Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Analisis Taktik Persib Bandung: Tom Haye Menggila, Bojan Hodak Ubah Maung Bandung Jadi Mesin Serangan Mematikan

Axsha Zazhika • Sabtu, 9 Mei 2026 | 12:04 WIB
Analisis Taktik Persib Bandung: Tom Haye Menggila, Bojan Hodak Ubah Maung Bandung Jadi Mesin Serangan Mematikan (Pinterest)
Analisis Taktik Persib Bandung: Tom Haye Menggila, Bojan Hodak Ubah Maung Bandung Jadi Mesin Serangan Mematikan (Pinterest)

BLITAR - Persib Bandung kembali menunjukkan performa impresif di ajang Super League usai meraih kemenangan meyakinkan atas PSBS Biak. Penampilan skuad asuhan Bojan Hodak kali ini tidak hanya mencuri perhatian karena skor akhir, tetapi juga lewat taktik atraktif yang membuat permainan Maung Bandung terlihat semakin matang.

Keyword utama “taktik Persib Bandung” langsung menjadi sorotan usai laga tersebut. Kehadiran dua pemain timnas Indonesia, Tom Haye dan Eliano Reijnders, disebut memberi warna baru dalam permainan Persib musim ini.

Dalam pertandingan kontra PSBS Biak, Persib Bandung tampil dominan dengan mencatatkan 62 persen penguasaan bola dan melepaskan total 28 tembakan. Statistik itu menunjukkan bagaimana agresivitas lini serang Maung Bandung meningkat drastis.

Baca Juga: Musrenbang 2026: Partisipasi Masyarakat Dikatakan Formalitas Anggaran 

Tom Haye bahkan terpilih sebagai man of the match berkat kontribusinya di lini tengah. Gelandang timnas Indonesia tersebut menjadi pusat permainan sekaligus motor serangan Persib Bandung sepanjang pertandingan.

Bojan Hodak Terapkan Formasi Dinamis

Secara dasar, Bojan Hodak menggunakan formasi 4-2-3-1. Namun dalam praktiknya, formasi tersebut sangat fleksibel dan kerap berubah sesuai situasi permainan.

Tom Haye dan Marc Klok dipasang sebagai double pivot di lini tengah. Keduanya bertugas menjaga keseimbangan permainan sekaligus membantu proses build up dari lini belakang.

Baca Juga: Comeback Jorge Martin di MotoGP Qatar 2025 Jadi Sorotan, Juara Dunia Ini Akui Ragu Selesaikan Balapan di Sirkuit Lusail

Yang menarik, Eliano Reijnders dimainkan sebagai fullback kiri. Meski berposisi sebagai bek, ia diberi kebebasan untuk naik membantu serangan melalui overlap maupun underlap.

Taktik Persib Bandung terlihat sangat cair. Para pemain kerap bertukar posisi sehingga membuat lawan kesulitan melakukan penjagaan.

Dalam beberapa momen, Gustavo Franca atau Nick Kuipers bahkan naik membantu serangan, sementara Marc Klok turun mengisi area bek tengah. Pergerakan dinamis seperti ini menjadi salah satu kekuatan Persib musim ini.

Tom Haye Jadi Kunci Permainan Persib

Kehadiran Tom Haye membawa perubahan besar dalam pola permainan Persib Bandung. Gelandang naturalisasi itu tampil dominan dalam mengatur tempo dan distribusi bola.

Baca Juga: Nissan X-Trail T30 2008 Masih Jadi SUV Bekas Favorit, Bengkel Ungkap Alasan Lebih Layak Dibeli dari Honda CR-V Gen 2

Beberapa kali Tom Haye berhasil melakukan progresi serangan melalui dribel dan umpan terobosan akurat. Ia juga aktif mencari ruang di half space untuk membuka pertahanan lawan.

Pada salah satu peluang terbaik, Tom Haye sukses melewati pemain lawan sebelum melepaskan tembakan keras yang masih membentur tiang gawang.

Tak hanya itu, kualitas umpannya juga berkali-kali memanjakan lini depan Persib. Sayangnya, penyelesaian akhir para penyerang Maung Bandung masih menjadi pekerjaan rumah bagi Bojan Hodak.

Meski demikian, kontribusi Tom Haye tetap sangat terasa dalam kemenangan tersebut.

Baca Juga: Honda Brio 2026 Dibedah Habis-Habisan, Desain Makin Sporty, Interior Modern dan BBM Diklaim Tembus 22 Km/L

Serangan Cepat Jadi Senjata Utama

Gol pertama Persib Bandung lahir melalui penalti yang dieksekusi Andrej Kralj. Namun selebihnya, pola serangan Persib terlihat semakin variatif dan berbahaya.

Gol kedua menjadi contoh nyata efektivitas transisi cepat ala Bojan Hodak. Serangan diawali dari switch play Tom Haye ke sisi kiri yang diteruskan kepada Beckham Putra.

Tembakan Beckham sempat ditepis kiper lawan, tetapi William Barros dengan cepat menyambar bola muntah menjadi gol kedua Persib Bandung.

Baca Juga: Honda Brio Satya CVT 2026 Resmi Diproduksi Lagi, Ternyata Ini Alasan Tipe Terlaris Honda Kembali Hadir

Sementara gol ketiga lahir dari proses build up rapi. Julio Cesar membawa bola dari belakang sebelum memberikan umpan kepada Andrej Kralj. Situasi tersebut membuka ruang bagi Gustavo Franca untuk masuk dan mencetak gol lewat sepakan keras dari luar kotak penalti.

Skema permainan cepat seperti itu memang menjadi ciri khas Persib Bandung era Bojan Hodak.

Pertahanan Persib Bandung Semakin Solid

Selain tajam saat menyerang, lini pertahanan Persib Bandung juga tampil disiplin. PSBS Biak hanya mampu melepaskan tiga tembakan sepanjang pertandingan dan cuma satu yang mengarah ke gawang.

Persib menggunakan pola bertahan 4-1-4-1 ketika kehilangan bola. Andrej Kralj menjadi pemain pertama yang melakukan pressing kepada lawan.

Baca Juga: Honda Brio 2026 Diprediksi Naik Kelas, Desain Makin Sporty, Fitur Honda Sensing dan Hybrid Jadi Sorotan

Menariknya, saat unggul tiga gol, Bojan Hodak melakukan perubahan taktik dengan menambah satu bek tambahan di lini belakang. Strategi lima bek tersebut membuat PSBS Biak semakin kesulitan menciptakan peluang.

Perubahan taktik itu memperlihatkan fleksibilitas Bojan Hodak dalam membaca situasi pertandingan.

Kini Persib Bandung perlahan kembali mendekati papan atas klasemen Super League. Dengan performa yang semakin stabil dan permainan atraktif, Maung Bandung dinilai memiliki peluang besar untuk kembali bersaing dalam perebutan gelar juara musim ini.

Jika konsistensi mampu dijaga, bukan tidak mungkin Bojan Hodak akan kembali mencatat sejarah bersama Persib Bandung dengan meraih gelar beruntun di kompetisi domestik.

Editor : Axsha Zazhika
#Super League #Tom Haye #psbs biak #bojan hodak #persib bandung