Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Mengapa Persib Bandung Tetap Dibiayai Glenn Sugita Meski Rugi Tiap Musim? Terungkap Strategi Bisnis di Balik Kerugian Maung Bandung

Anggi Septian A.P. • Kamis, 12 Maret 2026 | 16:25 WIB

Mengapa Persib Bandung tetap dibiayai Glenn Sugita meski rugi tiap musim? Terungkap strategi bisnis di balik klub Maung Bandung.
Mengapa Persib Bandung tetap dibiayai Glenn Sugita meski rugi tiap musim? Terungkap strategi bisnis di balik klub Maung Bandung.

JAKARTA - Nama Persib Bandung selalu identik dengan popularitas besar di sepak bola Indonesia. Namun di balik dukungan fanatik Bobotoh dan atmosfer stadion yang meriah, ada fakta menarik yang jarang diketahui publik: secara bisnis, klub berjuluk Maung Bandung itu disebut kerap mengalami kerugian setiap musim.

Meski demikian, Glenn Timoti Sugita, Direktur Utama PT Persib Bandung Bermartabat, tetap bertahan membiayai operasional klub. Kondisi ini memunculkan pertanyaan besar di kalangan pengamat sepak bola: jika Persib Bandung terus merugi, apa sebenarnya yang dikejar oleh Glenn Sugita?

Banyak yang mengira keputusan tersebut semata-mata karena kecintaan terhadap sepak bola. Namun di balik itu, ternyata terdapat strategi bisnis yang jauh lebih besar.

Baca Juga: Fenomena Pedro Acosta: Gaya Balap Mirip Valentino Rossi, Siap Jegal Marc Marquez dan Dominasi Juara MotoGP 2026!

Dari Atlet hingga Bos Investasi

Sebelum dikenal sebagai figur penting di balik Persib Bandung, Glenn Sugita memiliki latar belakang yang cukup unik. Ia lahir di Bandung dan sempat dikenal sebagai atlet tenis di masa mudanya.

Kariernya kemudian berkembang pesat di dunia bisnis dan investasi. Glenn menjadi salah satu pendiri Northstar Group, perusahaan investasi berbasis di Singapura yang mengelola dana investasi dalam skala sangat besar di Asia Tenggara.

Dengan pengalaman panjang di sektor keuangan, kekayaan pribadi Glenn Sugita diperkirakan mencapai puluhan triliun rupiah.

Namun berbeda dengan banyak konglomerat lain yang cenderung menjauh dari dunia sepak bola karena risiko finansial tinggi, Glenn justru mengambil langkah berani dengan terjun langsung ke dalam pengelolaan klub.

Persib Mandiri Tanpa Dana APBD

Perubahan besar terjadi pada sekitar tahun 2010 ketika Persib Bandung mulai bertransformasi menjadi klub profesional yang mandiri secara finansial.

Pada periode tersebut, Glenn Sugita bersama sejumlah investor besar seperti Erick Thohir dan Peter Tanuri membentuk konsorsium untuk menopang operasional klub.

Langkah ini diambil setelah kebijakan sepak bola nasional mendorong klub-klub profesional untuk tidak lagi bergantung pada dana pemerintah daerah atau APBD.

Awalnya, Persib Bandung cukup mudah menarik sponsor karena popularitasnya yang besar. Namun kondisi sepak bola Indonesia saat itu masih penuh tantangan.

Jadwal liga sering berubah, isu pengaturan skor mencuat, hingga beberapa insiden kerusuhan suporter membuat banyak perusahaan menarik diri dari dunia sepak bola.

Situasi tersebut membuat banyak klub kesulitan mencari sponsor.

Baca Juga: Senjata Rahasia Aprilia di MotoGP 2026 Terbongkar! Siap Tantang Duet Maut Marc Marquez dan Pedro Acosta di Ducati?

Skema Sponsor Konsorsium

Di tengah kondisi tersebut, Glenn Sugita memperkenalkan sistem baru dalam kerja sama sponsor yang cukup berbeda dari kebiasaan klub sepak bola pada umumnya.

Alih-alih hanya menjual ruang iklan di jersey atau stadion, Persib Bandung membangun sebuah konsorsium sponsor.

Dalam skema ini, sejumlah perusahaan yang ingin menjadi sponsor bergabung sebagai anggota dan berkontribusi dalam pendanaan klub secara kolektif.

Sebagai gambaran sederhana, jika Persib membutuhkan dana Rp100 miliar untuk satu musim kompetisi, maka dana tersebut dapat dibagi kepada sejumlah sponsor.

Misalnya terdapat 10 perusahaan yang tergabung dalam konsorsium, maka masing-masing perusahaan dapat berkontribusi sekitar Rp10 miliar.

Namun kontribusi mereka tidak hanya sebatas pendanaan.

Baca Juga: Gebrakan LCR Honda di MotoGP 2027: Diogo Moreira Jadi Kandidat Rekan Fabio Quartararo, Bos LCR Siap Lepas Sang Wonderkid ke Tim Pabrikan!

Ekosistem Bisnis di Balik Persib

Dalam model bisnis tersebut, sponsor juga dilibatkan dalam berbagai program promosi bersama klub.

Mulai dari aktivasi merek di media sosial, promosi saat pertandingan, kegiatan bersama suporter, hingga kampanye pemasaran yang terintegrasi dengan aktivitas klub.

Dengan pendekatan ini, sponsor tidak hanya mendapatkan eksposur merek, tetapi juga loyalitas konsumen dari basis suporter Persib yang sangat besar.

Model ini terbukti menarik minat banyak perusahaan besar. Salah satunya adalah Salim Group, pemilik berbagai merek besar seperti Indomie, Indofood, dan Indomaret.

Selain promosi, sponsor juga bisa memperoleh keuntungan tambahan melalui berbagai sumber pendapatan klub seperti penjualan tiket, merchandise, hak siar, hingga konten digital.

Kerugian yang Dianggap Investasi

Secara laporan finansial, operasional klub sepak bola memang sering kali terlihat merugi. Biaya operasional yang besar, mulai dari gaji pemain hingga logistik pertandingan, membuat keuntungan langsung sulit diperoleh.

Namun dalam perspektif bisnis jangka panjang, model yang dibangun Glenn Sugita justru dinilai sebagai investasi untuk menciptakan ekosistem industri sepak bola yang lebih besar.

Persib Bandung tidak hanya berfungsi sebagai tim sepak bola, tetapi juga sebagai platform bisnis yang menghubungkan merek, suporter, dan industri hiburan olahraga.

Baca Juga: Fenomena Pedro Acosta: Gaya Balap Mirip Valentino Rossi, Siap Jegal Marc Marquez dan Dominasi Juara MotoGP 2026!

Dengan basis penggemar yang sangat besar di Jawa Barat, Persib memiliki nilai komersial yang tinggi bagi berbagai perusahaan.

Bagi Glenn Sugita, kerugian operasional yang terlihat di permukaan kemungkinan hanyalah bagian dari strategi jangka panjang.

Model bisnis ini bahkan dianggap berpotensi menjadi contoh bagi klub-klub lain di Indonesia dalam mengembangkan industri sepak bola yang lebih profesional dan berkelanjutan.

Editor : Anggi Septian A.P.
#Northstar Group #glenn sugita #glenn sugita persib bandung #pt persib bandung bermartabat #persib bandung