Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Feda Ega Pratama Bikin Kejutan Besar di Moto3 Buriram 2026, Debutan Indonesia Langsung Pecahkan Rekor dan Dapat Sorotan Honda HRC

Izahra Nurrafidah • Senin, 9 Maret 2026 | 15:05 WIB

Feda Ega Pratama Bikin Kejutan Besar di Moto3 Buriram 2026, Debutan Indonesia Langsung Pecahkan Rekor dan Dapat Sorotan Honda HRC
Feda Ega Pratama Bikin Kejutan Besar di Moto3 Buriram 2026, Debutan Indonesia Langsung Pecahkan Rekor dan Dapat Sorotan Honda HRC

BLITAR - Nama Feda Ega Pratama tiba-tiba menjadi perbincangan hangat di dunia balap motor internasional setelah tampil sensasional pada seri pembuka Moto3 2026 di Sirkuit Internasional Buriram, Thailand, Minggu (1/3). Pembalap muda asal Gunungkidul berusia 17 tahun itu sukses mencuri perhatian setelah finis di posisi kelima pada debutnya di kelas Moto3.

Hasil tersebut bukan sekadar angka di papan klasemen. Feda Ega Pratama berhasil menorehkan sejarah baru bagi pembalap Indonesia di ajang Grand Prix dengan langsung meraih 11 poin pada balapan pertamanya. Pencapaian itu bahkan melampaui rekor poin pembalap Indonesia sebelumnya dalam satu musim penuh.

Penampilan solid Feda Ega Pratama di Buriram langsung membuat banyak pihak terkejut, termasuk tim pabrikan Honda. Bahkan Honda Racing Corporation (HRC) secara terbuka memberikan perhatian khusus kepada pembalap muda tersebut.

Debut Sensasional di Moto3

Memulai balapan dari posisi kelima, Feda mampu mempertahankan ritme kompetitif sepanjang lomba. Di tengah tekanan dari para pembalap elite Eropa, ia tetap tampil tenang dan konsisten hingga garis finis.

Bagi pengamat balap internasional, performa ini tergolong langka untuk seorang rookie atau pembalap debutan. Biasanya pembalap baru membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan ritme kompetisi Moto3 yang terkenal agresif.

Namun Feda justru tampil seolah sudah berpengalaman. Ia mampu menjaga posisi di kelompok depan tanpa melakukan kesalahan fatal.

Keberhasilan ini sekaligus mengirimkan pesan kuat bahwa Indonesia kini memiliki talenta yang mampu bersaing di level tertinggi balap motor dunia.

Langsung Pecahkan Rekor Pembalap Indonesia

Pencapaian Feda semakin terasa spesial karena ia langsung memecahkan rekor poin pembalap Indonesia di Grand Prix.

Sebelumnya, rekor poin tertinggi dalam satu musim dipegang Mario Suryo Aji yang mengoleksi delapan poin sepanjang musim Moto2 2025. Namun rekor tersebut langsung terlampaui oleh Feda hanya dalam satu balapan.

Finis kelima di Moto3 Buriram membuatnya mengoleksi 11 poin sekaligus.

Artinya, dalam waktu kurang dari satu jam balapan, Feda sudah melampaui pencapaian yang sebelumnya membutuhkan satu musim penuh bagi pembalap Indonesia lainnya.

Banyak pengamat menyebut pencapaian ini sebagai lompatan besar bagi sejarah balap motor Indonesia.

Pujian Langsung dari Honda HRC

Sorotan terbesar datang dari Honda Racing Corporation (HRC), tim pabrikan utama Honda di MotoGP. Biasanya, tim kelas premier jarang memberikan perhatian langsung kepada pembalap di kelas Moto3, terutama yang baru menjalani satu balapan.

Namun kali ini berbeda.

Melalui kanal resmi mereka, HRC secara terbuka memuji debut Feda dan menyebutnya sebagai pembalap yang patut diperhatikan untuk masa depan.

Di dunia balap profesional, perhatian dari tim pabrikan seperti HRC sering dianggap sebagai sinyal bahwa pembalap tersebut sedang dipantau serius untuk proyek jangka panjang.

Spekulasi pun langsung muncul. Banyak jurnalis otomotif menilai Honda kemungkinan sedang menyiapkan jalur pengembangan khusus bagi Feda menuju kelas yang lebih tinggi.

Kemampuan Teknikal yang Mengagumkan

Selain hasil akhir, para analis juga menyoroti gaya balap teknis Feda yang dinilai sangat matang untuk ukuran pembalap muda.

Data telemetri dari Honda Team Asia menunjukkan bahwa Feda memiliki kemampuan mengelola pengereman dan kecepatan tikungan dengan sangat efisien. Salah satu contoh terlihat di tikungan tiga Sirkuit Buriram yang terkenal sulit.

Di area tersebut, banyak pembalap melakukan kesalahan karena tekanan ban depan yang tinggi. Namun Feda justru mampu mempertahankan corner speed tanpa mengambil risiko jatuh.

Gaya balapnya bahkan disebut mirip dengan karakter pembalap kelas dunia yang mengutamakan kelancaran dan efisiensi.

Kemampuan seperti ini biasanya baru terbentuk setelah bertahun-tahun berkompetisi di level internasional.

Mentalitas Juara Sejak Dini

Tak hanya kemampuan teknis, mentalitas Feda juga mendapat pujian dari berbagai pihak di paddock Moto3.

Sebagai pembalap berusia 17 tahun yang membawa harapan besar dari Indonesia—negara dengan basis penggemar MotoGP terbesar—tekanan yang ia hadapi tentu tidak kecil.

Namun Feda terlihat tetap tenang menghadapi sorotan media dan ekspektasi publik.

Ia fokus pada performa motor dan instruksi tim, tanpa terdistraksi drama di lintasan.

Sikap profesional tersebut membuat banyak pengamat menyebutnya memiliki mentalitas calon juara.

Dampak Besar bagi Balap Indonesia

Keberhasilan Feda Ega Pratama tidak hanya berdampak pada karier pribadinya. Prestasi ini juga meningkatkan citra pembalap Indonesia di mata tim dan sponsor internasional.

Kini banyak pencari bakat mulai melirik kembali potensi pembalap muda dari Indonesia.

Di dalam negeri, prestasi Feda juga mendorong meningkatnya minat sponsor serta dukungan terhadap program pembinaan balap.

Jika mampu menjaga konsistensi di seri-seri berikutnya, bukan tidak mungkin Feda akan menjadi pembalap Indonesia paling sukses dalam sejarah Grand Prix.

Untuk saat ini, satu hal sudah pasti: perjalanan besar Feda Ega Pratama di dunia balap motor baru saja dimulai.

Editor : Anggi Septian A.P.
#Honda HRC #Feda Ega Pratama #Rekor pembalap Indonesia MotoGP #pembalap Indonesia MotoGP #Moto3 Buriram 2026