RADAR BLITAR – Keputusan Marc Marquez meninggalkan Honda masih meninggalkan luka bagi tim pabrikan Jepang tersebut. Manajer tim Repsol Honda Team, Alberto Puig, secara terbuka mengakui bahwa kepergian sang juara dunia merupakan kehilangan besar bagi Honda.
Seperti diketahui, Marquez memutuskan mengakhiri kerja sama panjangnya dengan Honda pada akhir musim 2023. Setelah lebih dari satu dekade membela pabrikan berlogo sayap tersebut, pembalap berjuluk “The Baby Alien” memilih membuka babak baru dalam kariernya bersama Ducati Lenovo Team.
Hingga kini, hampir dua musim sejak perpisahan itu terjadi, dampaknya masih terasa di internal Honda.
Honda Kehilangan Sosok Ikonik
Dalam pernyataannya kepada media, Alberto Puig tidak menutupi rasa kehilangan terhadap pembalap asal Spanyol tersebut.
Menurut Puig, Marquez bukan sekadar pembalap biasa bagi Honda. Ia merupakan sosok kunci yang membawa banyak kesuksesan bagi tim selama bertahun-tahun.
Sejak debutnya di MotoGP pada 2013, Marquez langsung menjadi pilar utama Honda dan meraih berbagai gelar juara dunia.
Dominasi tersebut membuat namanya identik dengan Honda selama lebih dari satu dekade.
“Marc adalah pembalap luar biasa. Tentu saja kami sangat kehilangan sosok seperti dia,” ujar Puig.
Keputusan yang Bisa Dipahami
Meski merasa kehilangan, Puig menegaskan bahwa dirinya memahami alasan di balik keputusan Marquez untuk hengkang dari Honda.
Menurutnya, setiap pembalap memiliki fase dalam karier ketika ingin mencari tantangan baru.
Hal itulah yang dinilai menjadi salah satu faktor utama yang mendorong Marquez untuk meninggalkan Honda.
Puig juga menyadari bahwa kondisi performa motor Honda dalam beberapa musim terakhir tidak mampu memenuhi ekspektasi sang juara dunia.
Situasi tersebut membuat Marquez harus mengambil keputusan besar demi melanjutkan kariernya di level tertinggi.
“Saya memahami keputusannya. Kadang seorang pembalap membutuhkan sesuatu yang berbeda dalam perjalanan kariernya,” kata Puig.
Penyesalan Honda
Di balik sikap bijak tersebut, Puig tidak memungkiri bahwa ada rasa penyesalan yang masih tersisa.
Ia mengakui Honda tidak mampu menyediakan motor yang cukup kompetitif untuk Marquez pada periode terakhir kebersamaan mereka.
Padahal, pembalap tersebut dikenal memiliki ambisi besar untuk terus meraih kemenangan di setiap musim.
“Kami mungkin tidak bisa memberikan apa yang dia inginkan saat itu, yaitu motor pemenang,” ujar Puig.
Pernyataan ini seolah menjadi pengakuan bahwa penurunan performa motor Honda menjadi salah satu alasan utama kepergian Marquez.
Babak Baru Bersama Ducati
Setelah meninggalkan Honda, Marc Marquez langsung menjadi salah satu sosok penting di Ducati Lenovo Team.
Bersama pabrikan Italia tersebut, Marquez kembali menemukan performa terbaiknya dan menjadi bagian dari persaingan papan atas MotoGP.
Keputusan bergabung dengan Ducati dinilai banyak pengamat sebagai langkah tepat untuk menghidupkan kembali kariernya setelah melewati periode sulit bersama Honda.
Sementara itu, Honda sendiri masih berusaha membangun kembali kekuatan timnya agar bisa kembali bersaing di papan atas.
Dukungan Tetap Mengalir
Meski kini berada di tim rival, Puig menegaskan bahwa dirinya tetap menghormati dan mendukung perjalanan karier Marquez.
Menurutnya, hubungan profesional yang terjalin selama bertahun-tahun tidak akan hilang begitu saja.
Puig bahkan mengaku tetap mengikuti perkembangan mantan pembalap andalannya tersebut di MotoGP.
Bagi Honda, Marquez tetap menjadi bagian penting dalam sejarah panjang tim tersebut.
“Marc selalu menjadi bagian dari cerita kami. Kami menghormati semua yang telah dia lakukan bersama Honda,” ujar Puig.
Warisan Besar di Honda
Selama membela Honda, Marquez berhasil mencatatkan berbagai prestasi gemilang.
Ia memenangkan sejumlah gelar juara dunia MotoGP dan menjadi salah satu pembalap paling dominan dalam sejarah modern balap motor.
Kesuksesan tersebut membuat namanya sulit dipisahkan dari Honda.
Kini, meski keduanya telah berjalan di jalur berbeda, kisah sukses Marquez bersama Honda tetap menjadi bagian penting dalam sejarah MotoGP.
Kepergian sang juara dunia mungkin telah membuka babak baru bagi kedua pihak.
Namun satu hal yang pasti, hubungan antara Marc Marquez dan Honda akan selalu dikenang sebagai salah satu era paling ikonik dalam dunia balap motor.
Editor : Ingge Nayla Ayu Karina