LE MANS – Kabar membanggakan kembali datang dari kancah balap motor internasional. Pembalap muda berbakat asal Indonesia, Veda Ega Pratama, sukses menorehkan hasil gemilang dalam sesi kualifikasi Moto3 Prancis 2026. Bertarung di Sirkuit Bugatti, Le Mans, Veda dipastikan akan mengawali balapan atau starting grid dari posisi ke-6. Hasil ini menjadi sinyal kuat bahwa pembalap Honda Team Asia tersebut siap bertarung memperebutkan podium di seri Benua Eropa kali ini.
Perjuangan Veda Ega Pratama untuk mengamankan posisi start di barisan depan ini tidaklah mudah. Pada hari pertama dan kedua rangkaian Moto3 Prancis 2026, Veda sempat mengalami dinamika performa yang menguji mental. Di sesi latihan bebas pertama (Free Practice 1), ia hanya mampu mengakhiri sesi di urutan ke-11. Kondisi sempat memanas ketika pada sesi latihan bebas kedua, Veda melorot jauh ke posisi ke-20 dengan catatan waktu 1 menit 41,476 detik.
Hasil yang kurang memuaskan di sesi latihan tersebut memaksa Veda harus berjuang melalui sesi kualifikasi pertama (Q1) terlebih dahulu. Namun, di sinilah mental juara Veda diuji. Dengan adaptasi yang luar biasa cepat terhadap karakter aspal Le Mans, ia berhasil lolos dari Q1 dan merangsek masuk ke sesi kualifikasi kedua (Q2). Di sesi penentuan tersebut, Veda "menggila" dengan mencatatkan waktu terbaik (best lap) 1 menit 40,304 detik yang membawanya ke urutan ke-6 secara keseluruhan.
Baca Juga: Hasil Practice MotoGP Prancis 2026: Johann Zarco Tercepat, Marc Marquez Gagal Lolos Langsung ke Q2
Dominasi Atas Rival ASEAN
Hasil kualifikasi ini sekaligus menegaskan keunggulan Veda atas rival bebuyutannya di kawasan ASEAN, Hakim Danish. Pembalap asal Malaysia tersebut sebenarnya sempat tampil menjanjikan di sesi latihan bebas kedua dengan menempati posisi ke-4. Namun, saat memasuki sesi kualifikasi yang krusial, Hakim Danish justru gagal mempertahankan ritmenya. Ia harus puas mengakhiri sesi di posisi ke-12, terpaut cukup jauh dari posisi start Veda.
"Start dari posisi ke-6 merupakan posisi yang sangat ideal bagi Veda. Ia telah membuktikan kemampuannya untuk memutar otak dan beradaptasi dengan cepat setelah hasil minor di sesi awal. Kini, peluang untuk meraih podium kembali terbuka lebar," tulis laporan tim teknis yang memantau perkembangan sang pembalap. Duel gengsi antara Indonesia dan Malaysia di lintasan balap dipastikan akan menjadi bumbu penyedap yang membuat penonton semakin penasaran pada race utama nanti.
Demam Moto3 di Indonesia
Menariknya, kehadiran Veda Ega Pratama di kompetisi kelas dunia ini telah mengubah peta minat pecinta balap motor di Indonesia. Saat ini, banyak penggemar balap tanah air yang justru lebih antusias menanti ajang Moto3 ketimbang kelas utama MotoGP. Hal ini tidak lepas dari performa debut Veda yang sangat impresif dan gaya balapnya yang agresif namun tetap perhitungan.
Hingga saat ini, Veda Ega Pratama masih kokoh di posisi ke-6 klasemen sementara pembalap Moto3 2026 dengan koleksi 37 poin. Angka ini terpaut cukup jauh dari Hakim Danish yang berada di posisi ke-15 dengan total 12 poin. Dengan selisih poin yang cukup signifikan tersebut, seri Le Mans kali ini menjadi pembuktian bagi Veda untuk memperlebar jarak sekaligus mengukuhkan statusnya sebagai pembalap terbaik di Asia Tenggara saat ini.
Sirkuit Le Mans yang memiliki karakter teknis dengan banyak titik pengereman keras akan menjadi ujian sesungguhnya bagi fisik dan konsentrasi Veda. Namun, dengan modal start di baris kedua, Veda memiliki keuntungan strategis untuk masuk ke rombongan terdepan sejak tikungan pertama. Masyarakat Indonesia kini memberikan dukungan penuh dan doa agar lagu Indonesia Raya dapat kembali berkumandang di podium tertinggi ajang Moto3 2026. Mari kita tunggu aksi heroik Veda di lintasan Le Mans!
Editor : Vicky Permana Saputra