Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Kalah dari Bhayangkara FC, Pelatih Arema FC Marcos Santos Bongkar Borok Mental Pemain Singo Edan: Singgung Nasib Adi Satrio dan Ketidakadilan Wasit!

Anggi Septian A.P. • Jumat, 13 Maret 2026 | 12:25 WIB

Nasib pelatih Arema FC Marcos Santos terancam usai 3 kekalahan beruntun. Simak respons manajemen Singo Edan soal evaluasi tim di BRI Super League!
Nasib pelatih Arema FC Marcos Santos terancam usai 3 kekalahan beruntun. Simak respons manajemen Singo Edan soal evaluasi tim di BRI Super League!

BANDAR LAMPUNG – Awan mendung belum beranjak dari langit Singo Edan. Kekalahan tipis 1-2 dari Bhayangkara Presisi Indonesia FC di Stadion PKOR Sumpah Pemuda, Selasa malam, menyisakan luka mendalam bagi tim asal Malang tersebut. Pelatih Arema FC, Marcos Santos, akhirnya buka suara dengan nada bicara yang sarat akan rasa bangga sekaligus kekecewaan yang tertahan.

Dalam sesi konferensi pers yang berlangsung emosional, Marcos menilai anak asuhnya telah menunjukkan performa kompetitif yang luar biasa. Namun, pelatih asal Brasil ini tidak bisa menutupi kegeramannya terhadap faktor non-teknis. Menurut pelatih Arema FC tersebut, sejumlah keputusan pengadil lapangan sejak menit awal pertandingan secara perlahan meruntuhkan kontrol permainan yang telah dibangun timnya.

"Saya sudah pernah bermain di kasta tertinggi Serie A Brasil dan Copa Libertadores, tetapi saya tidak pernah mengalami situasi seperti pertandingan tadi," ujar Marcos dengan nada satir. Meski menegaskan bahwa Arema FC tetap menghormati keputusan wasit, ia berharap adanya keadilan yang lebih nyata di lapangan hijau agar tidak mencederai perjuangan para atlet.

Baca Juga: Murka! Pelatih Arema FC Marcos Santos Semprot Wasit Usai Singo Edan Dipecundangi Bhayangkara FC, Bandingkan dengan Liga Italia!

Badai Kartu Merah dan Krisis Mental Babak Pertama

Fokus utama kekecewaan pelatih Arema FC ini tertuju pada dua kartu merah yang diterima anak asuhnya, Pablo Oliveira dan Dalberto Luan. Marcos menilai keputusan wasit untuk mengusir Pablo di babak pertama masih sangat bisa diperdebatkan. Begitu pula dengan insiden Dalberto di babak kedua, di mana pemain lawan yang melakukan provokasi justru lolos dari hukuman serupa.

"Situasi bermain dengan sembilan pemain itu sangat sulit, tetapi saya sangat bangga karena mereka tetap berjuang sampai akhir pertandingan," tandas juru taktik berusia 46 tahun tersebut. Namun, di balik pembelaannya terhadap pemain, Marcos Santos juga memberikan teguran keras terkait mental bertanding timnya.

Ia menyoroti kebiasaan buruk para penggawa Arema FC yang kerap telat panas di babak pertama. "Kami harus memperbaiki mental. Dalam tiga pertandingan sebelumnya, kami gagal mengembangkan permainan di awal laga. Pemain harus fokus dan kuat sejak peluit pertama dibunyikan, seperti saat kita menghadapi Persija di SUGBK beberapa waktu lalu," tegasnya.

Baca Juga: Arema FC Telan 3 Kekalahan Beruntun, Nasib Pelatih Arema FC Marcos Santos di Ujung Tanduk? Manajemen Singo Edan Akhirnya Buka Suara!

Persiapan Terpendek Sepanjang Tahun 2026

Manajemen Arema FC juga mengakui adanya tantangan berat dari sisi jadwal. Laga kontra Bhayangkara FC ini menjadi pertandingan dengan masa persiapan terpendek bagi Singo Edan sepanjang tahun 2026. Johan Alfarizi dkk hanya memiliki waktu pemulihan selama tiga hari setelah laga melelahkan melawan Bali United.

Kondisi ini sangat kontras dengan Bhayangkara FC yang memiliki waktu istirahat hingga delapan hari. "Dengan waktu yang pendek, kami harus melakukan banyak penyesuaian. Jeda laga yang cukup sangat mempengaruhi kondisi otot dan konsentrasi pemain saat bertanding," jelas Marcos. Belum lagi tantangan cuaca ekstrem di Malang yang seringkali mempersingkat waktu latihan tim sebelum bertolak ke Lampung.

Misteri Absennya Adi Satrio

Di sektor penjaga gawang, Arema FC kembali tampil tanpa kiper utama mereka, Adi Satrio. Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak manajemen terkait penyebab pasti absennya kiper timnas tersebut, meski spekulasi mengenai proses pemulihan cedera masih menjadi alasan yang paling kuat.

Tanpa Adi Satrio, tim pelatih terpaksa mengandalkan Jan Luka Pandeinuwu dan Lukas Frigeri di bawah mistar. Absennya beberapa pilar kunci seperti Valdeci Moreira juga menambah panjang daftar pekerjaan rumah bagi Marcos Santos untuk menjaga keseimbangan skuad yang kini mulai terlempar dari persaingan papan atas.

Senada dengan sang pelatih, Kapten tim Julian Guevara mengakui bahwa performa tim di babak pertama memang jauh dari kata maksimal. "Kami tahu di babak pertama kami kurang. Jika kami ingin berada di papan atas, kami harus terus berjuang dan memperbaiki kesalahan ini segera," pungkas Guevara.

Baca Juga: Melihat Kegembiraan Buka Bersama Napi dan Keluarga dari Balik Jeruji Besi Lapas Blitar

Editor : Anggi Septian A.P.
#BRI Super League 2026 #Hasil Pertandingan Arema FC vs Bhayangkara FC #pelatih arema fc #Marcos Santos