Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

5 Klub Sepak Bola Terkenal yang Bangkrut dan Hilang dari Peta, Dari Dukla Praha hingga Dalian Shide

Axsha Zazhika • Senin, 9 Maret 2026 | 19:50 WIB

5 Klub Sepak Bola Terkenal yang Bangkrut dan Hilang dari Peta, Dari Dukla Praha hingga Dalian Shide
5 Klub Sepak Bola Terkenal yang Bangkrut dan Hilang dari Peta, Dari Dukla Praha hingga Dalian Shide
 

BLITAR - Dunia sepak bola sering identik dengan kemewahan, transfer pemain mahal, dan dukungan finansial besar dari para pemilik klub. Namun di balik gemerlap tersebut, ada banyak kisah kelam tentang klub sepak bola bangkrut yang akhirnya hilang dari peta kompetisi profesional.

Faktanya, menjalankan klub sepak bola bukan perkara mudah. Meski memiliki dana melimpah, kesalahan manajemen, krisis ekonomi, hingga keputusan bisnis yang buruk dapat membuat sebuah tim mengalami kebangkrutan. Tidak sedikit klub sepak bola bangkrut yang sebelumnya pernah berjaya di liga domestik maupun kompetisi Eropa.

Sejarah sepak bola mencatat sejumlah klub besar yang akhirnya bubar atau berubah identitas setelah terjerat masalah finansial. Berikut lima klub sepak bola bangkrut yang pernah memiliki prestasi besar sebelum akhirnya lenyap dari dunia sepak bola profesional.

Dukla Praha: Raksasa Cekoslowakia yang Hilang

Salah satu klub paling terkenal yang mengalami kebangkrutan adalah Dukla Praha. Klub ini pernah menjadi kekuatan besar di era Cekoslowakia.

Dukla Praha mengoleksi 11 gelar liga domestik dan 8 trofi Piala Cekoslowakia, menjadikannya salah satu tim tersukses pada masanya. Klub ini juga mencatat sejarah dengan menjadi tim pertama yang meraih gelar ganda di negara tersebut.

Prestasi mereka tidak hanya di level domestik. Dukla Praha juga sempat tampil impresif di kompetisi Eropa dengan menembus semifinal Liga Champions musim 1966-1967.

Namun perjalanan mereka terhenti setelah dikalahkan Celtic dengan agregat 1-3. Salah satu pemain legendaris mereka, Josef Masopust, bahkan pernah meraih penghargaan Ballon d'Or.

Sayangnya, kejayaan tersebut tidak bertahan lama. Setelah mengalami degradasi ke divisi tiga, klub ini mengalami krisis finansial. Pada tahun 1996, kepemilikan klub berubah dan namanya berganti menjadi FK Pribram, membuat identitas Dukla Praha nyaris menghilang.

Wimbledon: Juara FA Cup yang Terpecah

Kisah dramatis juga dialami oleh klub Inggris Wimbledon FC. Tim ini pernah membuat kejutan besar dengan menjuarai Piala FA musim 1987-1988.

Baca Juga: Kontroversi Borneo FC Latihan di JIS: Surat Larangan Datang 5 Menit Sebelum Masuk Stadion, Manajer Singgung “Balasan” Usai Laga di Samarinda

Dalam laga final, Wimbledon berhasil mengalahkan Liverpool, yang saat itu merupakan tim terkuat di Inggris. Klub ini dikenal dengan gaya permainan keras dan diperkuat pemain-pemain seperti Vinnie Jones dan John Fashanu.

Wimbledon sempat menjadi bagian dari Liga Premier Inggris pada masa awal pembentukan liga tersebut hingga awal tahun 2000-an.

Namun situasi berubah drastis ketika manajemen memutuskan memindahkan klub ke kota Milton Keynes dan mengganti nama menjadi MK Dons.

Keputusan tersebut memicu kemarahan para suporter. Fans setia Wimbledon akhirnya membentuk klub baru bernama AFC Wimbledon dan memulai perjalanan dari kasta terendah sepak bola Inggris.

Kini, AFC Wimbledon telah berhasil naik hingga League One, bahkan berada di kasta yang sama dengan MK Dons.

Los Angeles Aztecs: Era NASL yang Berakhir Tragis

Di Amerika Serikat, kisah klub sepak bola bangkrut juga dialami oleh Los Angeles Aztecs, salah satu tim sukses di kompetisi North American Soccer League (NASL).

Liga tersebut dibentuk untuk mempopulerkan sepak bola di Amerika dan Kanada dengan mendatangkan pemain-pemain bintang dunia.

Los Angeles Aztecs pernah diperkuat nama besar seperti George Best, Johan Cruyff, dan pelatih legendaris Rinus Michels.

Pada musim pertamanya di tahun 1974, Aztecs bahkan berhasil menjadi juara NASL setelah mengalahkan Miami Toros.

Namun kejayaan itu tidak bertahan lama. Krisis finansial melanda klub hingga akhirnya Los Angeles Aztecs resmi dibubarkan pada tahun 1982.

KSV Waregem: Semifinalis Piala UEFA

Dari Belgia, ada klub KSV Waregem yang juga menjadi korban krisis ekonomi.

Meski tidak pernah menjuarai liga tertinggi Belgia, Waregem pernah meraih Piala Belgia musim 1973-1974 dan menjadi runner-up liga musim 1981-1982.

Prestasi terbesar klub ini terjadi saat mereka menembus semifinal Piala UEFA musim 1985-1986.

Dalam perjalanan tersebut, Waregem berhasil mengalahkan sejumlah klub besar seperti Osasuna, AC Milan, dan Hajduk Split.

Namun mereka akhirnya disingkirkan oleh klub Jerman FC Cologne dengan agregat 3-7.

Krisis ekonomi membuat Waregem terdegradasi hingga divisi tiga pada tahun 1999. Untuk menyelamatkan klub, Waregem akhirnya melakukan merger dengan klub Zulte Sportief dan membentuk Zulte Waregem.

Dalian Shide: Raksasa Liga China yang Tumbang

Klub terakhir dalam daftar ini adalah Dalian Shide, salah satu raksasa sepak bola China.

Dalian Shide pernah meraih empat gelar Liga China dan menjadi salah satu tim paling dominan di negaranya.

Namun kejayaan tersebut runtuh setelah pemilik klub, miliarder Xu Ming, terlibat dalam kasus korupsi politik bersama pejabat China Bo Xilai.

Keduanya didakwa menerima suap dengan nilai mencapai sekitar 56 miliar rupiah.

Skandal tersebut berdampak besar terhadap keuangan klub. Pada akhirnya, Dalian Shide resmi dibubarkan pada tahun 2013.

Baca Juga: Kenapa Persib Bandung Belum Punya Training Center Sendiri? Ini Penjelasan Lengkap Soal Dana, Lahan, dan Proyek Kampung Persib

Pelajaran dari Klub Sepak Bola Bangkrut

Kisah lima klub tersebut menjadi pengingat bahwa keberhasilan di lapangan tidak selalu menjamin stabilitas finansial.

Tanpa manajemen keuangan yang baik dan strategi bisnis jangka panjang, klub sepak bola bisa dengan mudah terjerumus ke dalam krisis.

Sejarah menunjukkan bahwa bahkan tim dengan prestasi besar pun tidak kebal terhadap kebangkrutan.

Editor : Anggi Septian A.P.
#Dukla Praha #Dalian Shide #Los Angeles Aztecs #wimbledon #klub sepak bola bangkrut