RADAR BLITAR - Nama Veda Ega Pratama semakin dikenal publik sebagai salah satu pembalap muda Indonesia yang digadang-gadang memiliki masa depan cerah di dunia balap motor internasional. Di balik prestasinya di lintasan, kehidupan sehari-hari Veda ternyata juga menarik untuk disimak, termasuk suasana rumah serta koleksi motor balap yang dimilikinya di Gunungkidul, Yogyakarta.
Dalam sebuah kunjungan ke kediamannya di Kabupaten Gunungkidul, terlihat bagaimana lingkungan keluarga sangat mendukung perjalanan karier Veda Ega Pratama sebagai pembalap. Rumah tersebut juga menjadi tempat latihan sekaligus ruang penyimpanan berbagai motor dan perlengkapan balap yang menjadi bagian penting perjalanan kariernya.
Tak hanya sekadar rumah tinggal, tempat tersebut juga memiliki garasi yang berisi berbagai koleksi motor unik dan langka milik sang ayah, Sudarmono alias Momon, yang merupakan mantan pembalap nasional sekaligus sosok yang pertama kali mengenalkan Veda pada dunia balap.
Garasi Motor Penuh Koleksi Langka
Salah satu hal paling menarik dari rumah Veda Ega Pratama adalah garasi yang dipenuhi berbagai motor klasik hingga motor balap. Koleksi tersebut sebagian besar merupakan motor yang dikumpulkan oleh Sudarmono sejak lama.
Di antara koleksi yang terlihat terdapat beberapa motor legendaris seperti Vespa klasik, Honda NSR SP, hingga Kawasaki AR125. Motor-motor tersebut dikenal sebagai model langka yang kini memiliki nilai koleksi tinggi di kalangan pecinta otomotif.
Menurut Sudarmono, sebagian motor tersebut awalnya dibeli karena hobi semata. Namun seiring waktu, motor-motor tersebut justru menjadi barang langka yang banyak dicari kolektor.
Ada pula motor-motor kecil yang pernah digunakan Veda saat masih belajar balap. Motor-motor tersebut sengaja disimpan sebagai kenang-kenangan perjalanan kariernya sejak usia dini.
“Kalau yang punya Veda, sebisa mungkin tidak dijual dulu. Biar jadi sejarah perjalanan dia,” ujar Sudarmono.
Dari Motocross hingga Road Race
Perjalanan karier Veda Ega Pratama dimulai dari dunia motocross. Saat masih kecil, ia sempat mencoba berbagai jenis balapan off-road sebelum akhirnya beralih ke balap aspal atau road race.
Motor mini GP dan motor latihan kecil yang pernah digunakan Veda juga masih tersimpan rapi di garasi tersebut. Motor-motor ini menjadi saksi awal perjalanan Veda sebelum akhirnya berkembang menjadi pembalap profesional.
Beberapa motor latihan bahkan pernah digunakan untuk latihan di tempat yang tidak biasa, seperti area pasar hewan di Gunungkidul. Tempat tersebut menjadi lokasi latihan sederhana sebelum Veda mulai berlatih di sirkuit resmi.
Perjalanan tersebut menunjukkan bagaimana seorang pembalap profesional tidak selalu memulai kariernya dengan fasilitas mewah. Ketekunan latihan sejak kecil menjadi faktor penting yang membentuk kemampuan Veda di lintasan balap.
Helm, Piala, dan Kenangan Balapan
Selain koleksi motor, rumah Veda Ega Pratama juga menyimpan berbagai helm balap dan piala dari sejumlah kejuaraan yang pernah diikuti.
Helm-helm tersebut berasal dari berbagai periode karier Veda, mulai dari saat masih mengikuti balap motocross hingga road race. Sebagian helm sengaja tidak dijual agar tetap menjadi kenangan perjalanan kariernya.
Deretan piala juga tersimpan di rumah tersebut, mulai dari kompetisi motocross hingga balap nasional. Beberapa piala bahkan berasal dari kejuaraan tingkat nasional yang pernah dimenangkan Veda saat masih muda.
Bagi keluarga Veda, piala bukan sekadar simbol kemenangan. Namun juga menjadi pengingat perjuangan panjang yang telah dilalui sejak awal karier.
Tempat Latihan Fisik Pembalap
Rumah di Gunungkidul tersebut juga difungsikan sebagai tempat latihan fisik bagi para pembalap muda. Terlihat sejumlah fasilitas latihan sederhana yang digunakan untuk meningkatkan stamina dan kekuatan tubuh.
Beberapa pembalap muda dari berbagai daerah bahkan sempat datang untuk berlatih bersama. Latihan fisik menjadi bagian penting bagi pembalap karena balapan motor membutuhkan kekuatan tubuh yang prima.
Selain latihan fisik, tersedia juga simulator balap berupa game balap motor yang digunakan untuk mempelajari karakter lintasan. Metode ini cukup membantu pembalap dalam memahami sirkuit sebelum benar-benar turun ke trek.
Lingkungan rumah yang penuh dengan aktivitas balap membuat Veda Ega Pratama tumbuh dalam atmosfer kompetitif sejak kecil. Dukungan keluarga serta fasilitas latihan yang tersedia menjadi modal penting bagi perkembangan kariernya.
Dengan usia yang masih muda dan pengalaman balap yang terus bertambah, banyak pihak berharap Veda dapat mengikuti jejak pembalap Indonesia lainnya yang sukses menembus level internasional.
Garasi sederhana di Gunungkidul itu pun menjadi saksi awal perjalanan seorang pembalap muda Indonesia yang kini mulai dikenal di panggung balap dunia.
Editor : Ingge Nayla Ayu Karina