BLITAR KAWENTAR - Suryakarsa menjadi salah satu band asal Blitar yang tetap konsisten berkarya di tengah kesibukan para personelnya.
Meski sebagian besar anggota disibukkan dengan pekerjaan, bahkan ada yang menjalani kuliah sekaligus bekerja, mereka tetap menyempatkan waktu untuk menciptakan musik bersama.
Band yang terbentuk pada 14 Februari 2022 ini berawal dari ide Muhammad Devan Fedriansyah, songwriter sekaligus manajer, yang ingin mengembangkan puisi menjadi lagu.
“Awalnya aku kepikiran bagaimana kalau puisiku tidak berhenti di tulisan saja, tapi bisa jadi sesuatu yang lebih hidup lewat musik,” jelasnya.
Baca Juga: Masuk Bursa Calon Ketua DPC PKB, Anak Mantan Wakil Bupati Blitar Ini Siap Laksanakan Perintah Partai
Suryakarsa kini diperkuat oleh Ebenhaezer Zildjian Harazaki Zebua (arranger, composer, gitar), Rafi Rayhan Rajendra (gitar), Revaldy Irvansyah Putra Edy (violin), Ammar Naufal Ridafi (vokal), Jessica Ayuning Salsabila (vokal), Sabian Arwinanda (drum), serta Julian Pradiantoro (bass).
Nama Suryakarsa bukan sekadar identitas, melainkan juga filosofi.
Baca Juga: Mobil Keluarga Tahun Muda di Bawah Rp100 Juta, Pilihan Terbaik 2026
“Surya” berarti matahari, simbol sumber kehidupan yang memberi energi dan harapan bagi banyak orang.
Sementara “karsa” dimaknai sebagai ungkapan melalui kata-kata, cara menyampaikan perasaan, cerita, dan makna secara tidak langsung namun mendalam.
Baca Juga: Harga & Angsuran Mitsubishi Expander dan XL7 Terbaru 2026: DP Murah, Garansi 1 Tahun, Banyak Bonus!
Melalui nama tersebut, Suryakarsa ingin menghadirkan karya yang tidak hanya didengar, tetapi juga dirasakan.
“Setiap lagu berangkat dari cerita atau keresahan, lalu kami kembangkan bersama sampai jadi karya utuh,” ungkap salah satu personel.
Baca Juga: Mobil Bekas Layak Beli 2026: Honda Brio, Toyota Innova, Mitsubishi Expander, hingga Honda HRV
Dalam bermusik, Suryakarsa mengusung genre pop alternatif dengan sentuhan eksperimental, seperti unsur orkestra hingga gamelan.
Hingga kini, mereka telah merilis Semesta Luka dan Rahim (2022), Dindalara (2023), Hujan di Malam Itu Seindah Kamu (2024), hingga Sediakala (2025).
Baca Juga: Mobil Bekas Layak Beli 2026: Honda Brio, Toyota Innova, Mitsubishi Expander, hingga Honda HRV
Di balik itu, tantangan terbesar adalah membagi waktu.
Dengan kesibukan masing-masing, proses produksi kerap dilakukan secara terpisah.
Baca Juga: Jelang Tahun Ajaran Baru, Sekolah di Kabupaten Blitar Mulai Pendataan Awal Calon Siswa
“Kadang prosesnya harus jalan jarak jauh, tapi kami tetap jaga komunikasi supaya karya tetap jalan,” ujar mereka.
Meski dihadapkan pada keterbatasan waktu, semangat berkarya Suryakarsa tidak surut.
Baca Juga: Update Stok Mobil Bekas: Yaris, Honda Jazz, dan HRV Siap Jadi Pilihan Lebaran 2026
Mereka bahkan tengah menyiapkan single terbaru dengan warna musik yang berbeda.
“Kami ingin terus berkembang dan mencoba hal baru supaya musik kami bisa menjangkau lebih banyak pendengar,” tutup mereka.(mg3/sub)
Editor : Oksania Difa Ilmada