BLITAR KAWENTAR – Feda Ega Pratama kembali menjadi sorotan jelang seri kedua Moto3 musim ini. Persiapan intens yang dilakukan pembalap muda Indonesia itu menjelang Moto3 Brasil 2026 membuat sejumlah rival mulai waspada. Bahkan salah satu pesaingnya, Maximo Quiles, mengaku terkejut setelah melihat kemampuan Feda dalam sesi latihan terbaru.
Perhatian publik balap internasional tertuju pada Feda setelah sebuah video latihan tertutupnya dirilis oleh tim. Rekaman tersebut dengan cepat menyebar di kalangan penggemar MotoGP dan memicu berbagai komentar tentang perkembangan pesat pembalap Honda Team Asia itu.
Dalam video tersebut, Feda terlihat menjalani program latihan yang berbeda dari biasanya. Ia tidak hanya fokus meningkatkan kecepatan, tetapi juga mengasah teknik-teknik penting yang dibutuhkan untuk bersaing di kelas Moto3 yang terkenal sangat kompetitif.
Salah satu latihan yang paling mencuri perhatian adalah teknik late braking, yaitu pengereman sangat dalam sebelum memasuki tikungan. Teknik ini dikenal sebagai salah satu senjata utama pembalap untuk menyalip lawan.
Latihan Late Braking Jadi Sorotan
Latihan late braking bukan hal mudah bagi pembalap, terutama bagi mereka yang baru menjalani musim debut di Moto3. Teknik ini membutuhkan kombinasi keberanian, kontrol motor yang presisi, serta feeling tinggi terhadap karakter motor.
Dalam rekaman latihan tersebut, Feda terlihat semakin percaya diri saat memasuki tikungan dengan kecepatan tinggi sebelum melakukan pengereman di titik yang sangat dekat dengan apex tikungan.
Kemampuan tersebut menunjukkan perkembangan signifikan dalam gaya balapnya. Banyak pengamat menilai teknik ini bisa menjadi senjata penting Feda ketika menghadapi balapan di sirkuit yang menuntut pengereman agresif.
Latihan tersebut dipimpin langsung oleh pelatih barunya, Olive Marquez. Di bawah arahan pelatih itu, program latihan Feda dirancang lebih komprehensif.
Pendekatan yang digunakan tidak hanya menekankan peningkatan kecepatan, tetapi juga penguatan fisik pembalap, penyempurnaan teknik cornering, hingga adaptasi terhadap karakter motor.
Adaptasi dengan Sirkuit Brasil
Persiapan tersebut dianggap sangat penting karena seri berikutnya akan berlangsung di Autodromo Internacional de Goiania Ayrton Senna, Brasil.
Sirkuit ini memiliki karakter berbeda dibanding lintasan sebelumnya. Pembalap harus cepat memahami konfigurasi tikungan, titik pengereman ideal, hingga kondisi aspal yang bisa berubah selama balapan.
Kemampuan membaca lintasan menjadi salah satu faktor yang menentukan performa di sirkuit tersebut.
Feda sendiri terlihat cukup cepat beradaptasi dalam simulasi latihan. Kontrol motornya terlihat stabil meski menggunakan gaya balap agresif.
Bagi pembalap muda, kemampuan mengendalikan motor dengan halus dalam kondisi limit menjadi nilai plus yang jarang dimiliki rookie.
Rival Mulai Mengakui Kemampuan Feda
Perkembangan pesat Feda ternyata tidak hanya menarik perhatian penggemar, tetapi juga rival-rivalnya di lintasan.
Maximo Quiles menjadi salah satu pembalap yang secara terbuka mengakui kemampuan rider Indonesia tersebut.
Menurut Quiles, gaya balap Feda cukup unik. Ia tampil agresif namun tetap stabil saat mengendalikan motor.
“Sulit,” ujar Quiles saat ditanya mengenai kemampuan Feda. Ia mengaku terkejut melihat performa pembalap yang baru menjalani musim debut di Moto3 tersebut.
Quiles juga menilai tidak banyak rookie yang bisa langsung tampil kompetitif sejak awal musim.
Baca Juga: Perbandingan CR7 vs Messi 2026: Adu Koleksi Trofi, Messi Unggul Ballon d’Or, Ronaldo Lebih Variatif!
Pernyataan ini menjadi sinyal bahwa Feda mulai diperhitungkan sebagai salah satu ancaman serius di kelas Moto3.
Fokus Tim Honda Asia
Sementara itu, tim Honda Team Asia terus mematangkan berbagai aspek teknis menjelang seri Brasil.
Evaluasi data balapan sebelumnya, simulasi strategi, hingga penyempurnaan setelan motor terus dilakukan.
Baca Juga: Perbandingan CR7 vs Messi 2026: Power vs Magic, Siapa Lebih Efektif di Era Modern Sepak Bola?
Fokus utama tim adalah menjaga konsistensi performa Feda di setiap sesi, mulai dari latihan bebas, kualifikasi, hingga balapan.
Dalam kelas Moto3 yang sangat ketat, konsistensi sering kali menjadi faktor penentu hasil akhir.
Jika seorang pembalap mampu tampil stabil di setiap sesi, peluang untuk bersaing di rombongan depan akan semakin besar.
Harapan Besar untuk Indonesia
Baca Juga: Jemaah Muhammadiyah di Blitar Umumkan Salat Idulfitri 1447 H pada Jumat, Ini Lokasinya
Dengan persiapan yang semakin matang serta perkembangan skill yang terlihat jelas dari sesi ke sesi, Feda kini diprediksi kembali menjadi salah satu pembalap yang patut diperhitungkan di Moto3 Brasil 2026.
Para penggemar balap Tanah Air pun semakin penasaran menantikan aksi pembalap muda tersebut di lintasan.
Perkembangan Feda yang begitu cepat membuat banyak pihak mulai melihatnya bukan sekadar rookie biasa.
Ia kini dianggap sebagai salah satu talenta muda yang berpotensi memberi warna baru dalam persaingan Moto3 musim 2026.
Jika mampu menjaga konsistensi dan terus meningkatkan performanya, peluang Feda untuk bersaing di papan atas bahkan meraih podium bukan hal yang mustahil.
Bagi Indonesia, kehadiran Feda di level dunia juga menjadi simbol kebangkitan talenta muda motorsport nasional.
Editor : Dimas Galih Nur Hendra Saputra