Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Persija Jakarta vs Borneo FC Berakhir Imbang 2-2: Asyik Menyerang, Macan Kemayoran Kena "Prank" Gol Menit Akhir di JIS

Natasha Eka Safrina • Jumat, 13 Maret 2026 | 14:00 WIB

Bos Persija Jakarta klarifikasi tudingan APBD FC! Ungkap rahasia sponsor 4 BUMD & strategi maut kudeta Persib dari puncak klasemen Super League. Klik!
Bos Persija Jakarta klarifikasi tudingan APBD FC! Ungkap rahasia sponsor 4 BUMD & strategi maut kudeta Persib dari puncak klasemen Super League. Klik!

JAKARTA – Duel sengit papan atas dalam lanjutan Liga 1 antara Persija Jakarta vs Borneo FC berakhir tanpa pemenang. Bermain di Jakarta International Stadium (JIS), tim Macan Kemayoran harus puas berbagi angka setelah ditahan imbang Pesut Etam dengan skor 2-2. Hasil ini terbilang menyesakkan bagi tuan rumah yang sempat unggul hingga menit-menit akhir pertandingan.

Hasil imbang dalam laga Persija Jakarta vs Borneo FC semalam membuat Persija tertahan di peringkat kedua klasemen sementara dengan selisih tiga poin dari pemuncak klasemen. Padahal, jika mampu mengamankan poin penuh, anak asuh Mauricio Souza tersebut bisa memangkas jarak menjadi satu poin saja. Sementara itu, Borneo FC tetap membuntuti di peringkat ketiga, hanya terpaut satu angka dari Persija.

Kegagalan meraih poin penuh di kandang dalam laga Persija Jakarta vs Borneo FC ini seolah mengulang penyakit lama Persija yang kerap kehilangan konsentrasi di masa injury time. Dominasi serangan yang mereka bangun sepanjang laga justru menjadi bumerang saat lawan melancarkan skema fast break yang mematikan. Hingga kini, Persija tercatat sudah kehilangan total enam poin di JIS akibat hasil imbang yang seharusnya bisa berakhir dengan kemenangan.

Baca Juga: Bursa Transfer Memanas! Deretan Bintang Dunia dan Timnas Indonesia yang Tolak Pinangan Persebaya Surabaya, Ada Nama Sandy Walsh!

Dominasi Macan Kemayoran dan Ketangguhan Nadio Argawinata

Persija Jakarta sejatinya tampil sangat dominan sejak menit awal. Mengandalkan tempo permainan tinggi dan kecepatan pemain seperti Maxwell, Aladin, dan Doni Tri Pamungkas dari sektor flank, Persija terus menggempur pertahanan tim tamu. Namun, mereka membentur tembok kokoh bernama Nadio Argawinata. Kiper Borneo FC tersebut tampil heroik dengan melakukan serangkaian penyelamatan gemilang yang menggagalkan peluang emas Alano dan Gustavo Almeida.

Kebuntuan baru pecah di babak kedua ketika Gustavo Almeida berhasil menyelinap di antara barisan pertahanan Borneo FC untuk membawa Persija unggul 1-0. Namun, keunggulan tersebut tidak bertahan lama. Juan Via berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 setelah memanfaatkan kelengahan lini tengah Persija dan melepaskan tendangan kaki kiri akurat yang gagal dihalau Andritany Ardhiyasa.

Drama Menit Akhir: Roket Fabio dan Gol Penyeimbang Iksan

Stadion JIS sempat bergemuruh di menit ke-80 saat Fabio melepaskan "tendangan roket" dari luar kotak penalti yang menghujam deras ke gawang Nadio. Skor 2-1 untuk keunggulan Persija seolah akan mengakhiri laga dengan kemenangan. Mauricio Souza bahkan mulai melakukan pergantian pemain defensif dengan memasukkan Fajar Faturrahman untuk memperkuat area belakang.

Baca Juga: CEO Persebaya Azrul Ananda Buka Suara Soal Visi Besar Klub, Nasib Kontrak Ernando Ari di Ujung Tanduk Jadi Incaran Persija Jakarta?

Namun, kesalahan fatal dilakukan para pemain Persija yang justru tetap bermain terbuka dan asyik menerapkan tikitaka di area lawan meski sudah unggul di menit-menit kritis. Melalui sebuah serangan balik cepat (fast break) pada menit ke-94, Kasambu mengirimkan umpan silang akurat dari sisi kiri. Andritany mencoba mengintersep bola, namun tepisannya justru jatuh ke kaki Iksan yang berdiri bebas tanpa kawalan. Dengan tenang, Iksan menceploskan bola ke gawang yang kosong dan mengubah skor menjadi 2-2.

Pelajaran Berharga: Efisiensi vs Euforia Menyerang

Hasil imbang ini memberikan pelajaran berharga bagi Persija Jakarta mengenai manajemen pertandingan. Saat sebuah tim sudah unggul di atas menit ke-80, strategi bertahan atau "parkir bus" seringkali lebih diperlukan daripada terus mengejar gol tambahan. Hal ini kontras dengan taktik pragmatis yang sering diterapkan pelatih sukses lainnya di Liga 1.

Kehilangan poin penuh di kandang tentu menjadi kerugian besar bagi Persija dalam persaingan menuju gelar juara. Selain itu, kabar buruk menimpa Persija karena Alano harus absen di laga berikutnya akibat akumulasi kartu kuning. Kini, tim ibu kota harus segera berbenah untuk memperbaiki koordinasi pertahanan mereka agar tidak lagi menjadi korban counter attack lawan di sisa musim kompetisi.

Editor : Anggi Septian A.P.
#Jakarta International Stadium #Persija Jakart #borneo fc #hasil liga 1