BLITAR– Marc Marquez menjadi sorotan setelah drama yang terjadi pada seri MotoGP Thailand. Pembalap andalan Ducati tersebut dikabarkan sangat kecewa usai gagal meraih podium akibat masalah teknis pada motornya. Insiden itu juga berdampak pada masa depan kontraknya bersama Ducati yang kini masih ditunda.
Dalam balapan utama MotoGP Thailand, motor yang dikendarai Marquez mengalami masalah pada bagian bahan bakar. Kerusakan tersebut membuat peluangnya untuk finis di posisi podium hilang, padahal sebelumnya ia tampil cukup kompetitif sepanjang akhir pekan balapan.
Kondisi itu membuat Marc Marquez dikabarkan sangat marah dan frustrasi. Namun pihak Ducati memahami kekecewaan pembalap asal Spanyol tersebut.
Manajer tim Ducati, Davide Tardozzi, menyebut bahwa emosi Marquez adalah hal yang wajar. Ia menegaskan pembalap berjuluk The Baby Alien itu masih percaya pada proyek besar Ducati di MotoGP.
“Marc masih percaya kepada Ducati dan proyek ini,” ungkap Tardozzi dalam pernyataan yang beredar di kalangan paddock MotoGP.
Kontrak Baru Marquez Masih Ditunda
Di tengah isu performa tim, masa depan Marc Marquez bersama Ducati juga menjadi bahan pembicaraan. Pembalap berusia 33 tahun itu disebut belum ingin terburu-buru menandatangani kontrak baru.
Marquez meminta Ducati menunggu hingga beberapa seri balapan ke depan sebelum membahas perpanjangan kontrak. Ia ingin melihat perkembangan performa motor sekaligus kondisi fisiknya sendiri.
Cedera bahu yang pernah dialaminya masih menjadi perhatian utama. Marquez mengakui kondisi fisiknya belum sepenuhnya stabil untuk memastikan kontrak jangka panjang.
“Saya ingin menunggu dulu. Saya perlu melihat kondisi fisik saya dan bagaimana perkembangan motor,” ujar Marquez.
Saat ini Ducati sebenarnya menginginkan kontrak dua tahun sekaligus untuk pembalap bintangnya tersebut. Namun Marquez disebut lebih memilih skema kontrak 1+1 tahun, yaitu satu musim dengan opsi perpanjangan di musim berikutnya.
Model kontrak seperti itu cukup umum digunakan di MotoGP, terutama bagi pembalap yang ingin memastikan performa mereka tetap kompetitif.
Menunggu Evaluasi Hingga MotoGP Jerez
Marquez juga menegaskan bahwa keputusan soal kontraknya kemungkinan baru akan dibahas setelah seri MotoGP Jerez. Balapan tersebut dianggap sebagai momen penting untuk menilai kondisi fisiknya sekaligus performa Ducati.
Jika kondisi bahunya terus membaik dan performa motor sesuai harapan, Marquez membuka kemungkinan untuk menandatangani kontrak dua tahun.
Namun jika tidak, masa depannya di MotoGP bisa saja berubah. Beberapa spekulasi bahkan menyebutkan kemungkinan pensiun jika kondisi fisiknya tidak lagi mendukung.
“Yang paling penting bagi saya adalah memulai musim dengan perasaan yang baik,” ujar Marquez.
Tetap Aktif Berlatih Motocross
Meski masa depannya masih menjadi tanda tanya, Marc Marquez tetap aktif menjalani latihan. Ia diketahui mengisi waktu luang dengan berlatih motocross bersama beberapa pembalap lain.
Dalam sesi latihan tersebut, Marquez terlihat bersama Alex Marquez serta pembalap muda Diego Moreira. Latihan motocross menjadi salah satu metode favorit Marquez untuk menjaga kebugaran sekaligus melatih refleks berkendara.
Aktivitas tersebut juga menjadi bagian dari proses pemulihan kondisi bahunya.
Isu MotoGP Brasil dan Qatar
Di sisi lain, dunia MotoGP juga diwarnai beberapa kabar lain menjelang seri berikutnya. Salah satunya terkait kesiapan MotoGP Brasil yang kabarnya sudah memasuki tahap akhir persiapan.
Sejumlah logistik tim seperti KTM dan Yamaha dilaporkan sudah tiba di lokasi. Sirkuit yang akan digunakan pun telah melewati proses inspeksi dan dinyatakan layak oleh Dorna Sports.
Namun ada juga kabar yang menyebutkan kemungkinan perubahan jadwal MotoGP Qatar. Faktor keamanan di kawasan Timur Tengah disebut menjadi salah satu pertimbangan utama.
Dorna Sports masih mengevaluasi situasi sebelum mengambil keputusan apakah balapan tetap digelar di Qatar atau dipindahkan ke lokasi lain.
Kritik dan Rumor di Paddock MotoGP
Sementara itu, pengamat MotoGP Carlo Pernat ikut memberikan komentarnya terkait persaingan di musim ini. Ia menilai perekrutan Marc Marquez oleh Ducati merupakan langkah strategis yang cerdas.
Menurutnya, Ducati berhasil menghindari potensi ancaman besar jika Marquez bergabung dengan tim rival.
Namun Pernat juga menilai kehadiran Marquez memberi tekanan mental kepada beberapa pembalap lain di Ducati.
Persaingan internal yang semakin ketat membuat dinamika tim berubah. Meski demikian, musim MotoGP masih panjang dan banyak hal bisa terjadi hingga akhir kejuaraan.
Editor : Anggi Septian A.P.