BLITAR KAWENTAR- MotoGP Brazil 2026 diwarnai kontroversi kondisi lintasan yang memicu perdebatan panas. Meski demikian, para pembalap yang naik podium justru kompak membela panitia penyelenggara balapan. Sorotan utama terjadi setelah balapan di Sirkuit Goiania dipangkas dari 31 lap menjadi hanya 23 lap akibat kerusakan aspal di beberapa titik.
Keputusan pengurangan jumlah lap diumumkan hanya lima menit sebelum start. Situasi tersebut memicu spekulasi luas, terlebih pemasok ban resmi kejuaraan, Michelin, menegaskan bahwa pemangkasan jarak balap bukan atas permintaan mereka.
Di tengah polemik tersebut, hasil MotoGP Brazil 2026 tetap menghadirkan duel sengit antarpembalap papan atas. Marc Marquez menjadi salah satu sosok yang paling disorot usai gagal meraih podium karena insiden di lintasan rusak.
Marquez mengungkap dirinya melebar di Tikungan 11 saat sedang berada dalam posisi perebutan podium. Permukaan aspal yang terkelupas membuat motornya kehilangan traksi hingga akhirnya disalip rival.
Tidak hanya itu, sejumlah pembalap juga melaporkan adanya serpihan lintasan yang terlempar akibat gesekan ban motor di depan mereka. Insiden tersebut bahkan sempat mengenai bagian tubuh pembalap yang berada di belakang.
Lintasan Rusak Jadi Sorotan Sejak Hari Kualifikasi
Permasalahan trek ternyata sudah muncul sejak sesi kualifikasi. Lubang besar ditemukan di jalur start-finish yang memaksa jadwal balapan hari Sabtu mundur selama satu jam demi perbaikan darurat.
Meski begitu, para pembalap podium menilai kerja cepat panitia patut diapresiasi. Pemenang balapan, Marco Bezzecchi, menyebut penyelenggara telah melakukan pekerjaan luar biasa agar balapan tetap bisa digelar.
“Saya sangat senang dengan kerja mereka. Semua diperbaiki dalam waktu singkat dan kami tetap bisa balapan,” ujar Bezzecchi dalam konferensi pers.
Pembalap tim Aprilia Racing itu menambahkan bahwa sirkuit yang digunakan memang memiliki banyak permukaan baru sehingga wajar bila masih muncul kendala teknis.
Menurutnya, faktor cuaca ekstrem juga memperumit situasi. Namun secara keseluruhan, ia merasa akhir pekan balapan tetap berjalan sukses.
Jorge Martin Setuju Balapan Dipersingkat
Rekan setim Bezzecchi, Jorge Martin, juga menyuarakan pendapat senada. Finis di posisi kedua, Martin menganggap keputusan mempersingkat balapan sudah tepat demi keselamatan pembalap.
Ia mengaku sempat terkena serpihan batu kecil yang terlempar dari motor pembalap lain saat berada di rombongan depan.
“Begitu berada di belakang Marquez dan Di Giannantonio, saya mengerti kenapa balapan dipersingkat. Beberapa serpihan menghantam motor dan tubuh saya,” ungkap Martin.
Martin menilai Brasil sukses menyelenggarakan balapan penting bagi kalender MotoGP meski menghadapi tantangan besar dari sisi teknis.
Baca Juga: Tiket Bus AKAP di Terminal Patria Blitar Terpantau Laris Manis untuk Mudik dan Balik Lebaran
Fabio Di Giannantonio Apresiasi Antusiasme Brasil
Pembalap VR46 Racing Team, Fabio Di Giannantonio, yang diuntungkan dari kesalahan Marquez juga memberikan pembelaan kepada panitia.
Ia menilai tidak mudah bagi sebuah negara untuk menggelar ajang balap sekelas MotoGP dengan berbagai persyaratan teknis ketat.
“Lintasannya luar biasa, penggemarnya sangat antusias, dan panitia melakukan upaya maksimal sepanjang akhir pekan,” ujarnya.
Aprilia Kirim Sinyal Ancaman ke Ducati
Keberhasilan Bezzecchi dan Martin kembali menegaskan dominasi Aprilia pada awal musim. Manajemen tim menyebut peningkatan performa motor sangat signifikan dibanding musim lalu.
Aprilia bahkan mulai digadang sebagai penantang serius dominasi Ducati Lenovo Team yang sebelumnya begitu perkasa.
Martin menegaskan kerja sama tim menjadi kunci untuk meredam kekuatan Marquez dan Ducati dalam perebutan gelar juara dunia musim ini.
Nasib Berbeda Pecco Bagnaia
Sementara itu, pembalap Ducati lainnya, Francesco Bagnaia, justru mengalami akhir pekan buruk. Ia terjatuh pada lap ke-11 saat sedang berjuang memperbaiki posisi.
Bagnaia mengaku kesulitan menemukan feeling dengan motornya sehingga tidak mampu tampil kompetitif sepanjang balapan.
“Kami sedang berusaha keras menemukan kembali kecepatan terbaik. Cepat atau lambat kami akan kembali,” ujarnya.
Hasil ini membuat persaingan klasemen semakin terbuka. MotoGP Brazil 2026 pun menjadi bukti bahwa dominasi Ducati mulai mendapat ancaman nyata dari kebangkitan Aprilia.
Baca Juga: Konsumsi Obat Secara Tepat Saat Perjalanan Balik ke Tempat Kerja usai Libur Panjang Lebaran
Editor : Fadhilah Salsa Bella