JAKARTA - Persaingan papan atas BRI Super League 2025/2026 memasuki fase krusial di pekan ke-26. Persib Bandung yang saat ini kokoh di puncak klasemen dengan raihan 57 poin, diprediksi bakal semakin nyaman di singgasana. Hal ini menyusul kabar kurang sedap yang menerpa rival abadi mereka, Persija Jakarta. Tim berjuluk Macan Kemayoran tersebut terancam pincang saat menghadapi Dewa United akibat ulah gelandang andalannya, Alano Lima, yang kembali harus absen karena akumulasi kartu.
Situasi internal Persija Jakarta kini tengah menjadi sorotan tajam. Alano Lima, yang sejatinya merupakan motor serangan di lini tengah, justru menjadi beban tim karena catatan disiplinnya yang buruk. Dari 21 pertandingan yang dijalani, pemain asal Brasil tersebut sudah mengoleksi 12 kartu kuning—sebuah rekor terbanyak di liga musim ini. Absennya Alano di laga krusial mendatang menjadi angin segar bagi Persib Bandung untuk memperlebar jarak poin dan mengamankan ambisi juara.
Direktur Olahraga Persija Jakarta, Bambang Pamungkas, tak menutupi rasa kecewanya terhadap perilaku sang pemain di lapangan. Menurut legenda sepak bola yang akrab disapa Bepe tersebut, pihak manajemen sudah berulang kali memberikan teguran keras. "Saya setuju bahwa memang harus ada solusi terkait apa yang sering dilakukan Alano karena ini cukup merugikan tim. Kita perlu lebih intensif lagi untuk 'ngobrol' sama dia agar dia mengerti," ujar Bepe dengan nada tegas.
Krisis Disiplin Alano dan Keuntungan bagi Maung Bandung
Kehilangan Alano Lima dipastikan akan mereduksi kekuatan lini tengah Persija. Tanpa pengatur ritme permainan, kreativitas serangan Macan Kemayoran diprediksi bakal menurun drastis saat meladeni Dewa United. Kondisi ini berbanding terbalik dengan Persib Bandung yang sedang berada dalam tren positif. Bobotoh—pendukung setia Persib—kini menaruh harapan besar agar Persija terpeleset di pekan ini demi memuluskan jalan Maung Bandung meraih trofi.
Jika Persija gagal meraih poin penuh, otomatis tekanan terhadap Persib di puncak klasemen akan sedikit berkurang. Saat ini, Maung Bandung hanya terpaut 4 poin dari Borneo FC di posisi kedua dan 6 poin dari Persija di posisi ketiga. Dengan selisih yang tipis, setiap kesalahan kecil dari para pesaing akan menjadi keuntungan besar bagi skuad asuhan Bojan Hodak.
Mentalitas Juara: Fokus Step by Step
Meski berada di atas angin, para pemain Persib Bandung memilih untuk tetap membumi. Beckham Putra Nugraha, gelandang muda Persib, menegaskan bahwa timnya tidak ingin terbuai dengan kegagalan tim lawan atau euforia berlebih mengenai gelar juara. Baginya, fokus pada performa sendiri adalah kunci utama untuk mempertahankan mahkota juara di tanah air.
"Kita step by step, laga demi laga. Persaingan musim ini sangat berat dan kuat. Yang terpenting kita fokus di setiap laga kita sendiri. Tidak usah menghiraukan tim lain, karena juara itu tergantung pada performa kita, bukan hasil tim lain," ungkap pemain yang akrab disapa Etam tersebut.
Senada dengan Beckham, bek asing asal Italia, Federico Barba, mengakui adanya tekanan dari Persija dan Borneo FC. Namun, ia meyakini mentalitas juara yang dimiliki skuad Pangeran Biru akan menjadi pembeda di akhir musim. Barba menilai posisi puncak yang saat ini digenggam adalah buah dari konsistensi, dan cara terbaik menjaganya adalah dengan terus memenangkan setiap pertandingan tersisa.
Bojan Hodak Redam Ekspektasi Berlebih
Di kursi kepelatihan, Bojan Hodak juga bergerak cepat untuk meredam ekspektasi yang mulai membumbung tinggi di kalangan pendukung. Pelatih asal Kroasia ini mengingatkan bahwa kasta tertinggi sepak bola Indonesia musim ini sangat kompetitif, di mana tim papan bawah pun bisa menjegal tim-tim besar.
"Jangan bicara terlalu jauh soal juara. Persaingannya begitu ketat. Kalian lihat, tim-tim dari papan bawah bisa saja menang dan semua laga begitu sulit," kata Bojan. Fokus utama mantan pelatih PSM Makassar ini saat ini adalah laga big match melawan Borneo FC pada 15 Maret mendatang. Duel ini disebut-sebut sebagai penentu siapa yang paling layak memegang takhta Super League musim ini.
Dengan kondisi Persija yang tengah "oleng" tanpa pilar utamanya, mampukah Persib Bandung memanfaatkan momentum ini untuk semakin menjauh? Pekan ke-26 dipastikan akan menyajikan drama yang akan menguras emosi para pecinta sepak bola nasional.
Editor : Anggi Septian A.P.