JAKARTA – Gelombang kejutan menghantam peta kekuatan sepak bola Eropa Timur menjelang ajang FIFA Series Maret 2026. Kabar mengenai kembalinya Elkan Baggott Timnas Indonesia ke dalam daftar panggil pelatih John Herdman telah memicu reaksi luar biasa, bahkan disebut-sebut meruntuhkan nyali calon lawan. Timnas Bulgaria dikabarkan mulai dihantui kepanikan melihat komposisi lini belakang Garuda yang kini dihuni raksasa setinggi 196 cm tersebut.
Kehadiran kembali Elkan Baggott Timnas Indonesia bukan sekadar pemanggilan pemain biasa. Setelah absen lebih dari dua tahun, bek Ipswich Town ini datang sebagai sosok "Titan Nusantara" yang siap menguasai kedaulatan udara kotak penalti. Strategi bola mati yang selama ini menjadi andalan Bulgaria diprediksi bakal hancur lebur sebelum bertanding, mengingat sulitnya memenangkan duel udara melawan pemain yang telah lama ditempa di kerasnya kompetisi Inggris tersebut.
Proklamasi kembalinya sang menara ini menempatkan Elkan Baggott Timnas Indonesia sebagai pusat rotasi pertahanan dalam skema John Herdman. Pelatih Bulgaria seolah harus menghadapi kenyataan pahit bahwa strategi penyerangan mereka kini berhadapan dengan "Benteng Berlin" versi modern yang mampu menghentikan alur bola atas hanya dengan satu lompatan. Udara di area pertahanan Indonesia kini resmi diproklamirkan sebagai zona terlarang bagi jet tempur lawan sekalipun.
Baca Juga: Hasil Liga Champion Tadi Malam: Hattrick Valverde Bungkam Man City, El Real Tatap Perempat Final
Akhir Penantian 394 Hari Tim Geypens
Selain drama kembalinya Elkan, kejutan lain datang dari pemanggilan Tim Geypens. Bek FC Emmen ini akhirnya menyudahi penantian panjang selama 394 hari untuk mendapatkan "Garuda Calling" pertamanya sejak resmi menjadi WNI pada Februari 2025. Geypens yang kini berusia 20 tahun sebelumnya sempat terhambat masalah administratif dan izin klub untuk membela timnas di kelompok umur.
John Herdman menjadi pelatih keempat yang akhirnya memberikan kesempatan debut bagi Geypens, setelah tiga pelatih sebelumnya melewatkan talenta muda ini. Meski berposisi asli sebagai bek, Geypens dikenal memiliki fleksibilitas tinggi dan kerap dipasang sebagai gelandang atau winger kiri. Catatan dua gol dan satu asis dalam 23 penampilan di Eerste Divisie menjadi modal kuat bagi Geypens untuk memperebutkan satu tempat di sisi kiri pertahanan Garuda.
Duka Miliano Jonathans dan Kabar dari Inggris
Namun, di tengah euforia kembalinya para bintang, kabar duka datang dari Belanda. Winger muda Miliano Jonathans dipastikan absen membela Indonesia pada Maret ini akibat cedera lutut serius saat membela Excelsior melawan SC Heerenveen. Jonathans yang baru masuk sebagai pemain pengganti hanya bertahan delapan menit sebelum akhirnya ditandu keluar lapangan dengan tangisan. Media Belanda, Football International, memprediksi cedera ini membutuhkan waktu pemulihan yang cukup lama.
Sementara itu, dari ranah Inggris, kabar kontras datang dari klub Ole Romeny dan Elkan Baggott. Oxford United milik Erick Thohir mulai merangkak keluar dari zona degradasi Championship setelah menang 3-1 atas Preston North End, meski Romeny harus absen karena cedera fraktur kaki. Di sisi lain, Ipswich Town yang diperkuat Elkan Baggott terus menjaga asa promosi ke Premier League. Elkan diharapkan membawa mentalitas pemenang dari kasta kedua Liga Inggris tersebut ke Jakarta demi meraih kemenangan mutlak di FIFA Series.
Dengan kembalinya sang raksasa dan masuknya darah baru di lini pertahanan, Timnas Indonesia kini berdiri di puncak rantai makanan sepak bola Asia Tenggara. Publik kini menanti, sejauh mana menara Elkan Baggott sanggup membungkam rintihan imajiner pelatih Bulgaria di lapangan hijau nanti.
Editor : Anggi Septian A.P.