JAKARTA – Setelah sukses mengunci gelar juara Asia Road Racing Championship (ARRC) 2022 di kelas Supersport 600cc (SS600), rider asal Bulukumba ini menyatakan kemantapannya untuk kembali bersaing di level prototipe dunia jika kesempatan itu datang lagi.
Langkah Andi Gilang siap ke Moto2 ini bukan tanpa alasan kuat. Pengalaman pahit di masa lalu saat menjadi rookie di musim 2020 justru menjadi modal berharga baginya. Kala itu, ia mengakui bahwa persaingan di kelas Moto2 sangatlah berat bagi pembalap pendatang baru yang minim jam terbang dengan motor prototipe. Namun, setelah melewati berbagai dinamika balap, termasuk di kelas Moto3, mentalitasnya kini dinilai jauh lebih matang.
Keyakinan bahwa Andi Gilang siap ke Moto2 didasari oleh peningkatan performa yang signifikan selama setahun terakhir. Gelar juara Asia yang baru saja ia raih di Buriram, Thailand, menjadi bukti sahih bahwa insting balapnya berada di level tertinggi. Andi Gilang merasa jam terbang yang ia kumpulkan selama berlaga di kejuaraan dunia sebelumnya telah memberikan perspektif baru dalam menghadapi tekanan kompetisi internasional.
Mentalitas Rookie vs Kematangan Juara
Mengingat kembali perjalanan karirnya, Andi Gilang tak menampik bahwa musim 2020 adalah tantangan yang sangat berat. Sebagai pembalap yang baru naik ke kelas Moto2, ia harus beradaptasi dengan motor prototipe yang memiliki karakteristik sangat berbeda dengan motor produksi massal. Ia mencatat bahwa banyak pembalap top di Moto2 bisa langsung berprestasi karena mereka sudah mengenal motor prototipe sejak tahun 2015 atau 2016 melalui berbagai kejuaraan sebelum masuk ke World Championship.
"Dulu di 2020 memang terasa berat karena saya termasuk rookie dan belum banyak pengalaman di motor prototipe Moto2. Tapi sekarang, kalau ada kesempatan ke sana lagi, saya sangat siap. Jam terbang sudah bicara," ungkap Andi Gilang dengan nada optimis. Ia menekankan bahwa adaptasi adalah kunci, dan dirinya yang sekarang jauh lebih siap secara teknis maupun mental dibanding beberapa tahun lalu.
Pelajaran Berharga dari Moto3 dan Gelar Asia
Setelah sempat berkompetisi di Moto2 pada 2020, Andi Gilang bergeser ke kelas Moto3 pada tahun 2021. Di sana, ia berhasil menunjukkan taji dengan mencetak 4 poin dan konsisten bertarung di barisan 12 besar hingga 13 besar di beberapa seri balapan. Meski hasil akhir seringkali menempatkannya di posisi ke-15, ia merasakan adanya peningkatan insting balap yang luar biasa selama tahun kedua di kejuaraan dunia tersebut.
Kembali ke Asia pada tahun 2022 justru membuatnya semakin haus akan tantangan lebih tinggi. Dominasinya di kelas SS600 ARRC menunjukkan bahwa ia sudah terlalu tangguh untuk level regional. Kemenangan dramatis di seri terakhir Thailand, di mana ia berhasil meraih double win meski awalnya tidak memikirkan poin kejuaraan, membuktikan bahwa ia adalah pembalap yang mampu tampil lepas namun tetap mematikan di lintasan.
Menunggu Keputusan Astra Honda Motor
Mengenai masa depannya di musim 2027, Andi Gilang menyerahkan sepenuhnya kepada manajemen Astra Honda Motor (AHM). Sebagai pembalap di bawah naungan tim pabrikan tersebut, ia siap ditempatkan di mana saja, meskipun ambisi pribadinya adalah melakukan step up atau naik kelas ke jenjang yang lebih tinggi, baik itu kembali ke Moto2 maupun tantangan baru lainnya.
"Tahun ini saya merasa jauh lebih matang. Di manapun saya membalap, saya pasti memberikan yang terbaik. Planning tahun depan masih diatur oleh Honda, tapi keinginan saya tentu ingin naik kelas setelah juara di 600cc," tegasnya. Andi Gilang kini tinggal menunggu waktu untuk kembali membuktikan bahwa Merah Putih layak berdiri sejajar dengan raksasa balap dunia di kasta Moto2.
Editor : Vicky Permana Saputra