RADAR BLITAR - Nama Veda Ega Pratama mulai mencuri perhatian pecinta balap motor Asia setelah tampil impresif di ajang Idemitsu Asia Talent Cup (ATC). Pembalap muda asal Indonesia itu bahkan mendapat julukan “Marc Marquez kecil” berkat gaya balap agresif dan aksi penyelamatan dramatis yang membuat banyak penggemar balap kagum.
Veda Ega Pratama merupakan pembalap muda yang lahir pada 23 November 2008 di Wonosari, Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Sejak kecil, ia sudah akrab dengan dunia balap karena sang ayah, Sudarmono, merupakan pembalap nasional yang cukup dikenal di Indonesia.
Berkat lingkungan keluarga yang dekat dengan dunia balap, perjalanan Veda Ega Pratama di Asia Talent Cup pun dimulai sejak usia sangat muda. Ia menjadi salah satu pembalap termuda yang ikut berkompetisi di ajang Idemitsu Asia Talent Cup 2022.
Terinspirasi Sang Ayah Pembalap Nasional
Perjalanan Veda menjadi pembalap tidak lepas dari pengaruh sang ayah. Sejak kecil, ia sering ikut melihat ayahnya berlatih dan mengikuti berbagai kejuaraan balap motor.
Pengalaman tersebut membuat Veda tertarik untuk mengikuti jejak sang ayah. Ia mulai mengenal dunia balap sejak usia dini dan perlahan menekuni olahraga ini dengan serius.
Awalnya, Veda Ega Pratama memulai kariernya di balap motocross. Namun seiring waktu, ia beralih ke balapan road race yang lebih kompetitif dan menjadi jalur utama menuju kejuaraan balap internasional.
Keputusan tersebut terbukti tepat karena Veda mampu menunjukkan perkembangan pesat dalam waktu singkat. Ia pun mulai mengikuti berbagai kompetisi balap motor tingkat nasional hingga akhirnya menembus ajang Asia Talent Cup.
Perjalanan di Idemitsu Asia Talent Cup
Idemitsu Asia Talent Cup merupakan ajang pembinaan pembalap muda yang diikuti oleh talenta terbaik dari berbagai negara di Asia. Pada musim 2022, total terdapat 21 pembalap yang lolos seleksi ketat untuk berkompetisi di kejuaraan tersebut.
Ajang ini menjadi salah satu jalur penting bagi pembalap muda yang ingin meniti karier menuju level balap dunia, termasuk Moto3, Moto2, hingga MotoGP.
Dalam beberapa seri balapan ATC 2022, Veda Ega Pratama berhasil mencatatkan hasil yang cukup membanggakan. Ia bahkan mampu meraih podium di beberapa balapan, termasuk kemenangan di Malaysia serta hasil gemilang di Thailand dan Qatar.
Bagi Veda, hasil tersebut menjadi salah satu momen paling berkesan sepanjang karier balapnya. Ia mengaku bangga bisa membawa nama Indonesia bersaing di level internasional.
Aksi Penyelamatan Dramatis di Qatar
Salah satu momen yang membuat nama Veda Ega Pratama semakin dikenal adalah aksi dramatisnya pada seri balapan Qatar 2022.
Pada balapan tersebut, Veda tampil sangat kompetitif dan sempat memimpin jalannya lomba. Ia bertarung ketat di barisan depan bersama sejumlah pembalap terbaik Asia.
Namun pada salah satu tikungan, Veda hampir mengalami low side crash atau terjatuh akibat kehilangan traksi. Situasi tersebut sempat membuat penonton dan komentator menahan napas.
Secara mengejutkan, pembalap muda Indonesia itu berhasil melakukan aksi penyelamatan luar biasa. Ia menahan motornya menggunakan lutut sehingga mampu menghindari kecelakaan.
Aksi tersebut membuat banyak penggemar balap motor kagum. Meskipun akhirnya kehilangan posisi dan disalip pembalap lain, Veda tetap mampu menyelesaikan balapan dengan baik dan meraih podium ketiga.
Video aksi penyelamatan tersebut bahkan sempat viral setelah diunggah ulang oleh akun resmi Asia Talent Cup di media sosial.
Dijuluki “Marc Marquez Kecil”
Gaya balap agresif dan keberaniannya membuat Veda Ega Pratama sering dibandingkan dengan pembalap MotoGP asal Spanyol, Marc Marquez.
Banyak penggemar balap menyebut Veda sebagai “Marc Marquez kecil” karena kemampuannya mengendalikan motor dalam situasi sulit, termasuk saat melakukan penyelamatan dari potensi kecelakaan.
Julukan tersebut tentu menjadi motivasi tersendiri bagi Veda untuk terus berkembang. Meski masih sangat muda, ia telah menunjukkan potensi besar untuk menjadi salah satu pembalap Indonesia yang mampu bersaing di kancah internasional.
Dengan usia yang masih belia dan pengalaman balap yang terus bertambah, peluang Veda Ega Pratama untuk melangkah ke jenjang balap yang lebih tinggi terbuka lebar.
Banyak pihak berharap pembalap asal Gunung Kidul ini dapat menjadi salah satu talenta terbaik Indonesia yang kelak mampu menembus ajang balap motor dunia.
Editor : Ingge Nayla Ayu Karina