Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Azrul Ananda Bongkar Rencana Besar Persebaya: Target Juara, IPO Sebelum 100 Tahun, dan Kembalinya “Hati Hijau” Bajul Ijo

Ingge Nayla Ayu Karina • Senin, 16 Maret 2026 | 13:47 WIB
Azrul Ananda ungkap rencana besar Persebaya: target juara, pembinaan pemain muda, hingga rencana IPO sebelum usia klub 100 tahun.
Azrul Ananda ungkap rencana besar Persebaya: target juara, pembinaan pemain muda, hingga rencana IPO sebelum usia klub 100 tahun.

 

RADAR BLITAR - Manajemen Persebaya Surabaya menyiapkan langkah besar menuju masa depan klub. Presiden klub Azrul Ananda mengungkap rencana ambisius, mulai dari target juara hingga rencana membawa klub ke bursa saham atau IPO sebelum usia 100 tahun.

Dalam sebuah perbincangan panjang di podcast Suara Surabaya, Azrul menegaskan bahwa Persebaya tidak boleh hanya dilihat sebagai klub sepak bola biasa, tetapi sebagai entitas yang memiliki dampak sosial, ekonomi, hingga diplomasi internasional.

Menurutnya, tujuan utama klub tetap mengejar prestasi tertinggi, yakni menjadi juara. Namun di saat yang sama, manajemen juga membangun fondasi jangka panjang agar Persebaya menjadi klub profesional yang sehat secara finansial.

“Tujuan klub sepak bola tentu menjadi juara. Itu jelas. Tapi Persebaya juga harus punya masa depan yang kuat dan berkelanjutan,” ujar Azrul.

Persebaya Bidik IPO Sebelum 100 Tahun

Salah satu target besar yang diungkap Azrul adalah membawa Persebaya IPO atau melantai di bursa saham sebelum klub mencapai usia satu abad.

Langkah tersebut dinilai penting untuk menjamin masa depan klub agar tidak bergantung pada satu keluarga atau kelompok tertentu.

Menurut Azrul, IPO akan membuat Persebaya menjadi perusahaan yang lebih transparan dan profesional karena kepemilikan saham dapat dimiliki publik, termasuk para suporter.

“Kalau Persebaya sudah IPO, maka klub ini benar-benar menjadi milik publik. Supporter bukan hanya mendukung di stadion, tapi juga bisa menjadi pemegang saham,” jelasnya.

Namun untuk mencapai tahap tersebut, klub harus memenuhi syarat utama yakni kondisi keuangan yang sehat. Salah satunya mencatat keuntungan selama tiga tahun berturut-turut.

Karena itu, manajemen mulai menyiapkan fondasi bisnis yang kuat sejak sekarang.

Fokus Pembinaan dan Persebaya Future Lab

Selain target prestasi dan bisnis, Azrul juga menegaskan bahwa pembinaan pemain muda tetap menjadi prioritas utama Persebaya.

Klub berjuluk Bajul Ijo itu bahkan membangun sistem piramida pembinaan yang lebih terstruktur melalui program Persebaya Future Lab.

Program ini menjadi jalur pengembangan pemain muda dari kelompok usia hingga tim utama.

Menurut Azrul, langkah tersebut merupakan komitmen sejak dirinya mengambil alih pengelolaan klub pada 2017.

Ia menegaskan Persebaya tidak ingin hanya membeli pemain mahal tanpa membangun fondasi pembinaan.

“Kita bisa saja menarik dana pembinaan untuk membeli pemain besar, tapi itu bukan komitmen kami. Pembinaan tetap prioritas,” katanya.

Beberapa pemain muda bahkan sudah mulai mendapat kesempatan bermain di level profesional.

Kembalinya “Hati Hijau” ke Persebaya

Dalam persiapan menghadapi musim baru, Persebaya juga mulai memulangkan sejumlah pemain yang dianggap memiliki “hati hijau”, yakni pemain yang memahami kultur klub dan kota Surabaya.

Salah satunya adalah Rachmat Irianto, yang kembali ke Persebaya setelah meraih pengalaman di klub lain.

Azrul menilai karakter dan mental pemain sangat penting, bahkan lebih penting daripada sekadar label pemain “level A”.

“Pemain level A kalau hatinya tidak sesuai dengan kultur Persebaya juga tidak ada gunanya,” ujarnya.

Ia mencontohkan Rachmat Irianto yang kembali dengan tekad kuat membawa Persebaya meraih gelar juara.

Selain itu, nama Marselino Ferdinan juga sempat dibahas. Azrul menyebut Marselino diberi kesempatan berkarier di luar negeri untuk mencari pengalaman.

Namun jika suatu saat tidak mendapatkan menit bermain yang cukup, pintu Persebaya tetap terbuka.

Persebaya Lebih dari Sekadar Klub Sepak Bola

Azrul juga menekankan bahwa Persebaya kini berkembang menjadi lebih dari sekadar klub sepak bola.

Ia mencontohkan program tur klub ke Australia yang tidak hanya berisi pertandingan, tetapi juga membawa delegasi bisnis, pemerintah, dan budaya.

Kegiatan tersebut membuka peluang kerja sama antara Surabaya, Jawa Timur, dan negara lain.

“Sepak bola bisa menjadi jalan hubungan people to people, government to government, bahkan bisnis,” katanya.

Dengan pendekatan itu, Persebaya diharapkan bisa memberi dampak lebih luas bagi masyarakat.

Peran Besar Bonek dalam Perjalanan Persebaya

Di akhir perbincangan, Azrul mengakui bahwa perjalanan Persebaya hingga saat ini tidak lepas dari dukungan suporter setia mereka, Bonek.

Menurutnya, tanpa perjuangan para suporter yang terus mendukung klub dalam masa sulit, Persebaya mungkin tidak akan kembali bangkit seperti sekarang.

“Kalau Bonek tidak seperti sekarang, Persebaya mungkin tidak akan kembali seperti tahun 2017,” ungkapnya.

Karena itu, ia berharap seluruh elemen klub dan suporter terus bersatu untuk membawa Persebaya menuju prestasi tertinggi di masa depan.

Editor : Ingge Nayla Ayu Karina
#bonek #azrul ananda #Marselino Ferdinan #IPO Persebaya #persebaya surabaya