Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Honda Pasang Badan! Veda Ega Pratama Jadi Rebutan Tim Eropa, Hiroshi Aoyama Tegas: Bintang Moto3 Ini Tak Akan Dijual!

Ingge Nayla Ayu Karina • Minggu, 15 Maret 2026 | 17:55 WIB
Veda Ega Pratama jadi sorotan Moto3. Honda lewat Hiroshi Aoyama menegaskan bintang muda Indonesia itu tak akan dilepas ke tim Eropa.
Veda Ega Pratama jadi sorotan Moto3. Honda lewat Hiroshi Aoyama menegaskan bintang muda Indonesia itu tak akan dilepas ke tim Eropa.

 

RADAR BLITAR  – Nama pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, mendadak menjadi sorotan besar di dunia balap internasional. Penampilan impresifnya pada debut di ajang Moto3 membuat sejumlah tim elite Eropa mulai melirik dan bahkan disebut-sebut menyiapkan rencana untuk merekrutnya.

 

Namun langkah tersebut langsung dihadang oleh manajemen Honda. Bos Honda Team Asia, Hiroshi Aoyama, secara tegas menyatakan bahwa Veda merupakan aset masa depan Honda yang tidak akan dilepas ke tim lain.

 

Pernyataan keras itu muncul setelah penampilan mengejutkan Veda pada seri pembuka musim di Chang International Circuit. Balapan tersebut langsung mengangkat nama pembalap Indonesia itu ke pusat perhatian paddock Grand Prix.

 

Debut Mengguncang Moto3

 

Debut Veda Ega Pratama di kelas Moto3 bukan sekadar penampilan biasa. Ia tampil agresif sejak awal balapan dan mampu bersaing dengan pembalap-pembalap akademi Eropa yang dikenal memiliki metode balap sangat disiplin.

 

Sejumlah pengamat bahkan menyebut gaya balap Veda sebagai “invasi teknis” dari Asia ke kejuaraan dunia. Hal itu terlihat dari keberaniannya melakukan manuver di sektor-sektor sulit lintasan.

 

Salah satu keunggulan yang paling menonjol adalah kemampuan cornering speed atau kecepatan saat melibas tikungan cepat. Di beberapa sektor lintasan Buriram, Veda mampu menjaga stabilitas motor dengan sangat baik meski berada dalam tekanan tinggi dari para rival.

 

Teknik late braking yang digunakannya juga menjadi sorotan. Dengan pengereman sangat dalam, ia mampu menyusup dari sisi dalam tikungan dan mencuri posisi secara presisi.

 

Bagi pembalap debutan, teknik seperti ini biasanya membutuhkan pengalaman bertahun-tahun di kejuaraan dunia.

 

Tim Rival Mulai Waspada

 

Penampilan Veda tidak hanya memancing pujian, tetapi juga membuat sejumlah tim rival mulai melakukan pengamatan serius. Informasi yang beredar di lingkungan paddock menyebutkan bahwa beberapa tim besar Eropa telah memantau perkembangan pembalap muda Indonesia tersebut.

 

Setidaknya empat tim papan atas disebut-sebut mulai memasukkan nama Veda dalam radar pembinaan pembalap masa depan mereka.

 

Situasi ini membuat manajemen Honda bergerak cepat. Melalui pernyataan resmi, Hiroshi Aoyama menegaskan bahwa Honda tidak memiliki rencana melepas Veda ke tim lain.

 

Menurut Aoyama, talenta seperti Veda sangat langka dan merupakan bagian penting dari strategi jangka panjang Honda di Grand Prix.

 

“Dia adalah aset masa depan Honda. Kami memiliki rencana besar untuk pengembangannya,” tegas Aoyama dalam pernyataannya kepada media internasional.

 

Dipuji Komentator Eropa

 

Performa Veda Ega Pratama juga mendapat sorotan luas dari komentator balap di Eropa. Beberapa analis bahkan menyebutnya sebagai salah satu talenta paling menarik yang muncul dalam satu dekade terakhir.

 

Salah satu aspek yang paling dipuji adalah kedewasaannya dalam mengelola ban dan bahan bakar selama balapan.

 

Kemampuan ini sangat penting di kelas Moto3 yang terkenal dengan persaingan rapat di grup depan.

 

Selain itu, Veda juga dinilai memiliki spatial awareness atau kesadaran ruang yang luar biasa. Ia mampu membaca celah kecil di lintasan tanpa membahayakan pembalap lain.

 

Kualitas tersebut biasanya baru terbentuk setelah seorang rider memiliki pengalaman panjang di kejuaraan dunia.

 

Tak heran jika beberapa pakar balap di Spanyol dan Italia mulai mengakui bahwa ancaman baru kini datang dari Asia, khususnya Indonesia.

 

Fokus Menatap Seri Berikutnya

 

Di tengah sorotan besar yang datang dari berbagai arah, Veda Ega Pratama tetap menunjukkan sikap tenang. Pembalap muda itu memilih fokus pada proses pengembangan diri dibandingkan memikirkan rumor transfer.

 

Ia mengaku penampilan di Thailand hanyalah awal dari perjalanan panjangnya di kejuaraan dunia.

 

Fokus berikutnya adalah mempelajari karakter sirkuit-sirkuit di Eropa yang memiliki tantangan berbeda dibandingkan lintasan Asia.

 

Sirkuit di Eropa terkenal memiliki kondisi cuaca yang tidak menentu serta karakter tikungan yang lebih teknis.

 

Dengan dukungan penuh dari Honda Team Asia dan doa masyarakat Indonesia, Veda optimistis bisa terus berkembang sepanjang musim.

 

Perjalanan menuju podium tertinggi dunia memang masih panjang. Namun langkah awal yang diambil pembalap muda Indonesia ini sudah cukup untuk mengguncang peta persaingan Moto3.

 

Kini publik balap dunia menunggu: apakah kejutan berikutnya dari Veda Ega Pratama akan kembali tercipta di seri selanjutnya?

Editor : Ingge Nayla Ayu Karina
#hiroshi aoyama #pembalap Indonesia di motogp #moto3 #Honda Team Asia #veda ega pratama