LE MANS - Panggung balap motor dunia kembali diguncang oleh talenta emas asal Indonesia. Pembalap muda kebanggaan tanah air, Veda Ega Pratama, sukses mengamankan posisi start keenam (P6) dalam sesi kualifikasi Moto3 Prancis 2026 yang berlangsung di Sirkuit Bugatti, Le Mans. Hasil impresif ini tidak hanya membuat publik Indonesia bangga, tetapi juga memancing reaksi tak terduga dari tokoh-tokoh besar di paddock, mulai dari bos besar Ducati hingga manajer tim rival asal Malaysia.
Performa Veda Ega Pratama di sesi Q2 kualifikasi Moto3 Prancis 2026 benar-benar di luar ekspektasi. Menghadapi kepungan pembalap-pembalap tangguh Eropa, pemuda asal Gunungkidul ini menunjukkan ketenangan mental yang luar biasa. Meski sempat tertahan di luar posisi lima besar pada awal sesi, Veda mampu membaca momentum slipstream dengan cerdas. Pada lap terakhir yang krusial, ia berhasil meledakkan catatan waktunya, memastikan posisi start di baris kedua untuk balapan hari Minggu.
Kesuksesan Veda Ega Pratama mengunci posisi start ideal ini langsung memancing komentar dari "Otak" di balik kejayaan Ducati MotoGP, Gigi Dal'Igna. Sosok yang dikenal sangat irit bicara soal pembalap di luar naungannya itu kedapatan memberikan pujian selangit. Menurut laporan dari area paddock, Gigi Dal'Igna mengaku kagum dengan cara Veda mengontrol jalannya sesi kualifikasi yang penuh tekanan.
Pujian Langka dari Gigi Dal'Igna
Gigi Dal'Igna menilai bahwa Veda memiliki kecerdasan balap di atas rata-rata pembalap pendatang baru (rookie). "Beberapa pembalap muda hanya tahu cara memaksakan kecepatan. Tetapi Veda terlihat memahami kapan harus menyerang dan kapan harus mengontrol situasi," ujar Dal'Igna dalam perbincangan dengan media lokal di Prancis.
Pujian ini menjadi sinyal kuat bahwa nama Veda Ega Pratama kini benar-benar masuk dalam radar pantauan tim-tim pabrikan Eropa. Karakter balap Veda yang halus dalam menjaga racing line namun tetap agresif saat pengereman dianggap sebagai kombinasi langka bagi pembalap asal Asia. "Dia punya feeling yang bagus terhadap motor. Jika terus berkembang seperti ini, saya rasa banyak tim besar akan memperhatikannya," lanjut bos besar Ducati tersebut.
Psaiwar Panas dari Kubu Malaysia
Namun, di tengah banjir pujian, suasana justru memanas dari kubu rival. Manajer Hakim Danish, Zulfahmi Khairuddin, melontarkan pernyataan pedas usai melihat Veda unggul jauh dari anak asuhnya. Sebagai informasi, Hakim Danish harus puas start dari posisi ke-12, tertinggal cukup signifikan dari pembalap andalan Honda Team Asia tersebut.
Zulfahmi yang merupakan legenda balap Malaysia menyebut bahwa posisi start tidak menjamin segalanya. "Posisi start bagus tidak selalu berarti hasil balapan akan bagus. Balapan sesungguhnya adalah hari Minggu, di situlah mental diuji," cetus Zulfahmi. Ia bahkan sesumbar bahwa Danish akan mampu melakukan comeback dan finish di atas Veda pada balapan resmi nanti.
Menatap Podium di Le Mans
Menanggapi berbagai spekulasi dan tekanan, Veda Ega Pratama tetap memilih rendah hati. Fokus utamanya saat ini adalah menjaga konsistensi pengereman di tikungan-tikungan teknis Le Mans. Mengingat catatan waktunya yang terus menajam sejak sesi latihan bebas (FP1) hingga kualifikasi, peluang Veda untuk meraih podium perdananya musim ini terbuka lebar.
Manajer Honda Team Asia, Hiroshi Aoyama, menegaskan bahwa timnya sudah menyiapkan strategi terbaik untuk menghadapi balapan 20 putaran besok. Aoyama percaya bahwa Veda sudah makin "nyetel" dengan motor Honda NSF 250W miliknya. "Kami sangat puas, namun tetap waspada. Di balapan nanti, tingkat kecepatan akan meningkat lebih tinggi lagi," tutup Aoyama.
Kini, jutaan pasang mata di Indonesia menanti sejarah baru di sirkuit Prancis. Akankah Veda mampu membungkam psaiwar rival dan membuktikan pujian Gigi Dal'Igna bukan sekadar isapan jempol? Balapan Moto3 Prancis 2026 akan menjadi pembuktian siapa raja baru dari Asia Tenggara di lintasan dunia.
Baca Juga: Hasil Practice MotoGP Prancis 2026: Johann Zarco Tercepat, Marc Marquez Gagal Lolos Langsung ke Q2
Editor : Vicky Permana Saputra