah inkonsistensi performa yang sempat dialami Persebaya dalam beberapa pertandingan terakhir.

Dalam pernyataannya, Bernardo Tavares juga mengungkapkan rasa terima kasih kepada manajemen Persebaya yang telah menunjukkan sikap profesional selama proses negosiasi.

“Surabaya, aku datang. Terima kasih atas profesionalisme manajemen Persebaya dan kesabaran mereka menghormati situasiku,” ujarnya.

Ikhchas Baihaqi, Bintang Muda yang Mulai Bersinar

Selain kabar kedatangan Tavares, muncul juga sorotan terhadap penampilan pemain muda Persebaya, Ikhchas Baihaqi.

Gelandang berusia 18 tahun tersebut mencuri perhatian saat mendapat kesempatan bermain selama 22 menit dalam pertandingan melawan Borneo FC.

Meski hanya tampil singkat, Ikhchas menunjukkan ketenangan dan kepercayaan diri yang cukup matang untuk pemain seusianya.

Dalam beberapa momen, ia mampu mengalirkan bola dengan baik dan menjaga ritme permainan Persebaya di lini tengah.

Salah satu aksi terbaiknya terjadi menjelang akhir laga. Ikhchas berhasil melewati dua pemain lawan sebelum mengirimkan umpan terobosan yang membuka peluang serangan.

Aksi tersebut menjadi sinyal bahwa pemain kelahiran 2007 itu memiliki potensi besar untuk berkembang.

Ikhchas sendiri merupakan produk binaan internal Persebaya dari akademi PSAL. Performa konsistennya membuat ia dipromosikan ke Elite Pro Academy (EPA) sebelum akhirnya mendapat kesempatan tampil di tim senior.

Musim lalu, ia juga sempat dipinjamkan ke Persijap Jepara untuk bermain di Liga 2. Bersama klub tersebut, Ikhchas tampil dalam 20 pertandingan dan turut membantu tim promosi ke kasta lebih tinggi.

Kini, ia kembali ke Persebaya dan mulai mendapat kesempatan menunjukkan kemampuannya di level tertinggi.

Diego Mauricio, Striker Petarung Persebaya

Sementara itu, di lini depan, Persebaya kini memiliki sosok striker yang mulai mencuri perhatian, yaitu Diego Mauricio.

Penyerang asal Brasil tersebut bahkan mendapat julukan unik dari para suporter: “Drogba-nya Persebaya”.

Julukan itu muncul karena gaya bermain Diego yang kuat, agresif, dan berani berduel dengan bek lawan.

Penampilan impresifnya terlihat saat Persebaya menahan pemuncak klasemen Borneo FC dengan skor 2-2.

Dalam laga tersebut, Diego tampil penuh determinasi. Ia aktif membuka ruang, menekan pertahanan lawan, serta berani terlibat duel fisik di kotak penalti.

Pergerakan tanpa bolanya juga membantu winger dan gelandang Persebaya untuk menciptakan variasi serangan.

Secara statistik, Persebaya bahkan tampil lebih dominan dalam pertandingan itu dengan delapan tembakan tepat sasaran, sementara Borneo FC hanya mencatat empat.

Asisten pelatih Persebaya, Shin Sang-gu, memberikan pujian khusus terhadap kontribusi Diego.

“Diego adalah pemain berpengalaman. Kami sudah tahu kualitasnya, terutama pergerakannya di dalam kotak penalti,” ujarnya.

Harapan Baru bagi Persebaya

Diego Mauricio sendiri lahir di Rio de Janeiro pada 25 Juni 1991. Penyerang berusia 34 tahun itu memiliki tinggi 1,83 meter dan dapat bermain sebagai striker utama maupun winger.

Ia resmi bergabung dengan Persebaya pada 22 Agustus 2025 dengan nilai pasar sekitar Rp3,91 miliar.

Sepanjang karier profesionalnya, Diego telah mencatat 317 pertandingan dengan 91 gol dan 39 assist.

Meski musim ini baru tampil empat kali dengan total 102 menit bermain, kontribusinya sudah mulai terasa dalam permainan tim.

Kombinasi kedatangan Bernardo Tavares, munculnya talenta muda seperti Ikhchas Baihaqi, serta kehadiran striker berpengalaman Diego Mauricio memberikan harapan baru bagi Persebaya Surabaya.

Bonek pun berharap era baru ini bisa membawa Green Force kembali tampil konsisten dan bersaing di papan atas kompetisi.

 

Editor : Anggi Septian A.P.
#bonek persebaya #Bernando Tavares #persebaya surabaya #diego mauricio #Ikhchas Baihaqi