JAKARTA – Persaingan menuju takhta juara BRI Super League 2025/2026 kian memanas di fase akhir kompetisi. Meskipun saat ini tengah tertinggal dalam perolehan poin dari sang rival abadi, manajemen Persija Jakarta menegaskan bahwa bendera putih belum dikibarkan. Macan Kemayoran masih menyimpan optimisme tinggi untuk mengkudeta posisi puncak klasemen, meski harus dihadapkan pada masalah internal terkait kedisiplinan pemain.
Optimisme ini disampaikan langsung oleh Direktur Persija Jakarta, Mohamad Prapanca, yang melihat celah lebar untuk menyalip kompetitor di papan atas. Prapanca meyakini bahwa peluang untuk duduk di peringkat pertama masih terbuka sangat lebar bagi skuad asuhan Mauricio Souza, asalkan konsistensi performa dapat dijaga di sisa laga krusial.
Namun, di tengah ambisi besar tersebut, Persija Jakarta tengah dipusingkan oleh perilaku salah satu pemain asing mereka, Alano. Direktur Olahraga Persija, Bambang Pamungkas, secara terang-terangan menyoroti hobi buruk sang pemain yang terlalu sering mengoleksi kartu kuning. Masalah kedisiplinan ini dianggap menjadi ganjalan serius yang merugikan kekuatan tim di saat-saat paling menentukan.
Baca Juga: Deteksi Penyalahgunaan Narkotika, Para Pekerja di Stasiun Blitar KA Dites Narkoba
Masalah Disiplin Alano yang Merugikan Tim
Bambang Pamungkas, atau yang akrab disapa BP, mengungkapkan bahwa pihaknya sedang mencari formula yang efektif untuk meredam kebiasaan Alano. Akumulasi kartu yang didapatkan pemain asal Brasil tersebut bukanlah perkara sepele. Akibat kegagalannya mengontrol emosi di lapangan, Alano tercatat sudah absen dalam tiga pertandingan penting melawan Malut United, Persik Kediri, dan Arema FC.
"Saya setuju bahwa memang harus ada solusi terkait dengan apa yang sering dilakukan Alano karena ini cukup merugikan tim dan kita sudah berkali-kali menyampaikan itu," tegas BP dalam acara Ngopi Bareng Persija di Jakarta Selatan, Selasa (10/3).
BP menambahkan bahwa sebenarnya tindakan persuasif maupun teguran keras sudah dilakukan kepada seluruh pemain sejak putaran pertama. Menariknya, pemain lain mulai menunjukkan perubahan sikap yang lebih positif, kecuali Alano. "Yang lainnya bisa mengerti, tinggal Alano yang belum mengerti. Kita perlu lebih intensif lagi untuk bicara dengannya," tambah legenda hidup sepak bola Indonesia tersebut.
Mengejar Defisit Enam Poin dari Persib Bandung
Beralih ke persaingan klasemen, kondisi Persija Jakarta saat ini berada di peringkat ketiga dengan koleksi 51 poin dari 24 pertandingan. Macan Kemayoran terpaut enam angka dari Persib Bandung yang kokoh di puncak dengan 57 poin, serta tertinggal empat angka dari Borneo FC di posisi kedua.
Jarak ini melebar setelah Persija hanya mampu bermain imbang 2-2 melawan Borneo FC di laga kandang terakhir. Sebaliknya, Maung Bandung justru tampil perkasa dengan melumat Persik Kediri tiga gol tanpa balas. Meski demikian, Muhammad Prapanca tetap memupuk asa bagi para suporter The Jakmania.
"Tentunya kita masih punya kesempatan untuk bisa duduk di peringkat pertama. Mudah-mudahan, Amin," ujar Prapanca optimis. Baginya, dalam sepak bola Indonesia, segala hal bisa terjadi hingga pekan terakhir, apalagi tim-tim papan atas masih akan saling berhadapan satu sama lain.
Syarat Mutlak: Dilarang Terpeleset!
Ambisi untuk mengangkat trofi musim ini disertai dengan satu syarat mutlak yang tidak bisa ditawar. Prapanca menegaskan bahwa Persija dilarang keras terpeleset atau kehilangan poin di sisa pertandingan musim ini. Kesalahan sekecil apa pun di sisa musim akan menutup pintu rapat-rapat bagi Macan Kemayoran untuk meraih gelar.
Fokus manajemen kini terbagi dua: memastikan seluruh pemain memiliki mentalitas juara untuk menyapu bersih sisa laga, serta memastikan pemain kunci seperti Alano bisa lebih disiplin demi menjaga kedalaman skuad. Jika masalah kartu kuning ini tidak segera teratasi, Persija dipastikan akan terus pincang di laga-laga krusial mendatang.
Perjalanan menuju gelar juara Super League 2025/2026 memang masih panjang dan penuh liku, namun dengan komitmen manajemen serta dukungan penuh dari suporter, Persija Jakarta bertekad membuktikan bahwa mereka adalah kandidat terkuat raja sepak bola tanah air tahun ini.
Editor : Anggi Septian A.P.