Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Cerita Perajin Hamper Blitar Kebanjiran Order Hampers Lebaran, Omzet Naik hingga Berkali Lipat

Saifullah Muhammad Jafar • Selasa, 24 Maret 2026 | 15:18 WIB
Faridatul Lukmana UNTUK RADAR BLITAR

KREATIF: Faridatul Lukmana menunjukkan sejumlah hamper Lebaran pesanan pelanggan yang siap dikirim.
Faridatul Lukmana UNTUK RADAR BLITAR
KREATIF: Faridatul Lukmana menunjukkan sejumlah hamper Lebaran pesanan pelanggan yang siap dikirim.

BLITAR KAWENTAR - Jelang Hari Raya Idul Fitri, permintaan hamper melonjak cukup signifikan. Faridatul Lukmana warga Desa Slorok, Kecamatan Garum kebanjiran order hingga 10 kali lipat dibanding hari biasa. Baginya, momen Lebaran selalu menjadi berkah tersendiri.

Para pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) menuai berkah di momen Lebaran. Khususnya mereka yang bergerak di sektor ekonomi kreatif seperti pembuatan hampers atau bingkisan hadiah. Di momen Hari Raya Idul Fitri, omzet mereka bisa naik berkali lipat dibanding hari biasa. 

Adalah Faridatul Lukmana, produsen hamper ini mengaku kewalahan memenuhi pesanan yang terus berdatangan sejak memasuki Ramadan. Jika hari biasa dia hanya memproduksi sekitar 10 paket per hari, kini bisa mencapai 100 paket.

Baca Juga: Destinasi Wisata Buatan di Blitar Ini Jadi Jujukan Wisatawan dari Berbagai Daerah, Pemkab Tingkatkan Keamanan

"Perbandingannya sekitar 1:10 per hari. Biasanya hanya untuk buah tangan atau menjenguk orang sakit, sekarang untuk persiapan Lebaran," ujarnya. 

Usaha yang dirintisnya pascapandemi Covid-19 ini mulanya hanya fokus pada buket dan kado 3D custom. Kini, variasi produk hampers semakin beragam. Salah satu yang diminati adalah hampers dengan tambahan mangkuk mini khas Jepang lengkap dengan sumpit.

Untuk isian, biasanya berupa snack manis, kue kering, hingga sembako seperti gula dan minyak, yang dikombinasikan dengan peralatan porselen. Faridatul juga melayani hamper kustom, di mana pelanggan membawa isi sendiri dan dia yang merangkainya.

Baca Juga: Libur Lebaran, Destinasi Wisata Pantai Serang Blitar Masih Bebas Tiket Masuk

Tantangan terbesar, kata dia, adalah ketersediaan bahan menjelang hari raya. Kadangkala, ketersediaan bahan untuk hamper cepat habis karena banyak diburu oleh para produsen hamper.

"Makanya, kami sesegara mungkin mulai stok H-3 Lebaran, tapi itupun tetap terbatas. Sebenarnya kalau bisa jauh-jauh hari," ungkap perempuan 27 tahun ini.

Dari segi kemasan, tren tahun ini beralih ke tas mika berpita yang lebih praktis dan terjangkau dibanding tas rotan atau bambu yang rentan jamur. Harganya bervariasi, mulai Rp75 ribu untuk kemasan tas hingga ratusan ribu rupiah. Semua tergantung dari isi hamper atau buket tersebut.

Baca Juga: Komparasi BYD Atto 1 vs Geely EX2, Sama-Sama Murah, Tapi Sensasi Nyetir dan Fitur Beda Jauh !

Faridatul berharap pemerintah daerah lebih aktif mendukung pemasaran UMKM. Tak sekadar lewat bantuan materil seperti akses kemudahan modal, tetapi juga bisa lewat pelatihan pemasaran.

 "Banyak pelaku UMKM kreatif, tapi kendala di pemasaran. Maka itu, pendampingan dan pelatihan sangat kami butuhkan. Apalagi sekarang pemasaran telah bergeser secara online," pungkasnya.(mg3/sub)

 

Editor : M. Subchan Abdullah
#hamper blitar #Garum #Hamper #momen #blitar #Hamper Lebaran 2026 #lebaran #orde baru