JAKARTA – Insiden kontroversial kembali mewarnai persaingan panas MotoGP 2026. Kali ini melibatkan juara dunia delapan kali Marc Marquez yang mendapatkan penalti dalam sprint race MotoGP Thailand 2026 di Sirkuit Chang International, Buriram.
Keputusan steward tersebut langsung memicu perdebatan di kalangan pengamat dan penggemar balap. Bahkan legenda MotoGP, Randy Mamola, secara terbuka membela Marquez dan menilai manuver yang dilakukan pembalap asal Spanyol itu sebenarnya masih wajar dalam dunia balap.
Duel Sengit dengan Pedro Acosta
Kontroversi bermula saat sprint race memasuki lap ke-12 dari total 13 lap. Saat itu, Marc Marquez sedang terlibat duel ketat dengan pembalap muda sensasional Pedro Acosta untuk memperebutkan posisi terdepan.
Memasuki tikungan terakhir, Marquez mencoba melakukan manuver menyalip yang cukup agresif. Ia terlambat melakukan pengereman dan sedikit melebar ketika masuk tikungan.
Situasi tersebut memaksa Pedro Acosta keluar dari lintasan untuk menghindari potensi tabrakan. Meski tidak terjadi kontak serius antara kedua pembalap, insiden itu langsung ditinjau oleh pengawas balapan.
Steward akhirnya menjatuhkan hukuman kepada Marquez berupa penalti mundur satu posisi. Hukuman tersebut membuat kemenangan yang sudah hampir diraih Marquez harus lepas, dan ia akhirnya hanya finis di posisi kedua.
Baca Juga: Mahasiswa UNISMA Jalani Program KSM Nusantara, Bantu Pondok Ramadan Janda Lansia di Blitar
Randy Mamola Anggap Penalti Terlalu Keras
Keputusan steward langsung memicu perdebatan. Salah satu suara paling vokal datang dari Randy Mamola.
Legenda MotoGP tersebut mengaku sudah menonton ulang rekaman insiden tersebut dan menilai bahwa kontak antara Marquez dan Acosta sangat minimal.
Menurut Mamola, manuver seperti yang dilakukan Marquez dulu merupakan bagian normal dari duel balap di MotoGP.
“Kontaknya sangat kecil, hampir tidak ada. Di masa lalu, manuver seperti itu dianggap bagian dari balapan,” ujar Mamola.
Ia juga menilai bahwa regulasi balapan saat ini jauh lebih ketat dibanding era sebelumnya. Hal tersebut membuat manuver agresif yang dulu dianggap wajar kini bisa langsung dinilai sebagai pelanggaran.
Aturan Keselamatan Jadi Alasan
Namun tidak semua pihak setuju dengan pandangan Mamola. Sejumlah analis MotoGP justru menilai keputusan steward sudah tepat.
Menurut mereka, regulasi modern MotoGP memang dirancang untuk meningkatkan keselamatan pembalap. Dengan kecepatan motor yang semakin tinggi, risiko kecelakaan juga meningkat jika duel agresif dibiarkan tanpa batas.
Karena itu, setiap manuver yang memaksa pembalap lain keluar lintasan kini lebih sering dianggap sebagai pelanggaran.
Baca Juga: SOTR Punya Tujuan Positif bagi Anak Muda: Keliling Sambil Bagikan Makanan Jelang Waktu Sahur
Perbedaan pandangan ini pun memecah opini para penggemar MotoGP. Sebagian merasa Marquez diperlakukan terlalu keras, sementara yang lain menilai aturan harus ditegakkan tanpa memandang reputasi pembalap.
Marquez Terima Keputusan Steward
Bagi Marc Marquez sendiri, penalti tersebut jelas terasa menyakitkan. Selain kehilangan kemenangan, ia juga kehilangan momentum penting pada awal musim.
Meski demikian, pembalap bernomor 93 itu tetap menunjukkan sikap profesional dengan menerima keputusan steward.
Marquez hanya mempertanyakan waktu pemberitahuan penalti yang menurutnya datang terlalu terlambat saat balapan hampir berakhir.
Insiden ini kembali menunjukkan betapa tipisnya batas antara manuver agresif dan pelanggaran di MotoGP modern.
Satu keputusan kecil di tikungan terakhir dapat mengubah hasil balapan secara dramatis.
Kontroversi di Thailand pun dipastikan akan semakin memanaskan rivalitas antara Marc Marquez dan Pedro Acosta sepanjang musim MotoGP 2026. Para penggemar kini menantikan apakah duel kedua pembalap tersebut akan kembali terjadi di seri-seri berikutnya.
Editor : Anggi Septian A.P.