JAKARTA – Real Madrid boleh saja menyandang status sebagai klub paling sukses di jagat raya dengan koleksi trofi Liga Champions terbanyak. Namun, di Indonesia, klub raksasa asal Spanyol ini memiliki fenomena unik yang tidak ditemukan di belahan dunia lain: julukan "Dedemit". Sebutan yang identik dengan makhluk halus ini melekat erat pada basis fans Real Madrid di tanah air, menciptakan sebuah identitas digital yang ambigu antara humor dan harga diri.
Istilah "Dedemit" atau "The Mid" mulanya lahir dari kreativitas liar netizen Indonesia di kolom komentar media sosial. Secara harfiah, demit berarti makhluk gaib yang sering kali dianggap menyeramkan atau liar. Dalam konteks rivalitas suporter, julukan ini merupakan plesetan dari kata "Dedek-dedek Madrid". Julukan ini muncul sebagai tandingan untuk sebutan "Dekul" (Dedek-dedek Barcelona) dalam perang urat syaraf yang tak pernah usai antara kedua kubu.
Fenomena fans Real Madrid yang kerap vokal, defensif, dan "berbahaya" saat membela klub kesayangan mereka di dunia maya membuat label "Dedemit" cepat menyebar luas. Mulai dari Twitter (X), TikTok, hingga grup-grup Facebook, istilah ini bertransformasi dari sekadar candaan menjadi stempel karakter bagi para suporter Los Blancos di Indonesia.
Madridista: Identitas Resmi yang Terlupakan?
Padahal, secara global, pendukung setia Real Madrid memiliki nama resmi yang penuh kehormatan: Madridista. Nama ini bukan sekadar sebutan, melainkan identitas yang diakui secara institusi oleh klub. Madridista digunakan dalam program loyalitas, kartu keanggotaan resmi, hingga situs web klub. Identitas ini mencerminkan struktur yang terorganisir melalui Peñas Madridistas—komunitas resmi yang tersebar dari Spanyol hingga Asia, termasuk Indonesia.
Di Indonesia sendiri, terdapat komunitas Peña resmi yang memiliki koneksi langsung dengan manajemen di Santiago Bernabeu. Namun, ironisnya, di jagat viral internet, nama "The Mid FC" atau "Dedemit" justru sering kali lebih nyaring terdengar dibandingkan nama resmi Madridista Indonesia. Hal ini memicu pertanyaan besar: apakah julukan nyeleneh ini meningkatkan nilai komunitas atau justru mereduksi harga diri klub sebesar Real Madrid?
Antara Plesetan Receh dan Kebanggaan Institusi
Netizen Indonesia memang dikenal lebih menyukai plesetan yang nyeleneh daripada formalitas organisasi. Sama halnya dengan fans Manchester United yang sering disebut "Capsek" atau fans Barcelona dengan sebutan "Banser" di kalangan netizen, julukan "The Mid" dianggap sebagai bagian dari bumbu rivalitas. Namun, perlu diingat bahwa dalam dunia sepak bola, nama adalah representasi identitas dan sejarah panjang sebuah institusi.
Menjadi fans Real Madrid berarti menjadi bagian dari sejarah raksasa sepak bola dunia. Menggunakan identitas "Dedemit" mungkin terasa lucu dan mengakrabkan di kolom komentar, namun di sisi lain, julukan tersebut memiliki nuansa ejekan terselubung. Saat ini, komunitas pendukung Real Madrid di Indonesia seolah berada di persimpangan jalan antara mempertahankan gaya "nyeleneh" khas netizen atau mulai menghidupkan kembali marwah nama Madridista yang lebih formal dan berwibawa.
Pada akhirnya, sepak bola bukan hanya soal skor di papan klasemen, tapi juga soal cara suporter menyebut diri mereka sendiri. Apakah "Dedemit" akan terus menjadi wajah suporter Madrid di Indonesia, ataukah para penggemar akan kembali bangga menggaungkan nama Madridista sejati? Pilihan tersebut kini ada di tangan para suporter yang setiap pekannya setia meneriakkan Hala Madrid.
Editor : Anggi Septian A.P.