Pertamina Enduro Pecat Tisya Amalia, Rekrut Yeum Hye-seon dari Red Sparks, Duet Legendaris Yeum & Megawati Siap Mengguncang Final Four
Muhamad Ahsanul Wildan• Sabtu, 7 Maret 2026 | 21:55 WIB
Yeum Hye-seon gabung Pertamina Enduro. Duetnya dengan Megawati Hangestri kembali terwujud jelang Final Four setelah Tisya Amalia dilepas.
BLITAR KAWENTAR – Keputusan mengejutkan datang dari Jakarta Pertamina Enduro menjelang fase krusial kompetisi.
Manajemen resmi merekrut Yeum Hye-seon sebagai setter baru sekaligus melepas Tisya Amalia dari skuad.
Langkah ini langsung menjadi sorotan publik voli nasional karena menghadirkan kembali duet lama Yeum Hye-seon dan Megawati Hangestri yang pernah bersinar di Korea Selatan.
Kabar Yeum Hye-seon gabung Pertamina Enduro diumumkan tak lama setelah manajemen melakukan evaluasi terhadap performa tim. Pergantian ini dinilai sebagai strategi cepat untuk memperbaiki ritme permainan jelang babak Final Four yang semakin dekat.
Manajer tim, Widi Trioso, menjelaskan bahwa keputusan mengganti setter diambil setelah menilai sektor distribusi bola belum berjalan maksimal dalam beberapa pertandingan terakhir.
Akibatnya, potensi para spiker tidak sepenuhnya keluar dan pola serangan tim cenderung mudah dibaca lawan.
“Kami membutuhkan setter berpengalaman yang bisa langsung beradaptasi. Final Four adalah fase singkat dengan tekanan tinggi, jadi kami tidak punya banyak waktu untuk eksperimen,” jelas Widi.
Alasan Pertamina Enduro Merekrut Yeum Hye-seon
Nama Yeum Hye-seon muncul sebagai kandidat utama setelah manajemen melakukan pencarian intensif.
Setter asal Korea Selatan tersebut sebelumnya bermain untuk klub Daejeon JungKwanJang Red Sparks dan dikenal memiliki pengalaman panjang di kompetisi Asia.
Bagi penggemar voli Indonesia, sosok Yeum tentu tidak asing. Ia pernah menjadi partner set bagi Megawati Hangestri Pertiwi ketika keduanya memperkuat Red Sparks di Liga Voli Korea.
Chemistry keduanya bahkan menjadi salah satu kunci sukses Red Sparks menembus fase penting liga.
Kombinasi umpan cepat Yeum dan power spike Megawati kala itu membuat banyak tim lawan kesulitan menghentikan serangan mereka.
Faktor inilah yang akhirnya membuat Pertamina Enduro mantap mendatangkan Yeum.
Selain pengalaman internasional, kemampuan membaca permainan dan ketenangannya dalam situasi genting menjadi nilai tambah yang dianggap sangat dibutuhkan tim saat ini.
Harapan Baru di Final Four
Kehadiran Yeum diyakini akan membawa variasi baru dalam pola serangan Pertamina Enduro.
Dalam beberapa pertandingan terakhir, strategi serangan tim dinilai terlalu mudah ditebak sehingga blok lawan dapat mengantisipasi dengan baik.
Dengan gaya bermainnya yang dinamis, Yeum diharapkan mampu menghadirkan tempo permainan yang lebih cepat.
Umpan kombinasi, quick attack, hingga back attack diprediksi akan kembali menjadi senjata utama tim.
Kondisi ini juga diyakini bisa memaksimalkan performa Megawati Hangestri di lini serang.
Banyak pengamat menilai duet Yeum–Megawati berpotensi menjadi salah satu kombinasi paling berbahaya di kompetisi jika mampu kembali menemukan chemistry seperti saat di Korea.
Tim pelatih Pertamina Enduro pun menyambut optimistis perubahan ini. Atmosfer ruang ganti disebut menjadi lebih bersemangat setelah bergabungnya setter berpengalaman tersebut.
Antusiasme Yeum Bermain Lagi dengan Megawati
Yeum Hye-seon sendiri mengaku antusias menerima tawaran bermain di Indonesia. Ia menyebut kesempatan untuk kembali bermain bersama Megawati sebagai salah satu alasan utama menerima tawaran tersebut.
“Kami sudah saling memahami karakter permainan masing-masing. Saya ingin membantu tim meraih hasil terbaik di fase penting ini,” ujarnya.
Menariknya, klub Red Sparks juga memberikan dukungan penuh atas kepindahan sementara Yeum.
Mengingat fase Final Four berlangsung dalam waktu relatif singkat, klub Korea tersebut memberikan izin profesional agar sang pemain bisa membantu Pertamina Enduro.
Perjalanan Karier Megawati yang Penuh Keputusan Besar
Di sisi lain, Megawati Hangestri kembali menjadi sorotan publik. Tahun 2025 menjadi fase penting dalam perjalanan kariernya setelah ia memutuskan mengakhiri kontrak dengan klub Turki Manisa BBSK.
Keputusan tersebut cukup mengejutkan karena Mega sedang berada dalam performa terbaik di level internasional.
Sebelumnya, ia bahkan mencetak lebih dari 1.000 poin dalam satu musim bersama Red Sparks dan beberapa kali masuk daftar MVP mingguan.
Namun, Mega memilih pulang ke Indonesia demi mendampingi ibunya yang sakit. Keputusan tersebut menuai banyak simpati dari penggemar olahraga karena menunjukkan sisi humanis seorang atlet profesional.
Kini, dengan bergabungnya Yeum Hye-seon ke Pertamina Enduro, publik kembali menantikan apakah duet keduanya mampu menciptakan cerita baru di Final Four.
Jika chemistry lama mereka kembali muncul, bukan tidak mungkin Pertamina Enduro akan menjadi salah satu tim paling berbahaya dalam perebutan gelar musim ini.