Profil Veda Ega Pratama di Idemitsu Asia Talent Cup 2022, Aksi Penyelamatan Spektakuler hingga Dijuluki Marc Marquez Kecil

Muhamad Ahsanul Wildan • Dipublikasikan Sabtu, 21 Maret 2026 | 18:30 WIB
Profil Veda Ega Pratama di Idemitsu Asia Talent Cup 2022, pembalap muda Indonesia dengan aksi penyelamatan spektakuler.
Profil Veda Ega Pratama di Idemitsu Asia Talent Cup 2022, pembalap muda Indonesia dengan aksi penyelamatan spektakuler.

BLITAR KAWENTAR - Penampilan Veda Ega Pratama di ajang Idemitsu Asia Talent Cup 2022 menjadi salah satu sorotan utama musim ini.

Pembalap muda Indonesia tersebut menunjukkan performa kompetitif meski berstatus sebagai salah satu rider termuda.

Veda Ega Pratama lahir pada 23 November 2008 dan berasal dari Wonosari, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Ia tampil di Idemitsu Asia Talent Cup 2022 saat masih berusia 14 tahun, menghadapi 21 pembalap terbaik dari seluruh Asia.

Di tengah ketatnya persaingan, Veda mampu menunjukkan konsistensi performa yang cukup menjanjikan sepanjang musim.

Baca Juga: Bupati: Nyepi dan Idulfitri Berjalan Seiring, Open House Lebaran Undang Semua Lapisan Masyarakat

Konsistensi di Tengah Persaingan Ketat

Idemitsu Asia Talent Cup dikenal sebagai ajang pembinaan pembalap muda menuju level dunia.

Para peserta merupakan hasil seleksi ketat dengan kualitas balap yang merata.

Dalam kondisi tersebut, Veda tetap mampu bersaing di barisan depan dalam beberapa seri.

Ia bahkan mencatatkan podium penting di Malaysia serta kemenangan di Thailand dan Qatar.

Hasil ini menunjukkan bahwa Veda tidak hanya sekadar peserta, tetapi juga kandidat kuat pembalap masa depan Indonesia.

Momen Kunci di Qatar

Salah satu indikator kemampuan teknis Veda terlihat pada balapan di Qatar, 6 Maret 2022.

Dalam race tersebut, ia sempat memimpin jalannya balapan sebelum mengalami momen krusial.

Saat berada di posisi kedua, Veda hampir mengalami low side crash di tikungan.

Namun, dengan refleks cepat, ia melakukan penyelamatan menggunakan lutut untuk menjaga keseimbangan motor.

Teknik ini jarang dilakukan oleh pembalap seusianya, sehingga menjadi perhatian komentator dan penggemar balap Asia.

Meski kehilangan posisi akibat manuver tersebut, Veda tetap berhasil finis di posisi ketiga.

Baca Juga: ⁠Ada Perbedaan 1 Syawal, MUI Kabupaten Blitar Ajak Masyarakat Utamakan Toleransi dan Saling Menghormati

Faktor Pembentuk Skill Balap

Kemampuan Veda tidak lepas dari latar belakangnya sebagai anak pembalap nasional, Sudarmono. Sejak kecil, ia sudah terpapar dunia balap.

Ia memulai karier dari motocross sebelum beralih ke road race, yang kemudian membentuk karakter balap agresif namun terkontrol.

Adaptasi dari lintasan tanah ke aspal juga menjadi nilai tambah dalam penguasaan teknik berkendara.

Baca Juga: Indahnya Sambut Lebaran, Jalan di Desa Wonodadi Blitar Ini Disulap Sebagus Ini

Seri Penutup di Mandalika

Seri terakhir Idemitsu Asia Talent Cup 2022 digelar di Pertamina Mandalika International Street Circuit pada 11-13 November 2022, bersamaan dengan World Superbike.

Race pertama berlangsung pada Sabtu pukul 15.00 WITA, sementara race kedua digelar Minggu di waktu yang sama.

Ajang ini menjadi penutup sekaligus evaluasi performa pembalap sepanjang musim.

Potensi Menuju Level Lebih Tinggi

Sebagai lulusan Idemitsu Asia Talent Cup, pembalap memiliki peluang untuk melanjutkan ke jenjang kompetisi yang lebih tinggi seperti Moto3.

Melihat performa yang ditunjukkan sepanjang musim, Veda Ega Pratama memiliki potensi besar untuk menembus level tersebut jika mampu menjaga konsistensi dan meningkatkan pengalaman balapnya.

Julukan “Marc Marquez kecil” yang disematkan kepadanya bukan tanpa alasan, melainkan refleksi dari gaya balap agresif dan keberaniannya di lintasan.

Baca Juga: Polisi Intensifkan Patroli Jalur KA di Blitar Selama Lebaran, Antisipasi Aksi Kriminal 

Editor : Muhamad Ahsanul Wildan
Sumber : Tribunnews
Mandalika IATC 2022 MotoGP junior veda ega pratama pembalap indonesia