BLITAR - Nasib striker baru Bajol Ijo kembali menjadi sorotan. Bruno Paraiba di Persebaya kini memunculkan tanda tanya besar di kalangan suporter setelah sempat menjalani debut manis namun kemudian menghilang dari skuad dalam beberapa pertandingan terakhir.
Kehadiran Bruno Paraiba di Persebaya pada Januari 2026 sempat disambut penuh harapan oleh Bonek dan Bonita. Penyerang asal Brasil itu didatangkan untuk mengisi kekosongan lini depan sekaligus menggantikan peran Diego Mauricio yang sebelumnya menjadi andalan.
Namun setelah mencetak gol pada laga debutnya, Bruno Paraiba di Persebaya justru jarang terlihat kembali di lapangan. Situasi ini membuat publik Surabaya mulai mempertanyakan kondisi sebenarnya sang pemain serta keputusan manajemen dalam merekrut striker tersebut.
Debut Manis yang Memunculkan Harapan
Bruno Paraiba menjalani debut bersama Persebaya Surabaya pada pekan ke-18 Super League 2025–2026 saat menghadapi PSIM Yogyakarta.
Dalam pertandingan tersebut, ia masuk sebagai pemain pengganti dan langsung memberikan dampak instan bagi tim.
Meski hanya bermain sekitar 19 menit, Bruno berhasil mencetak satu gol dalam kemenangan Persebaya dengan skor 3-0.
Penampilan singkat tersebut membuat banyak pihak optimistis bahwa Persebaya akhirnya menemukan striker yang selama ini dibutuhkan.
Postur tubuhnya yang tinggi, mencapai 1,89 meter, dianggap cocok dengan karakter permainan Bajol Ijo yang membutuhkan sosok target man di lini depan.
Kemampuan duel udara serta kekuatan fisiknya juga dinilai bisa menjadi senjata tambahan bagi tim.
Namun harapan yang muncul setelah debut tersebut ternyata tidak bertahan lama.
Empat Laga Berturut-turut Menghilang dari Skuad
Setelah penampilan menjanjikan itu, Bruno Paraiba justru tidak lagi terlihat dalam daftar pemain Persebaya pada beberapa pertandingan berikutnya.
Ia tercatat absen saat Persebaya menghadapi Dewa United, Bali United, hingga Bhayangkara FC.
Dalam beberapa kesempatan, alasan yang muncul berkaitan dengan kondisi kebugaran pemain.
Namun minimnya penjelasan resmi dari klub membuat berbagai spekulasi bermunculan di kalangan suporter.
Banyak yang mulai mempertanyakan apakah striker asal Brasil tersebut benar-benar dalam kondisi siap bermain atau justru mengalami masalah fisik yang lebih serius.
Situasi ini semakin memancing perdebatan di kalangan Bonek yang menginginkan kejelasan dari manajemen klub.
Riwayat Cedera Kembali Disorot
Diskusi mengenai kondisi Bruno Paraiba semakin memanas setelah riwayat cederanya kembali diperbincangkan.
Berdasarkan data Transfermarkt, sang pemain pernah mengalami cedera cukup serius saat membela Ventforet Kofu pada musim 2021–2022.
Ia mengalami robek ligamen pergelangan kaki lateral yang membuatnya harus menepi selama sekitar 40 hari dan absen dalam delapan pertandingan.
Cedera pada bagian pergelangan kaki memang dikenal cukup krusial bagi seorang pesepak bola profesional.
Bagian tersebut menjadi pusat keseimbangan sekaligus penopang utama untuk melakukan akselerasi dan perubahan arah saat bermain.
Jika cedera tersebut belum sepenuhnya pulih, dampaknya bisa memengaruhi performa pemain dalam jangka panjang.
Hal inilah yang kemudian memunculkan pertanyaan dari publik Surabaya mengenai proses analisis medis sebelum pemain direkrut.
Sebagian pihak bahkan menyebut situasi ini sebagai kemungkinan kesalahan dalam membaca kondisi fisik pemain saat proses transfer dilakukan.
Statistik Masih Minim Kontribusi
Secara statistik, kontribusi Bruno Paraiba bersama Persebaya hingga saat ini memang masih sangat terbatas.
Ia baru mencatat satu penampilan dengan satu gol dari total waktu bermain sekitar 19 menit.
Dari sisi efektivitas, catatan tersebut memang terlihat cukup baik.
Namun jika dilihat dari kontribusi sepanjang musim, angka tersebut tentu belum cukup untuk menilai performa seorang striker yang diharapkan menjadi solusi lini depan.
Suporter sebenarnya tidak menuntut pemain langsung mencetak gol di setiap pertandingan.
Yang lebih mereka harapkan adalah kepastian mengenai kondisi pemain dan ketersediaannya untuk bermain secara reguler.
Kabar Baik dari Kiper Ernando Ari
Di tengah tanda tanya mengenai lini depan, Persebaya justru mendapat kabar positif dari sektor pertahanan.
Kiper utama Ernando Ari dikabarkan sudah kembali mengikuti sesi latihan bersama tim.
Kehadiran penjaga gawang berusia 23 tahun tersebut menjadi suntikan moral bagi skuad Persebaya yang sebelumnya sempat kehilangan stabilitas di lini belakang.
Sepanjang musim ini, Ernando Ari tercatat telah tampil dalam 19 pertandingan sebagai starter.
Ia juga mencatat rata-rata kebobolan sekitar 0,9 gol per pertandingan dengan persentase penyelamatan mencapai 79 persen.
Selain itu, Ernando juga berhasil mencatat enam clean sheet yang menunjukkan perannya cukup vital dalam menjaga pertahanan tim.
Persebaya di Persimpangan Musim
Situasi yang dialami Persebaya saat ini menggambarkan dua kondisi berbeda dalam satu waktu.
Di satu sisi, lini depan masih mencari kepastian mengenai kontribusi Bruno Paraiba yang belum benar-benar terlihat konsisten.
Namun di sisi lain, kembalinya Ernando Ari memberikan stabilitas baru bagi lini pertahanan tim.
Persebaya Surabaya kini berada di fase penting untuk menentukan arah perjalanan mereka di musim ini.
Publik Surabaya pun masih menunggu jawaban atas satu pertanyaan besar: apakah Bruno Paraiba akan menjadi solusi yang terlambat atau justru menjadi bukti bahwa Persebaya kembali mengambil risiko dalam perekrutan pemain.
Editor : Anggi Septian A.P.