RADAR BLITAR - Dunia sepak bola Indonesia tidak hanya soal gol, trofi, dan euforia suporter. Di balik layar, ada sosok pengusaha yang memiliki pengaruh besar terhadap arah dan keberhasilan klub-klub Liga 1 Indonesia. Tiga nama kerap menjadi sorotan: Glenn Sugita, Peter Tanuri, dan Tomy Hermawan. Mereka bukan sekadar pemilik klub, tetapi juga arsitek di balik stabilitas finansial dan strategi jangka panjang masing-masing tim.
Glenn Sugita dikenal sebagai pemilik Persib Bandung, klub yang sukses dalam beberapa tahun terakhir di Liga 1. Lebih dari sekadar pemilik, Glenn memiliki latar belakang sebagai co-founder North Star Group, perusahaan private equity ternama di Asia Tenggara. Keahliannya di dunia investasi dan manajemen bisnis memungkinkan Persib Bandung dikelola secara profesional dan stabil, baik dari sisi finansial maupun strategi pembangunan klub.
Peter Tanuri merupakan sosok di balik Bali United, klub yang didirikan pada 2014. Tanuri mengakuisisi Bali United dan mengubahnya menjadi salah satu tim papan atas Liga 1. Selain sebagai pengusaha, Tanuri juga pemilik perusahaan PT Multistrada Arah Sarana Tbk. Dengan pengalaman di dunia bisnis, ia mampu membawa pendekatan profesional ke manajemen klub, menjadikan Bali United klub yang kompetitif dan berorientasi jangka panjang.
Tomy Hermawan menjadi pemilik Dewa United, klub yang relatif baru berdiri pada 22 Februari 2021. Meskipun muda, Tomy Hermawan adalah pengusaha yang menjabat sebagai komisaris PT Konct Aja. Kehadiran Tomy memberikan energi baru di Liga 1, dengan visi membangun klub modern yang kuat dari sisi manajemen dan kompetisi.
Glenn Sugita dan Persib Bandung
Sebagai pemilik Persib Bandung, Glenn Sugita memegang peran strategis. Di bawah kepemimpinannya, klub bukan hanya fokus pada kemenangan di lapangan, tetapi juga pada kestabilan finansial. Dengan dukungan North Star Group, Persib mampu menarik sponsor besar dan mengelola anggaran secara profesional. Strategi ini menjadikan Persib mampu membeli pemain berkualitas tinggi tanpa menimbulkan risiko finansial yang berlebihan.
Glenn Sugita membawa perspektif bisnis yang matang ke dalam manajemen klub. Hal ini terlihat dari pengelolaan gaji pemain, perekrutan staf, dan pengembangan infrastruktur stadion. Hasilnya, Persib tidak hanya sukses di Liga 1, tetapi juga mampu membangun fondasi untuk bersaing di level Asia.
Peter Tanuri dan Transformasi Bali United
Peter Tanuri membeli Bali United pada 2014 dan langsung memfokuskan diri pada pembangunan klub profesional. Ia tidak hanya menyiapkan tim kompetitif, tetapi juga struktur organisasi yang kokoh. Pendekatan ini membuat Bali United cepat berkembang menjadi klub yang tangguh, dengan manajemen yang rapi dan visi jangka panjang yang jelas.
Keberhasilan Tanuri terlihat dari stabilitas klub dan performa tim di Liga 1. Bali United kini dikenal sebagai klub modern yang mampu menggabungkan prestasi olahraga dengan manajemen bisnis yang profesional.
Tomy Hermawan dan Kebangkitan Dewa United
Tomy Hermawan menghadirkan nuansa baru di Liga 1 dengan membangun Dewa United sejak 2021. Sebagai pengusaha muda, ia menekankan profesionalisme dan keberlanjutan klub. Fokus Tomy tidak hanya pada skuad saat ini, tetapi juga pada pengembangan struktur manajemen yang mampu mendukung klub untuk jangka panjang.
Dewa United pun mulai dikenal sebagai klub yang serius menghadapi kompetisi, meski masih relatif baru. Strategi pengelolaan yang diterapkan Tomy memastikan klub memiliki fondasi untuk tumbuh, menarik sponsor, dan bersaing dengan tim-tim Liga 1 lain.
Dampak Tiga Pemilik Kaya terhadap Liga 1
Kehadiran Glenn Sugita, Peter Tanuri, dan Tomy Hermawan menunjukkan bahwa kekuatan finansial dan manajemen profesional menjadi faktor kunci dalam keberhasilan klub Liga 1. Mereka membuktikan bahwa sepak bola modern di Indonesia tidak hanya soal permainan di lapangan, tetapi juga strategi bisnis, kestabilan finansial, dan visi jangka panjang.
Bagi penggemar Liga 1, keberadaan ketiga sosok ini memberikan harapan bahwa kompetisi akan semakin kompetitif, klub-klub dikelola secara profesional, dan sepak bola Indonesia bisa naik kelas di level Asia.
Dengan kombinasi pengalaman bisnis, investasi, dan strategi manajemen yang matang, Persib Bandung, Bali United, dan Dewa United kini menjadi contoh bagaimana pemilik yang visioner dapat mengubah wajah sepak bola Indonesia.
Editor : Ingge Nayla Ayu Karina