BLITAR - Persib Bandung menunjukkan mental juara saat sukses melakukan comeback dramatis dan menaklukkan Bhayangkara FC dengan skor 4-2 dalam laga krusial perebutan papan atas Liga 1. Kemenangan Persib Bandung ini langsung menjadi sorotan publik sepak bola nasional karena Maung Bandung sempat tertinggal dua gol lebih dulu di awal pertandingan.
Banyak pihak sebelumnya memprediksi Bhayangkara FC bakal membantai Persib Bandung setelah unggul cepat 2-0. Bahkan dominasi permainan Bhayangkara di awal laga membuat publik yakin Persib akan kesulitan bangkit. Namun, justru di situlah mental juara Persib Bandung terlihat.
Kemenangan Persib Bandung atas Bhayangkara FC juga membuat persaingan juara Liga 1 semakin panas. Persib kini kembali menunjukkan kapasitasnya sebagai kandidat kuat juara setelah sempat kehilangan poin dalam beberapa pertandingan sebelumnya.
Pengamat sepak bola yang hadir dalam kanal diskusi Obrin Bola menilai laga ini menjadi titik balik penting bagi skuad asuhan Bojan Hodak. Persib dinilai berhasil keluar dari tekanan besar setelah dua hasil kurang maksimal sebelumnya.
“Ini kemenangan yang mahal menurut saya. Karena Persib sempat limbung setelah beberapa hasil imbang. Tapi mereka bisa comeback dari situasi sulit,” ujar salah satu narasumber dalam diskusi tersebut.
Mental Juara Persib Bandung Jadi Pembeda
Persib Bandung dinilai memiliki mentalitas berbeda dibanding tim lain di Liga 1 musim ini. Meski tertinggal 2-0, para pemain Persib tidak kehilangan fokus dan tetap memainkan skema permainan sesuai rencana.
Hal tersebut terlihat dari bagaimana Persib perlahan mampu mengendalikan permainan setelah gol pertama tercipta. Gol tersebut disebut menjadi momentum penting yang mengubah jalannya pertandingan.
Selain itu, kedalaman skuad Persib Bandung juga dianggap menjadi faktor utama keberhasilan comeback mereka. Pergantian pemain yang dilakukan Bojan Hodak dinilai sangat efektif dan mampu mengubah ritme pertandingan secara signifikan.
Masuknya Kurzawa menjadi salah satu keputusan paling krusial dalam laga tersebut. Pemain anyar Persib itu langsung memberi dampak besar lewat umpan diagonal akurat yang menghasilkan peluang berbahaya bagi Maung Bandung.
“Begitu Kurzawa masuk, permainan Persib langsung hidup. Umpannya menunjukkan kualitas pemain kelas atas,” ungkap pembahas dalam diskusi tersebut.
Bojan Hodak Dipuji karena Taktik Jitu
Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, juga mendapat banyak pujian berkat keberaniannya melakukan perubahan komposisi pemain. Beberapa pemain yang biasanya tampil sebagai pelapis justru dipercaya menjadi starter dalam pertandingan penting tersebut.
Keputusan memainkan Beckham Putra dan beberapa pemain muda sejak awal terbukti efektif. Persib tampil lebih agresif di babak kedua dan sukses membalikkan keadaan.
Baca Juga: Musrenbang 2026: Partisipasi Masyarakat Dikatakan Formalitas Anggaran
Bojan disebut mampu membaca kelemahan Bhayangkara FC yang terlalu mengandalkan kecepatan di awal laga. Strategi Bhayangkara memang sempat efektif dalam 30 menit pertama, namun intensitas permainan tinggi membuat stamina mereka menurun drastis.
Situasi itu berhasil dimanfaatkan Persib Bandung untuk mengambil alih permainan. Maung Bandung mulai mendominasi penguasaan bola dan tampil lebih tenang saat membangun serangan.
“Persib tidak panik meski tertinggal. Mereka tetap disiplin menjalankan game plan dan itu yang membuat mereka bisa comeback,” lanjut narasumber.
Persaingan Juara Liga 1 Makin Panas
Kemenangan Persib Bandung membuat persaingan dengan Borneo FC semakin menarik. Kedua tim kini sama-sama memiliki peluang besar untuk finis di posisi puncak klasemen Liga 1.
Meski begitu, sejumlah pengamat menilai Persib masih harus menghadapi ujian berat dalam beberapa laga sisa musim ini, terutama saat menghadapi Persija Jakarta dan PSM Makassar.
Laga kontra Persija disebut menjadi pertandingan paling menentukan bagi peluang juara Persib Bandung. Jika mampu melewati laga tersebut dengan kemenangan, peluang Persib mengunci gelar dinilai semakin besar.
Di sisi lain, Borneo FC juga terus tampil konsisten. Tim asuhan Fabio Lefundes itu disebut memiliki permainan menyerang yang atraktif dan kedalaman skuad yang solid.
Namun, mental juara Persib Bandung dianggap menjadi faktor pembeda dalam perebutan gelar musim ini. Kemampuan bangkit dari tekanan besar menjadi bukti bahwa Maung Bandung masih menjadi tim paling berbahaya di Liga 1.
“Kemenangan lawan Bhayangkara ini bukan cuma soal tiga poin. Ini soal mentalitas juara yang kembali muncul,” tutup pembahasan tersebut.
Editor : Axsha Zazhika