SURABAYA - Skuad Persib Bandung resmi mendarat di Samarinda, Kalimantan Timur, hari ini dengan misi besar mengamankan takhta puncak klasemen. Kedatangan tim kebanggaan Bobotoh ini bukan sekadar untuk bertamu, melainkan langsung tancap gas melakukan persiapan taktik demi mempermalukan Borneo FC di hadapan pendukungnya sendiri. Laga pekan ke-26 BRI Super League 2025-2026 ini diprediksi akan menjadi salah satu partai paling menentukan dalam perburuan gelar juara musim ini.
Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, mengungkapkan keyakinannya meski perjalanan menuju tangga juara masih menyisakan 10 laga krusial. Juru taktik asal Kroasia tersebut membocorkan satu rahasia besar yang membuat mental anak asuhnya tetap stabil meski harus bermain di tengah tekanan tinggi dan jadwal padat. Hodak menyoroti rekor impresif Maung Bandung yang selalu tampil moncer setiap kali memasuki bulan suci Ramadan.
"Kami harus tetap fokus. Dalam dua tahun terakhir, saya rasa kami memiliki rekor yang sangat bagus selama bulan Ramadan. Ini menjadi motivasi tambahan bagi pemain untuk memberikan hasil terbaik di lapangan," ujar Bojan Hodak saat ditemui usai sesi latihan perdana di Kalimantan. Rahasia rekor positif di bulan puasa ini menjadi senjata mental bagi punggawa Persib Bandung untuk menjaga konsistensi di tengah persaingan panas dengan Borneo FC dan Persija Jakarta.
Baca Juga: Momen Langka: Goenawan Mohamad dan Dahlan Iskan Akhirnya Bertemu Lagi Setelah 10 Tahun
Perseteruan dengan Suporter dan Sanksi Berat Persebaya
Di sisi lain, tensi sepak bola nasional sempat memanas akibat insiden pelanggaran disiplin yang melibatkan suporter. Komite Disiplin (Komdis) PSSI baru saja menjatuhkan hukuman sangat berat kepada Persebaya Surabaya. Klub berjuluk Green Force tersebut dijatuhi sanksi denda sebesar Rp250 juta akibat penyalaan petasan dan kembang api dalam jumlah besar saat menjamu Persib Bandung di Stadion Gelora Bung Tomo, 2 Maret lalu.
Keputusan resmi dari Komdis PSSI ini menjadi peringatan keras bagi seluruh klub agar mampu mengontrol perilaku suporter di dalam stadion. Meski sempat muncul isu diskualifikasi, PSSI sejauh ini tetap pada sanksi finansial dan investigasi mendalam terkait keamanan tribun. Insiden ini pun memicu reaksi dari berbagai pihak, terutama pendukung Persib yang merasa dirugikan oleh tindakan oknum suporter lawan.
Blunder Bambang Pamungkas dan Ambisi Persija
Rivalitas abadi tetap terasa saat Direktur Olahraga Persija Jakarta, Bambang Pamungkas, mengungkapkan skema internal timnya dalam mengejar ketertinggalan poin. Pria yang akrab disapa BP itu mengaku diminta manajemen untuk membuat simulasi 10 pertandingan sisa. Namun, pernyataan BP yang menyebut bahwa Persija "tidak boleh terpeleset sedikit pun" dianggap sebagai beban berat oleh para pengamat, bahkan menjadi bahan perbincangan hangat di kalangan pendukung lawan.
"Setelah meeting, Pak Panca mengumumkan pada tim bahwa kita masih punya peluang asalkan tidak terpeleset. Pada akhirnya di pekan ke-34, perbedaan poin akan sangat tipis," ungkap Bambang. Meski Persija berambisi melakukan kudeta di pekan-pekan akhir, Persib saat ini masih memimpin dengan 57 poin, unggul cukup nyaman dari Macan Kemayoran yang mengoleksi 51 poin.
Ketajaman Andrew Jang dan Rumor Transfer Raiko Rodriguez
Kekuatan Persib Bandung musim ini tak lepas dari peran vital Andrew Jang. Penyerang asal Prancis itu baru saja menorehkan sejarah sebagai pemain pertama Persib yang mencetak dua digit gol di musim 2025-2026. Dengan total 15 gol di seluruh kompetisi, produktivitas Jang melesat jauh dibandingkan musim sebelumnya saat berkarier di Liga Siprus. Ketajamannya akan menjadi tumpuan utama Hodak saat menghadapi lini pertahanan rapat Borneo FC.
Menatap masa depan, manajemen Persib juga dikabarkan tengah melirik Raiko Rodriguez Medina dari Persita Tangerang. Winger lincah yang mengoleksi 8 gol dan 7 asis musim ini dianggap sebagai sosok ideal untuk menambah kreativitas di lini tengah. Jika transfer ini terwujud, lini serang Maung Bandung dipastikan akan semakin dinamis dalam misi merengkuh hat-trick juara secara beruntun. Fokus kini sepenuhnya tertuju pada laga di Samarinda untuk membuktikan siapa penguasa sejati BRI Super League.
Editor : Anggi Septian A.P.