BLITAR KAWENTAR – Feda Ega Pratama kembali menjadi sorotan dunia balap setelah tiba di Brasil untuk menghadapi seri kedua Moto3 Brasil 2026. Pembalap muda asal Indonesia itu datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah tampil impresif pada debutnya di Moto3 Thailand.
Seri kedua Moto3 musim 2026 akan berlangsung di Sirkuit Autódromo Ayrton Senna, Brasil, pada 20–22 Maret 2026. Balapan ini menjadi tantangan baru bagi semua pembalap karena sirkuit tersebut belum pernah digunakan dalam balapan resmi Moto3 sebelumnya.
Kehadiran Feda Ega Pratama di Moto3 Brasil 2026 mendapat perhatian besar, terutama setelah penampilannya yang mengejutkan pada seri pembuka di Buriram, Thailand.
Pembalap berusia 17 tahun asal Gunungkidul, Yogyakarta itu berhasil finis di posisi kelima pada debutnya. Hasil tersebut membuat namanya langsung diperbincangkan di paddock Moto3.
Debut Sensasional di Moto3 Thailand
Pada seri pembuka Moto3 Thailand 2026 di Sirkuit Chang Buriram, Feda menunjukkan performa yang sangat menjanjikan sejak sesi kualifikasi.
Pembalap Honda Team Asia tersebut bahkan langsung melaju ke kualifikasi kedua (Q2) dan berhasil mencatatkan waktu tercepat kelima. Hasil itu membuatnya memulai balapan dari posisi start yang cukup strategis di grid depan.
Saat balapan berlangsung, Feda sempat menunjukkan potensi besar dengan bersaing di barisan depan. Bahkan pada lap keenam, ia berhasil menembus posisi ketiga dan masuk zona podium.
Namun persaingan ketat dengan para pembalap lain seperti Adrian Fernandez, Alvaro Carpe, Valentin Perrone, dan Brian Uriarte membuat posisinya berubah sepanjang balapan.
Meski begitu, Feda tetap mampu mempertahankan performa solid hingga garis finis dan mengakhiri balapan di posisi kelima.
Lap tercepat yang dicatatkannya hanya terpaut tipis dari pembalap tercepat saat itu, menunjukkan bahwa Feda mampu bersaing dengan para rider terbaik di kelas Moto3.
Penampilan impresif tersebut membuat beberapa media internasional memberikan perhatian khusus kepadanya.
Salah satu media Jerman bahkan menjuluki Feda sebagai “Roket Moto3” setelah melihat gaya balapnya yang agresif serta kemampuannya bersaing dengan para pembalap papan atas.
Tantangan Baru di Moto3 Brasil 2026
Setelah hasil positif di Thailand, Feda kini bersiap menghadapi tantangan berikutnya di Moto3 Brasil 2026.
Menurutnya, pengalaman dari balapan di Buriram akan menjadi modal penting untuk menghadapi seri kedua musim ini.
“Untuk balapan selanjutnya di GP Brasil, tentunya saya akan menggunakan pengalaman minggu ini di Thailand. Apalagi Brasil adalah sirkuit baru bagi semua pembalap,” ujar Feda.
Ia juga menilai bahwa kemampuan beradaptasi akan menjadi faktor penentu hasil balapan di sirkuit baru tersebut.
“Menurut saya siapa yang cepat beradaptasi akan mendapatkan hasil yang bagus,” tambahnya.
Moto3 Brasil akan dimulai pada Jumat, 20 Maret 2026 dengan dua sesi latihan bebas. Pada sesi ini, para pembalap akan mencoba memahami karakter sirkuit sekaligus menyesuaikan setelan motor mereka.
Balapan utama sendiri dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 22 Maret 2026.
Potensi Besar Rookie Indonesia
Sebagai pendatang baru di Moto3, performa Feda Ega Pratama dianggap sangat menjanjikan.
Banyak pengamat menilai pembalap muda Indonesia tersebut memiliki potensi untuk menjadi salah satu penantang serius di kelas Moto3 jika mampu menjaga konsistensi performanya.
Beberapa media bahkan membandingkan debut Feda dengan pembalap muda Spanyol, Maximo Quiles, yang dikenal sebagai salah satu talenta binaan legenda MotoGP Marc Marquez.
Quiles sendiri pernah mencatatkan debut dengan hasil finis kelima pada Moto3 Amerika 2025. Catatan tersebut membuat pencapaian Feda dianggap setara dengan pembalap muda yang digadang-gadang menjadi bintang masa depan MotoGP.
Meski demikian, Feda tetap berusaha bersikap realistis terhadap pencapaiannya.
Menurutnya, hasil di Thailand hanyalah awal perjalanan dan masih banyak hal yang harus dipelajari di musim pertamanya.
“Saya senang bisa finis di posisi kelima pada GP pertama saya. Terima kasih kepada tim atas pekerjaan luar biasa minggu ini,” ujar Feda.
Ia juga menegaskan bahwa fokusnya kini tertuju pada seri berikutnya di Brasil.
“Pekerjaan kami berlanjut di Brasil,” katanya.
Dengan performa yang sudah ditunjukkan pada seri pembuka, harapan besar kini tertuju pada Feda untuk kembali tampil kompetitif di Moto3 Brasil 2026.
Jika mampu mempertahankan performa dan beradaptasi cepat dengan karakter sirkuit baru, bukan tidak mungkin pembalap muda Indo
nesia ini bisa mencetak sejarah baru di ajang balap motor dunia.
Editor : Dimas Galih Nur Hendra Saputra