BLITAR KAWENTAR - BYD Atto 1 memang sukses menarik perhatian karena harganya yang sangat terjangkau untuk ukuran mobil listrik.
Namun di balik harga yang menggoda, ada sejumlah catatan penting yang perlu dipertimbangkan calon pembeli.
BYD Atto 1 dipasarkan dalam dua varian, Dynamic seharga Rp195 juta dan Premium Rp235 juta.
Harga ini memang setara dengan mobil LCGC, tetapi ekspektasi terhadap mobil listrik tentu berbeda.
Dalam tiga paragraf awal saja sudah terlihat bahwa daya tarik utama BYD Atto 1 adalah harga murah. Namun, apakah performa dan fiturnya benar-benar sepadan ?
Desain Menarik, Tapi Proporsi Kurang Ideal
Dari sisi desain, BYD Atto 1 tampil futuristik dengan garis-garis tajam. Namun, tidak semua orang menyukai tampilannya.
Proporsi bodi dinilai kurang seimbang karena dimensi kecil dipadukan dengan desain agresif.
Material interior juga didominasi plastik keras, yang terasa wajar di harga Rp200 jutaan, tetapi tetap memberikan kesan kurang premium.
Performa Terbatas, Akselerasi Lambat
Salah satu kelemahan utama BYD Atto 1 terletak pada performanya. Mobil ini hanya memiliki tenaga 74 hp dan torsi 135 Nm, yang tergolong kecil bahkan untuk mobil listrik.
Saat diuji, akselerasi 0–100 km/jam mencapai 14 detik. Angka ini tergolong lambat, terutama jika dibandingkan dengan ekspektasi mobil listrik yang biasanya identik dengan akselerasi instan.
Mode berkendara seperti Eco, Normal, dan Sport juga tidak memberikan perbedaan signifikan dalam hal tenaga.
Fitur Ada, Tapi Banyak yang Tanggung
BYD Atto 1 memang dibekali banyak fitur, namun sebagian terasa setengah matang.
Misalnya, pengaturan penting seperti rem parkir dan auto hold justru harus diakses melalui layar, bukan tombol fisik.
Beberapa fitur juga hanya tersedia di varian Premium, seperti wireless charging dan jok elektrik.
Sementara varian Dynamic terasa cukup “dipangkas” untuk menekan harga.
Selain itu, mobil ini belum dilengkapi ADAS, yang mulai menjadi standar di banyak mobil modern.
Kenyamanan Cukup, Tapi Tidak Sempurna
Dari sisi kenyamanan, suspensi depan terasa cukup baik dan stabil. Namun, penumpang belakang bisa merasakan ayunan yang kurang nyaman, terutama di jalan bergelombang.
Sistem pengereman juga terasa kurang halus akibat karakter regenerative braking yang cukup agresif, terutama di kecepatan rendah.
Layak Dibeli atau Tidak ?
BYD Atto 1 memang menawarkan harga yang sulit ditolak. Namun, calon pembeli perlu memahami bahwa ada kompromi di berbagai aspek, mulai dari performa hingga fitur.
Mobil ini lebih cocok untuk penggunaan dalam kota dengan gaya berkendara santai.
Jika menginginkan performa tinggi atau fitur lengkap tanpa kompromi, mungkin perlu mempertimbangkan opsi lain di kelas yang lebih tinggi.
Baca Juga: THR via QRIS dan Silaturahmi Digital: Apakah Esensi Salaman Mulai Luntur?
Editor : Muhamad Ahsanul Wildan