JAKARTA - Unboxing Uwinfly M75 Advance Litium menjadi sorotan pecinta otomotif, terutama bagi yang mencari motor listrik dengan desain gagah dan fitur modern. Motor ini tampil mencolok dengan bentuk yang sekilas mirip Yamaha NMAX, namun hadir dengan teknologi kekinian seperti NFC dan baterai litium.
Dalam video unboxing yang beredar, Uwinfly M75 Advance Litium langsung menarik perhatian sejak pertama kali dibuka dari kemasannya. Unit yang ditampilkan berwarna hitam dengan tampilan bodi besar dan kokoh, memberikan kesan premium di kelasnya.
Menariknya, unboxing Uwinfly M75 Advance Litium juga memperlihatkan berbagai kelengkapan yang cukup lengkap. Mulai dari dua kunci, kartu NFC, charger, spion, hingga buku petunjuk penggunaan.
Desain Gagah, Mirip Skutik Premium
Dari segi desain, motor listrik ini memang terlihat seperti skutik premium. Bagian depan dibuat besar dan tebal, memberikan kesan tangguh saat digunakan di jalan.
Bagasi utama di bawah jok juga cukup luas, dengan dimensi sekitar 30 x 20 cm. Joknya sendiri berwarna cokelat, memberikan sentuhan elegan yang berbeda dari motor listrik kebanyakan.
Baca Juga: Libur Lebaran, Destinasi Wisata Pantai Serang Blitar Masih Bebas Tiket Masuk
Tak hanya itu, terdapat tambahan box di bagian belakang yang bisa dibuka menggunakan fitur NFC. Ukurannya sekitar 25 x 25 cm, cukup untuk membawa barang belanjaan, botol minum, atau perlengkapan kecil lainnya.
Fitur Modern: NFC hingga Lampu LED
Salah satu keunggulan utama dari Uwinfly M75 Advance Litium adalah penggunaan teknologi NFC untuk membuka box tambahan. Pengguna cukup menempelkan kartu tanpa perlu kunci manual.
Dari sisi pencahayaan, motor ini sudah dilengkapi lampu LED dengan tampilan futuristik. Lampu depan memiliki dua mode, yakni lampu dekat dan lampu jauh, dengan sorotan yang cukup terang.
Panel dashboard juga terlihat modern dengan berbagai indikator penting. Di bagian setang kanan terdapat tombol power, starter, serta pengaturan lampu.
Spesifikasi dan Performa
Uwinfly M75 Advance Litium dibekali motor penggerak sebesar 800 watt yang langsung terpasang di roda belakang. Sistem ini membuat motor tidak menggunakan rantai, sehingga lebih minim perawatan.
Ban yang digunakan berukuran 3.10 inci dan sudah tubeless, sehingga lebih aman dari risiko kebocoran mendadak. Sistem pengereman juga sudah menggunakan rem cakram, memberikan keamanan lebih saat berkendara.
Suspensi belakang menggunakan dual shockbreaker, yang membuat motor lebih stabil, terutama saat melewati jalan tidak rata.
Proses Charging dan Penggunaan
Dalam proses pengisian daya, motor ini menggunakan charger bawaan dengan indikator warna. Saat charging berlangsung, lampu akan berwarna merah, dan berubah menjadi hijau saat baterai penuh.
Baca Juga: Komparasi BYD Atto 1 vs Geely EX2, Sama-Sama Murah, Tapi Sensasi Nyetir dan Fitur Beda Jauh !
Waktu pengisian daya disarankan antara 2 hingga 4 jam. Dalam satu jam, baterai bisa terisi sekitar 20 persen, sehingga cukup efisien untuk penggunaan harian.
Port charger terletak di bagian samping motor, memudahkan pengguna saat melakukan pengisian daya tanpa harus repot membuka bagian tertentu.
Pengalaman Awal Berkendara
Saat pertama kali dinyalakan, motor ini memiliki mode parkir (P) yang harus dilepas terlebih dahulu sebelum digunakan. Pengguna juga harus menarik rem sebelum motor siap berjalan.
Tersedia beberapa mode kecepatan yang bisa dipilih sesuai kebutuhan. Saat dicoba berjalan, motor terasa halus dan responsif, meski pengujian masih terbatas.
Selain itu, adanya footstep tambahan untuk penumpang serta sandaran belakang membuat motor ini nyaman digunakan berboncengan.
Potensi di Pasar Motor Listrik
Dengan desain yang menarik, fitur modern, dan penggunaan baterai litium, Uwinfly M75 Advance Litium berpotensi menjadi salah satu pilihan favorit di pasar motor listrik Indonesia.
Baca Juga: Review BYD Atto 1, Murah Memang, Tapi Tenaga Lemah dan Fitur Serba Tanggung di Harga Rp200 Jutaan
Apalagi, tren kendaraan listrik terus meningkat seiring kesadaran masyarakat terhadap efisiensi dan ramah lingkungan.
Namun, pengujian lebih lanjut tetap diperlukan, terutama untuk mengetahui performa di tanjakan dan penggunaan jarak jauh.
Editor : Dyah Wulandari