JAKARTA – Persaingan memperebutkan takhta tertinggi di kasta sepak bola nasional semakin memanas dan penuh intrik. Memasuki fase krusial, tensi Persaingan Papan Atas Super League 2026 kian mendidih, melibatkan tiga kekuatan besar: Persib Bandung, Persija Jakarta, dan Borneo FC Samarinda. Ketiga tim ini hanya terpaut margin poin yang sangat tipis, membuat setiap pekan pertandingan terasa seperti laga final yang menentukan nasib gelar juara di akhir musim.
Pelatih Borneo FC, Fabio Lefundes, memberikan sorotan tajam mengenai dinamika Persaingan Papan Atas Super League 2026 yang menurutnya terbagi menjadi dua fase berbeda. Saat ini, Borneo FC menguntit di posisi ketiga dengan 50 poin, hanya berselisih satu angka dari Persija Jakarta di posisi kedua, dan terpaut empat angka dari pemuncak klasemen, Persib Bandung. Lefundes menyebut ada "tradisi" unik yang selalu ditunjukkan oleh Persib Bandung dalam perburuan gelar setiap musimnya.
Menurut pelatih asal Brasil tersebut, Maung Bandung memiliki pola yang konsisten dalam Persaingan Papan Atas Super League 2026. "Persib punya tradisi tidak memulai liga dengan baik. Tapi sejak mereka masuk empat besar, mereka menjaga konsistensi dengan sangat luar biasa," ungkap Lefundes. Ia mengakui bahwa mengejar ritme Persib di putaran kedua adalah tantangan berat bagi tim manapun, termasuk Borneo FC yang baru saja menahan imbang Persija 2-2 di Jakarta.
Polemik Istilah 'Papa' dan Integritas Liga
Di tengah sengitnya perebutan poin, bumbu kontroversi muncul dari internal manajemen Borneo FC. Manajer tim, Dandri Dauri, memicu polemik luas setelah menggunakan istilah "Papa" di media sosial pasca kekalahan dari Dewa United. Istilah ini sering dikaitkan oleh netizen dengan sosok Direktur Utama PT LIB, Ferry Paulus. Dandri mengklarifikasi bahwa ungkapan tersebut merupakan bentuk kekecewaan atas standar ganda wasit dan penggunaan VAR yang dinilai tidak optimal.
Dandri mempertanyakan mengapa sanksi denda Rp100 juta bisa jatuh dengan sangat cepat hanya karena keterlambatan waktu, sementara keputusan krusial di lapangan melalui VAR seringkali diabaikan. "Bahasa Papa itu saya kutip dari netizen. Saya hanya ingin konsistensi regulasi demi integritas kompetisi. Kalau ada yang tersinggung, mungkin mereka terlalu sensitif," ujar Dandri dengan nada satir yang menyindir pihak-pihak yang merasa terpojok oleh pernyataannya.
Sisi Lain Maung Bandung: Sadil Ramdani dan Mukena
Berbeda dengan ketegangan di meja manajemen, suasana di internal Persib Bandung justru tampak lebih cair berkat kehadiran Sadil Ramdani. Winger lincah tersebut baru-baru ini viral karena mengunggah video menggunakan mukena di akun TikTok pribadinya. Sadil yang memang dikenal sebagai sosok penghibur di ruang ganti, sukses mencairkan suasana kaku di tengah tekanan besar mempertahankan posisi puncak klasemen.
Aksi nyentrik Sadil ini mendapatkan respons positif dari Bobotoh yang menganggapnya sebagai "maskot keberuntungan" tim. Kehadiran figur seperti Sadil dinilai krusial untuk menjaga kesehatan mental para pemain agar tetap tenang menghadapi tekanan besar di sisa musim. Bagi Persib, harmoni di ruang ganti adalah modal utama untuk menjaga jarak poin dari kejaran Persija dan Borneo FC.
Kejutan Prediksi Badru di JIS
Drama persaingan musim ini ditutup dengan aksi tak terduga dari suporter ikonik Persija Jakarta, Badru. Saat diwawancarai di Jakarta International Stadium (JIS) setelah laga melawan Borneo FC, Badru justru mengeluarkan prediksi yang mengejutkan publik ibu kota. Meski berstatus pendukung setia Macan Kemayoran, ia justru secara terang-terangan menjagokan Persib Bandung untuk menjadi juara musim ini.
"Semoga Persija menang, tapi kalau ditanya siapa juaranya, Persib Bandung," ujar Badru santai. Pernyataan ini viral dan memicu spekulasi mengenai kenyamanan emosional sang suporter saat berada di Bandung dibandingkan di Jakarta. Fenomena ini membuktikan bahwa Persaingan Papan Atas Super League 2026 tidak hanya soal taktik di lapangan, tetapi juga tentang rasa hormat dan pengakuan antar-suporter yang melampaui batas rivalitas tradisional.
Editor : Anggi Septian A.P.