BLITAR KAWENTAR – Feda Ega Pratama nyaris podium di Moto3 Brasil 2026 setelah tampil mengejutkan sepanjang akhir pekan balapan. Pembalap muda Indonesia itu berhasil menembus barisan depan dan sempat berada dalam perebutan podium kedua dalam balapan yang penuh drama.
Penampilan Feda langsung menjadi sorotan di paddock Moto3. Banyak pengamat balap tak menyangka rookie asal Indonesia itu mampu tampil begitu kompetitif di tengah persaingan ketat kelas Moto3 yang dikenal brutal dan penuh duel agresif.
Sejak sesi awal balapan, Feda Ega Pratama sudah menunjukkan tanda-tanda akan menjadi kejutan besar. Gaya balapnya terlihat berbeda dibanding rookie lain. Ia tampil agresif namun tetap terukur, dengan racing line yang bersih dan presisi.
Kombinasi antara keberanian dan kontrol itulah yang membuat banyak komentator mulai memperhatikan pembalap Honda Team Asia tersebut.
Awal Kejutan dari Sesi Latihan
Sorotan terhadap Feda sebenarnya sudah muncul sejak sesi latihan bebas. Meski tidak langsung menempati posisi teratas, ritme lap yang ia ciptakan terlihat sangat konsisten.
Lap demi lap, catatan waktunya mulai mendekati kelompok terdepan.
Sirkuit yang digunakan dalam seri Brasil dikenal memiliki karakter cukup teknis. Kombinasi tikungan cepat dan sektor pengereman keras sering membuat pembalap rookie kesulitan beradaptasi.
Baca Juga: Perbandingan CR7 vs Messi 2026: Adu Koleksi Trofi, Messi Unggul Ballon d’Or, Ronaldo Lebih Variatif!
Namun Feda justru mampu memahami karakter lintasan dengan cepat.
Timnya juga terlihat melakukan penyesuaian setelan motor secara bertahap. Setiap sesi latihan menghasilkan peningkatan kecil namun signifikan.
Memasuki sesi berikutnya, kejutan mulai terasa ketika catatan waktunya melonjak tajam. Bahkan untuk beberapa saat, nama Feda sempat muncul dalam daftar 10 besar waktu lap.
Para analis paddock mulai menilai performa tersebut bukan lagi sekadar kebetulan.
Baca Juga: Perbandingan CR7 vs Messi 2026: Power vs Magic, Siapa Lebih Efektif di Era Modern Sepak Bola?
Kualifikasi Mengejutkan, Start dari Posisi Ketiga
Puncak kejutan terjadi pada sesi kualifikasi Moto3
Dalam kelas yang dikenal sangat kompetitif, satu lap sempurna dapat mengubah segalanya. Tekanan biasanya sangat besar bagi pembalap rookie.
Namun Feda justru tampil berani di momen tersebut.
Baca Juga: Perbandingan CR7 vs Messi 2026: Power vs Magic, Siapa Lebih Efektif di Era Modern Sepak Bola?
Saat sesi kualifikasi memasuki menit-menit akhir, ia melancarkan satu lap cepat yang nyaris sempurna. Pengereman presisi, akselerasi keluar tikungan yang bersih, serta keberanian membuka gas lebih awal menjadi kunci catatan waktunya.
Hasilnya langsung terlihat di papan klasemen.
Feda Ega Pratama berhasil mengamankan posisi start ketiga.
Bagi seorang rookie Moto3, hasil tersebut jelas luar biasa. Garasi tim Honda Team Asia langsung dipenuhi sorakan, sementara media paddock mulai menyorot namanya.
Duel Sengit di Rombongan Depan
Ketika lampu start padam, puluhan motor Moto3 melesat menuju tikungan pertama.
Start dari baris depan membuat Feda langsung berada dalam posisi strategis. Namun tekanan dari pembalap di belakang datang tanpa henti.
Moto3 terkenal dengan rombongan pembalap yang sangat rapat. Satu kesalahan kecil saja bisa membuat posisi turun beberapa tempat sekaligus.
Feda memilih pendekatan yang cerdas.
Ia tidak langsung menyerang secara agresif di awal balapan. Sebaliknya, ia menjaga ritme dan tetap berada di kelompok depan.
Beberapa kali kamera menyorot manuvernya saat bertarung wheel-to-wheel dengan pembalap yang lebih berpengalaman.
Yang menarik, tidak terlihat kepanikan dalam gaya balapnya.
Racing line yang dipilih tetap bersih dan efisien. Bahkan beberapa komentator mulai memuji kematangan balapnya, sesuatu yang jarang disematkan kepada seorang rookie.
Hampir Podium di Lap-Lap Terakhir
Memasuki pertengahan balapan, tensi perlombaan meningkat drastis. Kelompok depan dipenuhi pembalap dengan jarak sangat rapat.
Di tengah situasi tersebut, Feda tetap tampil tenang.
Alih-alih memaksakan overtake berisiko, ia menunggu momen yang tepat untuk menyerang. Strategi ini membuatnya tetap berada di rombongan depan saat beberapa rival mulai kehilangan konsistensi.
Memasuki lap-lap terakhir, peluang podium mulai terbuka.
Bahkan untuk beberapa saat, Feda terlihat berada dalam posisi yang memungkinkan untuk mengejar podium kedua.
Namun drama terjadi di fase akhir balapan.
Persaingan ketat membuat ritme rombongan depan berubah. Dalam salah satu sektor lintasan, Feda sempat kehilangan sedikit momentum saat keluar dari tikungan.
Selisih waktu yang hanya sepersekian detik langsung dimanfaatkan para rival melalui slipstream di trek lurus.
Meski demikian, Feda tetap mampu bertahan di rombongan utama hingga garis finis.
Nama Feda Mulai Diperhitungkan
Meski podium akhirnya nyaris terlepas, satu hal menjadi sangat jelas setelah balapan berakhir.
Baca Juga: Jemaah Muhammadiyah di Blitar Umumkan Salat Idulfitri 1447 H pada Jumat, Ini Lokasinya
Nama Feda Ega Pratama kini mulai diperhitungkan di paddock Moto3.
Penampilannya sepanjang akhir pekan menunjukkan kombinasi penting yang jarang dimiliki pembalap muda: keberanian, kecerdasan membaca balapan, serta konsistensi.
Dari sesi latihan yang stabil, kualifikasi mengejutkan, hingga balapan yang hampir menghasilkan podium, semua menjadi bukti bahwa Feda bukan sekadar rookie biasa.
Bagi penggemar motorsport Indonesia, performa ini menjadi kebanggaan tersendiri.
Karena untuk pertama kalinya dalam beberapa waktu terakhir, seorang pembalap Indonesia mampu bersaing di rombongan depan Moto3 dengan penuh percaya diri.
Jika perkembangan ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin nama Feda Ega Pratama akan semakin sering muncul di barisan depan balapan Moto3 musim 2026.
Editor : Dimas Galih Nur Hendra Saputra