SIAPKAN SINGLE TERBARU: Lxntrx, band yang digawangi anak-anak muda asli Blitar telah memiliki beberapa karya lagu yang enak didengar.
BLITAR KAWENTAR - Di tengah ramainya industri musik lokal, band asal Blitar Lxntrx hadir membawa energi pop punk yang segar sekaligus berani keluar dari batas genre.
Tak hanya terpaku pada satu warna musik, trio muda ini dikenal dengan eksplorasi mereka yang luas, mulai dari elektronik hingga alternatif yang membuat setiap karya terasa unik dan tidak mudah ditebak.
Band ini digawangi oleh Andika Galuh Bagus Kurniawan, seorang Music Producer dan Arranger, sebagai leader, pianis, sekaligus music producer, bersama Mochamad Daffa Hudnikviansyah, mahasiwa Seni Musik UNESA, sebagai gitaris, serta vokalis muda Yaspis Brigifta Kasih yang masih berstatus sebagai pelajar SMP.
Perjalanan Lxntrx bermula dari eksperimen sederhana Andika di YouTube saat pandemi, hingga akhirnya berkembang menjadi proyek band yang serius sejak 2023.
“Awalnya cuma iseng remake lagu di YouTube, ternyata ada yang tertarik dan minta dibuatkan lagu. Dari situ aku mulai serius di musik, sampai akhirnya kepikiran bikin band sendiri,” ujar Andika.
Identitas musik Lxntrx kini mengarah pada pop punk dengan sentuhan modern. Hal ini tercermin dalam rilisan mereka seperti “iLY” (November 2024), “Takoyaki!” (Agustus 2025), dan “Ruang Waktu” (Maret 2026). Mereka juga tengah menyiapkan single terbaru yang dijadwalkan rilis pada pertengahan tahun ini.
Selain aktif berkarya, Lxntrx juga membangun eksistensinya melalui berbagai platform digital seperti YouTube, Instagram, TikTok, hingga Spotify.
Media sosial menjadi salah satu cara mereka untuk menjangkau pendengar lebih luas sekaligus membangun kedekatan dengan audiens.
Dalam proses kreatif, Lxntrx mengedepankan kolaborasi. Ide lagu bisa datang dari siapa saja, lalu dikembangkan bersama menjadi karya utuh.
“Biasanya kita kumpulin ide dulu, entah lirik atau melodi, nanti baru dipilih dan dikembangin bareng. Jadi semua punya kontribusi,” jelas Andika.
Perjalanan Lxntrx semakin terarah setelah bergabung di bawah naungan label independen Glixivibes.
Label yang berbasis di Blitar ini didirikan oleh Riza Iskandar Rinantaka sebagai founder, dengan dukungan Ritawindayanti sebagai CEO yang berbasis di Singapura.
Menurut Riza, Lxntrx memiliki potensi kuat sejak awal. “Saya lihat mereka punya warna dan karakter yang beda. Itu yang bikin saya yakin untuk ngajak mereka berkembang bareng di Glixivibes,” ungkapnya.
Glixivibes sendiri berfokus pada pengembangan talenta lokal tanpa membatasi kreativitas. Selain Lxntrx, label ini juga menaungi band lain seperti Jalsvara, serta aktif membangun ekosistem musik melalui platform digital seperti Instagram dan TikTok.
“Tujuan kami bukan cuma bikin musisi terkenal, tapi juga menciptakan ekosistem yang bisa bantu mereka berkembang dari nol,” pungkasnya.
Baca Juga: Toyota Calya 2026 Diskon Lebaran Masih Berlaku, DP Mulai Rp4 Jutaan dan Cicilan Ringan Jadi Buruan
Dengan karakter pop punk yang kuat, konsistensi berkarya, serta dukungan label yang terarah, Lxntrx menunjukkan potensi besar sebagai representasi baru musik lokal Blitar.(mg3/sub)
Editor : M. Subchan Abdullah