BLITAR- Smash keras Megawati Hangestri kembali menjadi perbincangan di Liga Voli Korea Selatan. Pemain Indonesia yang memperkuat Red Sparks itu membuat sejumlah atlet tuan rumah mengakui kekuatan spike miliknya sangat sulit diantisipasi. Bahkan, beberapa pemain mengaku hampir pingsan setelah menerima bola hasil serangan Megawati.
Nama Megawati Hangestri memang tengah naik daun di kompetisi voli putri Korea musim 2023-2024. Atlet yang akrab disapa Mega itu dikenal memiliki smash keras yang kerap menghasilkan poin sekaligus membuat lawan kewalahan di lapangan.
Smash keras Megawati Hangestri tidak hanya menghasilkan angka bagi Red Sparks, tetapi juga beberapa kali mengenai wajah pemain lawan atau yang sering disebut headshot dalam pertandingan. Momen tersebut menjadi viral dan memicu pengakuan para pemain Korea tentang betapa kuatnya serangan yang dilepaskan oleh Mega.
Pada musim kompetisi Liga Voli Korea 2023-2024, Megawati berhasil masuk jajaran pencetak poin terbanyak. Ia menempati peringkat keenam dengan total 453 poin dari 21 pertandingan. Kontribusi tersebut membuatnya menjadi salah satu pemain paling berbahaya di lini serang Red Sparks.
Headshot Megawati Jadi Perbincangan di Liga Korea
Salah satu momen yang paling banyak dibicarakan terjadi saat Red Sparks menghadapi Pink Spiders. Dalam pertandingan tersebut, smash keras Megawati Hangestri secara tidak sengaja dua kali mengenai wajah pemain lawan.
Insiden itu langsung menarik perhatian publik voli Korea Selatan. Para pemain Pink Spiders yang terkena bola mengakui bahwa smash Mega sangat keras dan datang dengan kecepatan tinggi sehingga sulit untuk dihindari.
Kejadian serupa juga terjadi saat Red Sparks melawan juara bertahan Hillstate pada putaran ketiga Liga Voli Korea. Dalam pertandingan itu, spike Megawati mengenai wajah pemain Hillstate, Lee Dahyeon, hingga membuatnya terjatuh di lapangan.
Rekan setim Lee Dahyeon mengungkapkan bahwa pemain tersebut sempat merasa hampir pingsan setelah menerima bola hasil smash Mega. Kekuatan serangan tersebut membuat para pemain lawan semakin waspada ketika menghadapi Red Sparks.
Tak berhenti di situ, smash keras Megawati kembali memakan korban ketika Red Sparks bertanding melawan GS Caltex. Pada pertandingan tersebut, bola hasil spike Mega mengenai wajah libero GS Caltex hingga membuat pemain itu kesakitan dan harus ditarik keluar dari lapangan.
Insiden-insiden tersebut membuat reputasi Megawati sebagai salah satu spiker paling kuat di Liga Voli Korea semakin dikenal.
Performa Moncer Megawati Angkat Popularitas di Korea
Meski datang sebagai pemain asing asal Asia, Megawati Hangestri berhasil membuktikan kualitasnya. Ia menjadi salah satu andalan Red Sparks dalam mencetak poin sepanjang musim.
Pelatih Red Sparks bahkan harus memantau langsung penampilan Megawati sebelum memutuskan merekrutnya. Ia pertama kali tertarik saat melihat performa Mega di SEA Games 2023.
Walau awalnya hanya menjadi pilihan ketiga dalam daftar pemain asing, Megawati berhasil membalikkan keraguan tersebut dengan performa impresif. Kecepatan, elastisitas, serta kekuatan serangannya membuat Mega menjadi senjata utama Red Sparks.
Banyak pengamat menilai kehadiran Megawati menjadikan Red Sparks sebagai salah satu kuda hitam dalam persaingan Liga Voli Korea musim ini.
Potensi Kenaikan Gaji Megawati
Kesuksesan Megawati di Liga Voli Korea juga berdampak pada nilai kontraknya. Federasi Bola Voli Korea (KOVO) telah menetapkan aturan baru mengenai peningkatan gaji pemain asing di kompetisi tersebut.
Pada musim pertamanya, Megawati menerima gaji sekitar Rp1,5 miliar. Namun jika ia tetap bermain di Liga Voli Korea musim depan, gajinya berpotensi meningkat hingga sekitar Rp1,8 miliar.
Bahkan, jika kontraknya berlanjut hingga tahun berikutnya, nilai tersebut bisa meningkat lagi hingga sekitar Rp2,3 miliar.
Jumlah tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan standar gaji pemain voli profesional di kompetisi domestik Indonesia. Dalam regulasi liga nasional, pemain pemula biasanya hanya menerima sekitar Rp3 juta hingga Rp5 juta per bulan.
Sementara atlet yang pernah tampil di ajang internasional bisa memperoleh gaji sekitar Rp12 juta hingga Rp20 juta per bulan.
Keberhasilan Megawati Hangestri di Korea Selatan menjadi bukti bahwa pemain voli Indonesia mampu bersaing di level internasional. Dengan performa yang terus meningkat, bukan tidak mungkin Mega akan semakin menjadi bintang di Liga Voli Korea musim mendatang.
Editor : Izahra Nurrafidah