JAKARTA – Persija Jakarta menegaskan sikap pantang menyerah dalam persaingan sengit perebutan gelar juara BRI Super League musim 2025/2026. Meski kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia ini memasuki fase krusial dengan tensi yang semakin mendidih, skuad Macan Kemayoran tetap optimistis bisa mengakhiri musim di podium tertinggi. Keyakinan ini didasari pada performa tim yang stabil di papan atas klasemen.
Manajemen tim ibu kota percaya bahwa peluang untuk melihat Persija Jakarta Juara BRI Super League masih terbuka sangat lebar. Syarat utamanya tidak main-main: Jordi Amat dan kawan-kawan wajib tampil sempurna dan meminimalisir kesalahan sekecil apa pun. Tekanan besar kini berada di pundak pelatih Mauricio Souza untuk meramu strategi jitu guna mengamankan poin penuh di setiap pertandingan yang tersisa.
Saat ini, Persija Jakarta tertahan di peringkat ketiga klasemen sementara dengan torehan 51 poin. Mereka masih memiliki selisih enam angka dari Persib Bandung yang kokoh di puncak klasemen, serta tertinggal dua poin dari Borneo FC Samarinda yang membayangi di posisi kedua. Kendati jarak enam poin tersebut dinilai cukup menantang bagi banyak pengamat, kubu Macan Kemayoran menolak untuk mengibarkan bendera putih sebelum peluit akhir musim dibunyikan.
Evaluasi Menyeluruh dan Mentalitas Juara
Direktur Utama Persija Jakarta, Mohamad Prapanca, menyampaikan bahwa dinamika di papan atas sangat cair. Menurutnya, jarak poin yang ada saat ini bukanlah hambatan permanen, melainkan tantangan yang harus dijawab dengan konsistensi di lapangan. Prapanca menekankan pentingnya menjaga mentalitas bertanding para pemain agar tidak kehilangan fokus, terutama saat menghadapi tim-tim kuda hitam yang kerap merepotkan.
"Kami belum menyerah. Peluang untuk menjadi juara masih tetap terbuka. Instruksi kami jelas, para pemain harus mampu tampil konsisten dan menghindari kehilangan poin yang tidak perlu dalam 10 laga sisa. Setiap pertandingan adalah final," tegas Prapanca saat memberikan keterangan resmi terkait ambisi tim di akhir musim ini.
Senada dengan Prapanca, Direktur Olahraga Persija, Bambang Pamungkas, turut memberikan suntikan motivasi. Legenda hidup yang akrab disapa BP ini menilai peta persaingan di Super League masih sangat mungkin berubah drastis dalam beberapa pekan ke depan. Pengalaman BP di kompetisi domestik membuatnya yakin bahwa drama perburuan gelar seringkali ditentukan pada detik-detik terakhir kompetisi.
Strategi Sapu Bersih 10 Pertandingan Sisa
Bagi Bambang Pamungkas, melihat Persija Jakarta Juara BRI Super League musim ini bukanlah sebuah kemustahilan atau sekadar mimpi di siang bolong. Namun, ia menyadari bahwa manajemen bersama tim pelatih harus bekerja ekstra keras. Evaluasi menyeluruh sedang dilakukan untuk memastikan lini pertahanan lebih solid dan lini serang lebih klinis dalam memanfaatkan peluang.
"Situasi klasemen masih sangat dinamis. Selama kita mampu menjaga performa dan meraih hasil maksimal di setiap laga, posisi puncak bisa kita rebut kembali. Kami sedang melakukan evaluasi mendalam agar target menyapu bersih 30 poin dari 10 pertandingan sisa dapat tercapai," ujar BP dengan nada optimis.
Langkah evaluasi ini mencakup aspek fisik pemain hingga kedalaman taktik. Mengingat jadwal yang padat, rotasi pemain yang tepat oleh Mauricio Souza akan menjadi kunci utama. Persija tidak ingin terpeleset lagi seperti di beberapa laga sebelumnya yang membuat mereka harus merelakan posisi puncak diambil alih oleh sang rival abadi, Persib Bandung.
Dukungan suporter setia, The Jakmania, juga diharapkan menjadi pemain ke-12 yang mampu membakar semangat juang tim di stadion. Dengan sisa 10 pertandingan, setiap laga kandang maupun tandang akan diperlakukan sebagai partai hidup mati demi menjaga marwah klub dan membawa pulang trofi BRI Super League ke Jakarta. Penggemar sepak bola nasional kini menantikan apakah ambisi besar Macan Kemayoran ini akan membuahkan hasil manis di penghujung musim nanti.
Editor : Anggi Septian A.P.