BLITAR – Konsistensi dalam berkarya terus ditunjukkan Wahyu Rezzer Simatupang atau yang akrab disapa Tupang.
Musisi asal Blitar ini kembali merilis single terbaru berbahasa Jawa berjudul Apus-Apus, sebuah lagu yang lahir dari keresahan dan pengalaman hidup di sekitarnya.
Tupang mengaku, meski dikenal sebagai MC dan pencerita horor, dirinya hingga kini tetap menekuni dunia musik.
Baca Juga: Suka Duka 7 Tahun Pakai Toyota Yaris: Akselerasi Juara dan Mesin Bandel, Tapi Kok Susah Putar Balik?
Ia ingin membuktikan bahwa passion di bidang tarik suara masih terus ia jalani dengan serius melalui karya-karya orisinal.
“Perkenalkan saya Tupang. Mungkin satu dua orang kenal saya sebagai MC atau pencerita horor. Tapi sampai detik ini saya masih menggeluti dunia nyanyi,” ujarnya.
Dalam lagu Apus-Apus, Tupang menulis dan menciptakan sendiri lirik serta konsep lagunya.
Ia menyebut, lagu tersebut bercerita tentang seseorang yang terus dibohongi, namun tetap berusaha kuat dan bangkit meski rasa sakit terus menghantui.
“Lagu ini menceritakan seseorang yang dibohongi bertubi-tubi, tapi tetap mencoba bertahan dan bangkit walaupun rasanya sakit,” jelasnya.
Ia berharap, lagu tersebut dapat menjadi cerminan kehidupan bagi para pendengar yang pernah mengalami hal serupa.
Menurutnya, musik bisa menjadi ruang untuk menyuarakan perasaan yang sulit diungkapkan.
Menariknya, Tupang secara terbuka mengakui keterbatasannya dalam dunia musik.
Ia tidak memiliki latar belakang teori musik yang kuat, bahkan mengaku tidak memahami nada maupun alat musik secara mendalam.
“Jujur saya ini penyanyi amatiran. Enggak ngerti nada, enggak ngerti note, enggak bisa main musik,” ungkapnya.
Namun, keterbatasan tersebut tidak menghalanginya untuk terus berkarya. Ia justru mengandalkan imajinasi serta cerita dari lingkungan sekitar sebagai sumber inspirasi.
Ia menuturkan, banyak ide lagu muncul dari curhat teman hingga pengalaman pribadi.
Ia menambahkan bahwa proses kreatifnya lebih banyak dipengaruhi oleh kisah nyata yang ia dengar dan rasakan.
Hal itu membuat lagu-lagunya terasa lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Dengan semangat tersebut, Tupang ingin menunjukkan bahwa karya tidak harus lahir dari kesempurnaan teknik, melainkan dari kejujuran rasa.
Dari Blitar, ia terus melangkah membangun identitas sebagai musisi dengan karakter yang kuat dan autentik.(*)
Editor : Anggi Septian A.P.