BLITAR KAWENTAR - Persaingan kereta api rute Jakarta-Blitar semakin menarik setelah KA Singasari resmi menggunakan rangkaian Stainless Steel New Generation terbaru keluaran 2026.
Pergantian armada ini mulai berlaku sejak 15 April 2026 dan langsung mendapat respons positif dari penumpang.
KA Singasari Stainless Steel New Generation kini menjadi alternatif baru perjalanan malam dari Jakarta menuju Yogyakarta, Solo, hingga Blitar.
Kehadiran armada modern ini membuat layanan KA Singasari disebut semakin nyaman dan mampu bersaing dengan KA Majapahit yang lebih dulu menggunakan rangkaian serupa.
Perjalanan perdana dimulai dari Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat. Kereta berangkat tepat pukul 21.05 WIB menuju Blitar melalui jalur selatan Jawa.
KA Singasari sendiri memiliki sejarah panjang di dunia perkeretaapian Indonesia.
Kereta ini awalnya merupakan pengembangan dari KA Krakatau yang pertama kali hadir pada 2013 dengan relasi Merak-Madiun.
Seiring waktu, rutenya diperpanjang hingga Kediri dan Blitar sebelum akhirnya berubah nama menjadi KA Singasari dengan rute Pasar Senen-Blitar PP seperti saat ini.
Armada Baru Jadi Daya Tarik Utama
Pergantian armada menjadi Stainless Steel New Generation dianggap sebagai perubahan terbesar KA Singasari dalam beberapa tahun terakhir.
Sebelumnya, kereta ini menggunakan ekonomi premium modifikasi yang masih membuat sebagian penumpang duduk berlawanan arah laju kereta.
Kini seluruh kursi dapat diatur searah perjalanan sehingga pengalaman naik kereta terasa jauh lebih nyaman.
Kelas ekonomi hadir dengan kapasitas 72 kursi berkonfigurasi 2-2. Setiap kursi dilengkapi reclining seat, revolving seat, colokan universal, USB type A dan type C, hingga panel informasi digital.
Sementara kelas eksekutif memiliki 50 kursi dengan tambahan footrest, meja lipat, serta desain kursi yang lebih premium.
Nuansa interior dibuat modern dengan pencahayaan lembut dan desain kabin menyerupai kereta cepat Whoosh.
Jalur Selatan Jadi Nilai Plus
Salah satu keunggulan KA Singasari dibanding kereta lain adalah rute perjalanan melalui jalur selatan Jawa.
Setelah berangkat dari Jakarta, kereta melewati Bekasi, Cikampek, Cirebon, Purwokerto, Kebumen, Yogyakarta, Klaten, Solo, hingga Blitar.
Rute ini dinilai cocok bagi penumpang yang ingin bepergian malam dan tiba di kota tujuan pada pagi hingga siang hari.
Setelah meninggalkan Cirebon, KA Singasari masuk jalur selatan menuju Purwokerto dan Yogyakarta. Jalur ini terkenal memiliki pemandangan pegunungan dan suasana perjalanan yang lebih tenang dibanding lintas utara.
Penumpang juga dapat menikmati fasilitas kereta makan yang didesain seperti kafe berjalan. Area restorasi dilengkapi meja makan, colokan listrik, hingga musala kecil untuk ibadah selama perjalanan.
Harga Tiket Masih Terjangkau
Meski memakai armada baru, harga tiket KA Singasari masih tergolong terjangkau untuk perjalanan jarak jauh.
Kelas ekonomi dibanderol mulai Rp350 ribu, sedangkan kelas eksekutif mulai Rp510 ribu.
Harga ini membuat KA Singasari menjadi pesaing kuat KA Majapahit yang sama-sama melayani rute Jakarta-Blitar menggunakan rangkaian New Generation.
Bedanya, KA Majapahit melintasi Semarang dan jalur utara, sedangkan KA Singasari memilih lintas selatan via Yogyakarta dan Solo.
Selama perjalanan perdana, okupansi penumpang disebut cukup tinggi.
Banyak masyarakat antusias mencoba sensasi naik kereta Stainless Steel New Generation terbaru.
Selain nyaman, penumpang juga memuji pendingin udara yang dingin, kabin lebih senyap, hingga pelayanan kru yang dinilai ramah.
Dengan transformasi terbaru ini, KA Singasari diprediksi bakal menjadi salah satu kereta favorit masyarakat untuk perjalanan dari Jakarta menuju Yogyakarta, Solo, dan Blitar.
Editor : Muhamad Ahsanul Wildan