BLITAR - Cedera pemain Timnas Indonesia jelang FIFA Series 2026 mulai menjadi perhatian serius. Sejumlah pemain mengalami masalah kebugaran hanya beberapa pekan sebelum agenda uji coba internasional digelar di Jakarta.
Situasi ini tentu membuat pelatih anyar Timnas Indonesia, John Hartman, harus memutar otak. Apalagi FIFA Series akan menjadi ujian pertama bagi pelatih asal Inggris Utara tersebut sejak ditunjuk menggantikan Patrick Levert pada Januari lalu.
Dalam agenda FIFA Series, Timnas Indonesia dijadwalkan menjalani dua pertandingan. Laga pertama berlangsung pada 27 Maret melawan St. Kitts and Nevis di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta. Tiga hari kemudian, skuad Garuda akan menghadapi pemenang duel antara Bulgaria dan Solomon Islands.
Namun menjelang agenda tersebut, kabar mengenai cedera pemain Timnas Indonesia terus bermunculan. Kondisi ini tentu menjadi tantangan besar bagi Hartman yang belum pernah mengumpulkan seluruh pemain dalam satu skuad secara penuh.
Persiapan Timnas Belum Ideal
Waktu persiapan Timnas Indonesia menuju FIFA Series memang tergolong singkat. Para pemain diperkirakan baru bisa bergabung sekitar 20 hingga 25 Maret setelah menyelesaikan kewajiban bersama klub masing-masing.
Masalah lain muncul karena sebagian besar pemain diaspora bermain di Eropa. Mobilisasi mereka menuju Indonesia berpotensi terganggu situasi geopolitik di Timur Tengah yang masih belum stabil.
Jika kondisi penerbangan terganggu, perjalanan pemain menuju Jakarta bisa menjadi lebih sulit. Hal ini tentu akan berdampak pada persiapan tim yang waktunya sudah sangat terbatas.
Meski begitu, Hartman tetap berusaha membangun komunikasi dengan para pemain. Ia juga telah melakukan kunjungan ke berbagai stadion di Indonesia untuk memantau performa pemain yang berkompetisi di liga domestik.
Daftar Pemain Cedera Bertambah
Selain persoalan logistik, Timnas Indonesia juga dihantui masalah cedera pemain. Beberapa nama diketahui sedang menjalani pemulihan setelah mengalami cedera atau operasi.
Beberapa pemain yang disebut mengalami masalah kebugaran antara lain Marcelino Ferdinand, Pratama Arhan, Asnawi Mangkualam, serta Mazelstra yang mengalami cedera pangkal paha.
Situasi ini membuat kedalaman skuad menjadi perhatian. Jika pemulihan pemain tidak berjalan sesuai rencana, Hartman kemungkinan harus mencari alternatif dari pemain lain.
Masalah ini semakin terasa karena sebagian pemain tersebut merupakan pilar penting dalam skuad Garuda.
Lini Depan Jadi Sorotan
Kondisi lini depan Timnas Indonesia juga menjadi perhatian. Selama ini sektor penyerangan memang masih dianggap sebagai titik lemah tim.
Salah satu penyerang yang menjadi tumpuan, Ole Romeny, sedang mengalami musim yang sulit bersama klubnya Oxford United di Championship Inggris. Hingga pertengahan musim, pemain tersebut belum mencetak satu gol pun.
Bahkan dalam dua kemenangan terakhir Oxford United, nama Ole tidak masuk dalam daftar susunan pemain. Informasi yang beredar menyebutkan ia mengalami masalah cedera ringan.
Jika kondisinya belum pulih, peluangnya tampil dalam FIFA Series tentu menjadi tanda tanya besar.
Cedera Milano Jonathan Bikin Khawatir
Masalah semakin bertambah setelah striker Milano Jonathan mengalami cedera saat membela klubnya dalam pertandingan melawan Heerenveen.
Ia baru masuk sebagai pemain pengganti pada menit ke-72. Namun hanya sekitar tujuh menit berada di lapangan, ia terjatuh setelah bertabrakan dengan pemain lawan, Christian Petrov.
Meski terlihat sebagai benturan biasa, Jonathan langsung mengerang kesakitan. Ia bahkan harus meninggalkan lapangan dengan dipapah dua orang karena tidak bisa menapak dengan satu kakinya.
Baca Juga: Kisah Bobotoh Jakarta Gelar Nobar Damai dengan Jakmania dan Bonek, Viral hingga Ratusan Ribu View
Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran cedera yang dialaminya cukup serius.
Dengan waktu persiapan menuju FIFA Series yang hanya sekitar 19 hari, peluang Jonathan untuk pulih tepat waktu dinilai sangat kecil.
Ujian Awal Era John Hartman
Situasi ini membuat FIFA Series 2026 menjadi tantangan berat bagi Hartman. Selain harus membangun chemistry tim, ia juga menghadapi risiko kehilangan beberapa pemain penting.
Meski begitu, agenda FIFA Series tetap menjadi kesempatan penting bagi pelatih baru tersebut untuk melihat potensi pemain serta meracik strategi permainan Timnas Indonesia ke depan.
Publik sepak bola nasional kini menunggu bagaimana Hartman mengatasi berbagai kendala tersebut dan menyiapkan skuad terbaik untuk menghadapi dua laga internasional di Jakarta.
Editor : Anggi Septian A.P.