Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Azrul Ananda Mundur dari Persebaya Surabaya, Akui Gagal Bawa Bajol Ijo Berprestasi di Liga 1

Ingge Nayla Ayu Karina • Senin, 16 Maret 2026 | 14:40 WIB
Azrul Ananda mundur dari Persebaya Surabaya setelah performa tim di Liga 1 menurun. Ia mengaku gagal membawa Bajol Ijo ke arah lebih baik.
Azrul Ananda mundur dari Persebaya Surabaya setelah performa tim di Liga 1 menurun. Ia mengaku gagal membawa Bajol Ijo ke arah lebih baik.

 

RADAR BLITAR - Kabar mengejutkan datang dari manajemen Persebaya Surabaya. Presiden klub Azrul Ananda secara resmi mengumumkan rencananya untuk mundur dari jabatan di tim berjuluk Bajol Ijo tersebut. Keputusan ini disampaikan langsung dalam pertemuan manajemen dengan suporter pada Jumat, 16 September 2022.

Pengumuman Azrul Ananda mundur dari Persebaya langsung menjadi perhatian publik sepak bola nasional, terutama para Bonek dan Bonita yang selama ini dikenal sebagai pendukung setia klub asal Kota Pahlawan tersebut.

Dalam pertemuan tersebut, Azrul Ananda mengakui bahwa dirinya merasa gagal membawa Persebaya Surabaya menuju prestasi yang lebih baik di kompetisi Liga 1 musim ini. Ia pun menyatakan siap mengambil tanggung jawab atas kondisi tim yang belum sesuai harapan.

Azrul menegaskan bahwa pengunduran dirinya tidak dilakukan secara mendadak. Ia masih akan menyelesaikan seluruh tanggung jawabnya hingga kompetisi Liga 1 musim 2022 berakhir.

“Saya akan menyelesaikan tugas hingga musim ini selesai. Setelah itu saya akan menyerahkan surat pengunduran diri secara resmi sebagai CEO,” ujar Azrul dalam pertemuan tersebut.

Ia menjelaskan bahwa langkah formal terkait pengunduran diri akan segera dilakukan dalam waktu dekat, termasuk penyelesaian berbagai konsekuensi legal dan administratif.

 

Performa Persebaya di Liga 1 Jadi Sorotan

Keputusan Azrul Ananda mundur dari Persebaya Surabaya tidak lepas dari performa tim yang kurang memuaskan di awal kompetisi Liga 1 musim ini.

Dari 10 pertandingan yang sudah dijalani, Persebaya hanya mampu meraih tiga kemenangan dan satu hasil imbang. Sementara enam pertandingan lainnya berakhir dengan kekalahan.

Catatan tersebut membuat posisi Persebaya di klasemen sementara tidak berada di tempat yang ideal. Situasi ini pun memicu berbagai kritik dari suporter maupun pengamat sepak bola.

Azrul mengaku sangat memahami kekecewaan para pendukung Bajol Ijo. Karena itu, ia merasa perlu mengambil langkah yang dianggap paling bertanggung jawab sebagai pimpinan klub.

Menurutnya, keputusan mundur merupakan bentuk evaluasi pribadi atas kinerja manajemen selama ini.

 

Tetap Tuntaskan Komitmen ke Pemain dan Suporter

Meski telah menyatakan niat mundur, Azrul Ananda menegaskan bahwa dirinya tidak akan meninggalkan klub begitu saja. Ia memastikan seluruh komitmen manajemen terhadap pemain, pelatih, suporter, sponsor, dan Kota Surabaya tetap diselesaikan dengan baik.

Azrul menyampaikan bahwa tanggung jawab moral kepada Bonek, pemain, serta semua pihak yang terlibat dalam perjalanan Persebaya akan tetap menjadi prioritas hingga masa jabatannya berakhir.

“Semua komitmen kami kepada suporter, pelatih, pemain, sponsor, dan Kota Surabaya akan kami selesaikan sebaik mungkin,” ujarnya.

Ia juga meminta semua pihak tetap mengawal proses transisi kepemimpinan di tubuh manajemen klub agar berjalan lancar dan tidak mengganggu stabilitas tim.

 

Harapan Persebaya Tetap Dipimpin Orang Surabaya

Dalam kesempatan tersebut, Azrul juga menyampaikan harapan besar terkait masa depan Persebaya Surabaya. Ia berharap klub kebanggaan warga Surabaya itu tetap dikelola oleh pihak yang memiliki kedekatan dengan kota tersebut.

Menurutnya, identitas Persebaya sebagai klub yang lahir dan berkembang di Surabaya harus tetap dijaga.

Azrul menekankan bahwa tim Bajol Ijo harus tetap bermarkas di Surabaya dan tidak berpindah ke kota lain.

Ia juga berharap para pemangku kepentingan di masa depan tetap berasal dari Surabaya agar nilai historis dan emosional klub dengan masyarakat tetap terjaga.

“Saya berharap Persebaya tetap di Surabaya dan stakeholder-nya sebisa mungkin orang Surabaya,” katanya.

 

Dukungan Suporter Tetap Jadi Kekuatan Persebaya

Terlepas dari situasi yang sedang dihadapi manajemen, Azrul percaya bahwa dukungan suporter akan selalu menjadi kekuatan utama bagi Persebaya.

Bonek dan Bonita dikenal sebagai salah satu basis suporter terbesar dan paling loyal di Indonesia. Dukungan mereka selama ini menjadi motivasi bagi pemain untuk terus berjuang di lapangan.

Azrul berharap ke depan Persebaya bisa kembali menemukan performa terbaiknya dan kembali ke jalur kemenangan.

Ia juga mengajak seluruh elemen klub untuk tetap bersatu demi masa depan Persebaya yang lebih baik.

Dengan semangat khas Bonek, Azrul menutup pernyataannya dengan salam kebanggaan suporter Bajol Ijo.

“Semoga Persebaya bisa kembali ke jalur kemenangan. Salam satu nyali, wani,” tutupnya.

Editor : Ingge Nayla Ayu Karina
#azrul ananda mundur #manajemen persebaya #liga 1 indonesia #persebaya surabaya #bonek bonita