JAKARTA – Balapan seri Micheline Grand Prix of France 2026 di Sirkuit Le Mans benar-benar menyuguhkan drama tingkat tinggi yang menguras emosi. Dalam kondisi cuaca ekstrem dan lintasan yang sangat licin, pembalap muda berbakat Indonesia, Veda Pratama Moto3 Le Mans 2026, menunjukkan kelasnya sebagai calon bintang dunia. Meski sempat terlempar dari barisan depan akibat insiden pembalap lain, Veda sukses melakukan comeback fantastis untuk mengamankan posisi keempat.
Kondisi Sirkuit Bugatti akhir pekan ini memang tidak bersahabat. Sesaat sebelum lampu start padam, otoritas balap resmi menyatakan status wet race. Suhu udara yang sangat dingin, menyentuh angka 14 derajat celcius, membuat tingkat cengkeraman ban ke aspal sangat minim. Akibat kondisi yang berbahaya tersebut, race direction memutuskan untuk memangkas jarak balap menjadi hanya 13 putaran. Di tengah situasi "survival mode" inilah, aksi Veda Pratama Moto3 Le Mans 2026 mengundang decak kagum.
Petaka bagi Veda bermula di lap-lap awal saat ia sedang berupaya menjaga posisi. Insiden front-end wash out masif terjadi di sektor pertama, di mana David Munoz terjatuh tepat di depan mata Veda. Untuk menghindari tabrakan beruntun, Veda terpaksa melakukan manuver melebar yang membuatnya terlempar jauh hingga ke posisi 14. Namun, alih-alih panik, Veda Pratama Moto3 Le Mans 2026 justru menunjukkan ketenangan luar biasa layaknya pembalap veteran dalam mengendalikan motor di atas aspal yang sangat licin.
Momentum Bangkit dan Ritme Balap Konsisten
Setelah terperosok ke barisan belakang, Veda mulai membangun race pace secara bertahap. Data telemetri menunjukkan peningkatan waktu yang sangat signifikan di setiap putaran. Pada lap kedelapan, Veda mencatatkan best lap pribadinya dengan angka 1 menit 53,03 detik. Kecepatannya yang stabil membuatnya satu per satu melibas rival di depannya, sementara banyak pembalap senior lainnya justru bertumbangan karena gagal menjaga temperatur ban.
Balapan ini akhirnya dimenangkan oleh Max Killes dari tim CFMoto Gaviota Aspar, disusul Adrian Fernandez di posisi kedua dan Matteo Bertelle di podium ketiga. Veda Pratama sukses mengunci posisi keempat, hanya terpaut 7,6 detik dari sang juara. Hasil ini menjadi bukti bahwa adaptasi Veda dengan motor Moto3 di lintasan basah telah mencapai level yang sangat matang.
Puncaki Klasemen Rookie of the Year
Keberhasilan di Prancis memberikan dampak besar bagi posisi Veda di klasemen dunia. Dengan tambahan 13 poin dari Le Mans, Veda kini resmi menembus jajaran lima besar dunia (Top 5) klasemen sementara World Championship 2026 dengan total 50 poin. Ia berhasil menggeser nama-nama kuat seperti Marco Morelli dan Guido Pini dalam persaingan papan atas.
Prestasi yang lebih mentereng terlihat di tabel klasemen Rookie of the Year 2026. Veda Pratama kini memimpin klasemen pembalap pemula tersebut secara absolut dengan 50 poin, memperlebar jarak dari Brian Uriarte yang berada di posisi kedua dengan 29 poin. Dominasi ini menunjukkan bahwa Veda bukan sekadar cepat di lintasan kering, namun juga memiliki kecerdasan taktis yang luar biasa saat menghadapi kondisi sulit di Eropa.
"Ketenangan Veda di tiga lap awal adalah kunci penyelamat balapannya hari ini. Ini adalah hasil terbaik dan statement kuat bahwa Indonesia memiliki petarung kelas dunia," ungkap pengamat balap pasca balapan. Performa konsisten di hari Minggu kian mengukuhkan julukan "Mr. Sunday" bagi pembalap muda asal Gunungkidul ini. Seri Eropa masih panjang, namun fondasi yang dibangun Veda di Le Mans menjadi modal krusial untuk sisa musim 2026.
Editor : Natasha Eka Safrina