BLITAR KAWENTAR - Profil Veda Ega Pratama tengah menjadi sorotan publik pecinta balap motor Asia.
Pembalap muda asal Indonesia ini disebut-sebut sebagai “Marc Marquez kecil” berkat aksi impresifnya di ajang Idemitsu Asia Talent Cup (ATC) 2022.
Nama Veda Ega Pratama mulai mencuri perhatian sejak tampil gemilang di berbagai seri ATC 2022.
Meski masih berusia sangat muda, yakni 14 tahun, ia mampu bersaing dengan pembalap-pembalap terbaik dari berbagai negara di Asia.
Lahir pada 23 November 2008 di Wonosari, Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Veda Ega Pratama merupakan anak dari pembalap nasional, Sudarmono. Tak heran jika bakat balapnya sudah terasah sejak kecil.
Awal Karier dari Motocross
Sejak dini, dunia balap sudah menjadi bagian dari kehidupan Veda. Ia mengaku mulai tertarik menjadi pembalap karena sering melihat sang ayah berlatih dan berlaga di lintasan.
Awalnya, Veda menggeluti balap motocross sebelum akhirnya beralih ke road race.
Keputusan tersebut menjadi titik penting dalam perjalanan kariernya hingga mampu menembus ajang internasional seperti ATC.
Menurut pengakuannya kepada wartawan saat ditemui di Sirkuit Mandalika pada 11 November 2022, motivasi terbesarnya adalah mengikuti jejak sang ayah sekaligus mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.
Prestasi di Idemitsu Asia Talent Cup 2022
Ajang ATC 2022 menjadi panggung pembuktian bagi Veda. Kompetisi ini diikuti oleh 21 pembalap muda hasil seleksi ketat dari seluruh Asia, menjadikannya salah satu ajang bergengsi untuk pembalap usia dini.
Sejumlah prestasi berhasil ia torehkan, termasuk podium di Malaysia serta kemenangan di Thailand dan Qatar.
Pencapaian tersebut membuatnya semakin diperhitungkan sebagai salah satu talenta terbaik Indonesia.
Veda mengaku sangat bangga dapat memberikan hasil terbaik untuk negaranya.
Baginya, setiap podium bukan hanya kemenangan pribadi, tetapi juga kebanggaan bagi Indonesia.
Dijuluki Marc Marquez Kecil
Julukan “Marc Marquez kecil” melekat pada Veda bukan tanpa alasan. Gaya balapnya yang agresif dan penuh perhitungan membuat banyak pihak membandingkannya dengan juara dunia MotoGP asal Spanyol tersebut.
Salah satu momen yang menguatkan julukan itu terjadi saat balapan di Qatar pada 6 Maret 2022.
Dalam race tersebut, Veda tampil luar biasa dengan bertarung di barisan depan dan beberapa kali memimpin balapan.
Ia akhirnya finis di posisi ketiga dan meraih podium pertamanya di ATC 2022, sebuah pencapaian penting dalam kariernya.
Harapan Masa Depan
Ajang ATC dikenal sebagai batu loncatan menuju jenjang balap yang lebih tinggi, termasuk Moto3 hingga MotoGP.
Dengan performa yang terus meningkat, peluang Veda untuk melangkah ke level tersebut terbuka lebar.
Seri penutup ATC 2022 sendiri digelar di Sirkuit Pertamina Mandalika pada 12–13 November 2022, berbarengan dengan ajang World Superbike.
Dengan usia yang masih sangat muda dan pengalaman yang terus bertambah, Veda Ega Pratama diprediksi akan menjadi salah satu bintang besar balap motor Indonesia di masa depan.
Editor : Muhamad Ahsanul Wildan