BLITAR - Persib Bandung kembali menunjukkan tajinya di pentas Liga 1 musim 2025-2026. Maung Bandung sukses menumbangkan rival abadinya, Persija Jakarta, dengan skor tipis 1-0 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), 11 Januari 2026 lalu. Namun di balik kemenangan penting tersebut, muncul perdebatan panas mengenai gaya bermain Persib Bandung di bawah asuhan Bojan Hodak.
Keyword “taktik Persib Bandung” langsung ramai dibicarakan di media sosial usai laga panas kontra Persija Jakarta. Banyak pihak menilai permainan Persib terlalu pragmatis dan membosankan. Namun di sisi lain, strategi tersebut justru dianggap efektif membawa Persib kokoh di puncak klasemen paruh musim Liga 1.
Kemenangan atas Persija membuat Persib Bandung semakin nyaman di papan atas. Meski penguasaan bola kalah jauh dari tim tamu, skuad asuhan Bojan Hodak tetap mampu mengamankan tiga poin penting lewat permainan disiplin dan serangan balik cepat.
Baca Juga: Musrenbang 2026: Partisipasi Masyarakat Dikatakan Formalitas Anggaran
Taktik Pragmatis Bojan Hodak Jadi Sorotan
Permainan Persib saat menghadapi Persija memang jauh dari kesan atraktif. Statistik menunjukkan Persib hanya menguasai bola sekitar 38 persen sepanjang pertandingan. Namun justru dari situlah strategi Boyan Hodak mulai terlihat.
Pelatih asal Kroasia itu memilih menerapkan pola low block atau pertahanan rendah yang sangat rapat. Jarak antar lini dibuat sangat dekat sehingga pemain Persija kesulitan menembus area pertahanan Persib.
Skema tersebut mengingatkan banyak pengamat pada gaya permainan khas Jose Mourinho saat menangani Inter Milan pada era 2010. Ketika itu Mourinho sukses menyingkirkan Barcelona dengan pendekatan pragmatis namun efektif.
Persib sengaja membiarkan Persija menguasai bola di area tengah lapangan. Akan tetapi, begitu memasuki sepertiga akhir lapangan, lini pertahanan Persib langsung menutup semua ruang.
Marc Klok dan Eliano Reijnders menjadi sosok penting dalam strategi ini. Keduanya tampil disiplin menjaga area tengah sekaligus memotong aliran bola lawan. Permainan keras namun bersih membuat Persija frustrasi sepanjang laga.
Gol Cepat Beckham Putra Jadi Penentu
Meski lebih banyak bertahan, Persib tetap berbahaya saat melakukan transisi menyerang. Gol semata wayang yang dicetak Beckham Putra menjadi bukti efektivitas serangan balik cepat Maung Bandung.
Gol tersebut bermula dari umpan panjang Berguinho yang langsung mengarah ke lini depan. Kesalahan antisipasi lini belakang Persija dimanfaatkan Beckham Putra untuk mencetak gol cepat yang akhirnya menjadi penentu kemenangan.
Strategi counter attack cepat memang menjadi salah satu ciri khas permainan Persib di era Bojan Hodak. William Barros dan Berguinho berperan sebagai eksekutor serangan balik dengan kecepatan dan agresivitas tinggi.
Menariknya, meski Persija bermain dengan 10 orang setelah Bruno Tubarao mendapat kartu merah, Persib tetap tidak mengubah pendekatan bermainnya. Bojan Hodak memilih mempertahankan kedalaman pertahanan dan fokus menjaga keunggulan.
Persib Dinilai Lebih Dewasa
Gaya bermain pragmatis Persib memang menuai pro dan kontra. Sebagian pendukung sepak bola menilai permainan Maung Bandung membosankan dan terlalu defensif.
Bahkan pelatih Persija, Mauricio Souza, disebut sempat mengkritik kualitas pertandingan karena dianggap tidak mencerminkan sepak bola menyerang yang menarik ditonton.
Namun di sisi lain, banyak Bobotoh justru mulai menerima filosofi baru yang dibawa Bojan Hodak. Mereka melihat Persib kini tampil lebih matang, disiplin, dan memiliki mental juara.
Transformasi Persib di bawah Hodak memang cukup signifikan. Jika sebelumnya Maung Bandung kerap tampil agresif namun rapuh di lini belakang, kini mereka berubah menjadi tim yang sangat sulit dikalahkan.
Pendekatan pragmatis itu perlahan membentuk identitas baru Persib Bandung. Tidak lagi sekadar menghibur, tetapi juga fokus meraih kemenangan dengan cara paling efektif.
Bojan Hodak Fokus pada Hasil
Bagi Boyan Hodak, hasil akhir jauh lebih penting dibanding permainan indah. Filosofi tersebut tampaknya mulai meresap ke dalam mental para pemain Persib Bandung.
Kemenangan demi kemenangan membuat Maung Bandung kini menjadi salah satu kandidat terkuat juara Liga 1 musim ini. Solidnya pertahanan dipadukan dengan efektivitas serangan balik menjadi senjata utama Persib.
Perdebatan soal gaya bermain mungkin masih akan terus berlangsung. Namun satu hal yang sulit dibantah, Persib Bandung saat ini berhasil menjadi tim paling konsisten di Liga 1.
Dan di tengah kritik soal permainan membosankan, Bojan Hodak justru berhasil membawa Persib berdiri kokoh di puncak klasemen dengan mentalitas pemenang yang semakin kuat.
Editor : Axsha Zazhika