BLITAR - Skuad Real Madrid 2017-2018 kembali menjadi sorotan setelah ditampilkan dalam simulasi game sepak bola FC 25 dan berhasil membuktikan diri sebagai tim yang masih sangat kuat. Dalam skenario turnamen Liga Champions modern, tim legendaris yang dipenuhi bintang seperti Cristiano Ronaldo, Karim Benzema, Luka Modric, hingga Sergio Ramos mampu menyingkirkan berbagai klub besar Eropa dan keluar sebagai juara.
Eksperimen menarik ini mencoba mengembalikan Real Madrid 2017-2018 dengan komposisi pemain terbaiknya. Tujuannya adalah melihat apakah skuad yang pernah mendominasi sepak bola Eropa itu masih mampu bersaing melawan klub-klub kuat era modern.
Hasilnya cukup mengejutkan. Real Madrid 2017-2018 tampil dominan sejak fase grup hingga final Liga Champions. Ketajaman Cristiano Ronaldo juga menjadi faktor utama kesuksesan tim tersebut sepanjang turnamen.
Komposisi Skuad Bintang Real Madrid 2017-2018
Skuad legendaris ini diisi oleh para pemain yang pernah menjadi tulang punggung Los Blancos saat menjuarai Liga Champions tiga kali berturut-turut.
Di posisi penjaga gawang ada Keylor Navas yang dikenal sebagai kiper dengan refleks cepat dan ketenangan tinggi dalam laga besar. Sementara di lini belakang terdapat duet tangguh Sergio Ramos dan Raphael Varane yang dikenal solid dalam mengawal pertahanan.
Bek sayap kanan ditempati Dani Carvajal yang rajin membantu serangan, sedangkan sisi kiri diisi Marcelo yang terkenal dengan kreativitas serta kemampuan dribbling-nya.
Di lini tengah, Real Madrid memiliki trio gelandang kelas dunia yaitu Casemiro, Toni Kroos, dan Luka Modric. Casemiro berperan sebagai gelandang bertahan yang menjaga keseimbangan tim, sementara Kroos dan Modric menjadi pengatur tempo permainan.
Sementara di lini depan terdapat trio mematikan Gareth Bale, Karim Benzema, dan Cristiano Ronaldo yang dikenal sebagai salah satu lini serang paling berbahaya dalam sejarah sepak bola.
Dominasi di Fase Grup Liga Champions
Perjalanan Real Madrid dimulai dari fase grup Liga Champions dengan menghadapi beberapa tim Eropa. Dalam pertandingan pembuka melawan Bologna, Los Blancos langsung menunjukkan kekuatan mereka.
Gol Karim Benzema di menit ke-13 membuka keunggulan, sebelum Cristiano Ronaldo menggandakan skor lima menit kemudian. Gareth Bale kemudian menutup pertandingan dengan gol ketiga yang memastikan kemenangan 3-1.
Performa konsisten membuat Real Madrid tampil impresif sepanjang fase grup. Mereka berhasil meraih lima kemenangan dan satu hasil imbang tanpa kekalahan.
Total, tim ini mencetak 16 gol dan hanya kebobolan dua kali dari enam pertandingan. Raihan 16 poin membuat Real Madrid menjadi salah satu tim dengan performa terbaik di fase grup Liga Champions.
Drama di Babak Gugur Liga Champions
Memasuki babak 16 besar, Real Madrid harus menghadapi Juventus. Pada leg pertama di kandang lawan, gol tunggal Karim Benzema membawa kemenangan penting bagi Los Blancos.
Namun pertandingan leg kedua berlangsung sengit. Juventus mampu memaksakan agregat imbang hingga pertandingan berlanjut ke adu penalti. Dalam drama tersebut, Real Madrid akhirnya menang dengan skor 5-3 dan melaju ke perempat final.
Di babak delapan besar, mereka menghadapi PSV dalam laga yang penuh drama. Real Madrid sempat tertinggal, tetapi berhasil melakukan comeback hingga menang dengan agregat 5-3.
Semifinal menjadi ujian berat karena harus menghadapi Paris Saint-Germain. Pada leg pertama di Paris, Cristiano Ronaldo tampil luar biasa dengan mencetak dua gol yang membantu Real Madrid menang 3-2.
Leg kedua di Santiago Bernabeu kembali dimenangkan Real Madrid dengan skor tipis 1-0, memastikan mereka melaju ke final Liga Champions.
Final Liga Champions: Real Madrid vs Bayern Munchen
Partai puncak mempertemukan Real Madrid dengan raksasa Jerman, Bayern Munchen. Pertandingan berlangsung ketat sejak awal.
Real Madrid berhasil membuka keunggulan lebih dulu lewat gol Karim Benzema di menit keenam setelah memanfaatkan serangan balik cepat.
Bayern Munchen mencoba menekan sepanjang pertandingan melalui Harry Kane, Leroy Sane, dan Jamal Musiala. Namun performa gemilang Keylor Navas di bawah mistar membuat gawang Real Madrid tetap aman.
Menjelang akhir pertandingan, Gareth Bale memastikan kemenangan Real Madrid setelah mencetak gol kedua pada menit ke-82. Skor 2-0 bertahan hingga peluit akhir berbunyi.
Kemenangan tersebut membuat Real Madrid 2017-2018 kembali meraih trofi Liga Champions dalam simulasi FC 25.
Cristiano Ronaldo juga menjadi pemain paling bersinar sepanjang turnamen. Ia keluar sebagai top skor dengan total 13 gol dari 11 pertandingan.
Keberhasilan ini kembali menunjukkan bahwa skuad Real Madrid musim 2017-2018 memang layak disebut sebagai salah satu tim terbaik dalam sejarah sepak bola Eropa.
Karim Benzema
Editor : Anggi Septian A.P.