JAKARTA – Kebanggaan luar biasa kembali datang dari lintasan balap internasional melalui penampilan apik Feda Ega Pratama GP Prancis 2026. Pembalap muda berbakat asal Indonesia ini sukses mengamankan posisi keempat dalam balapan Moto3 yang berlangsung di Sirkuit Bugatti, Le Mans, Minggu (10/5/2026) sore WIB. Meski belum berhasil menapaki podium, keberhasilan Feda menjaga ritme di barisan depan sepanjang balapan menunjukkan kematangan mentalitasnya yang luar biasa.
Sejak bendera start dikibarkan, Feda Ega Pratama GP Prancis 2026 langsung tancap gas dan menempel ketat rombongan pemimpin lomba. Rider bernomor motor 9 ini menunjukkan pertahanan yang solid meski mendapatkan tekanan hebat dari para rival di kelas Moto3 yang dikenal sangat kompetitif. Hingga memasuki empat lap terakhir, Feda masih kokoh di urutan keempat dengan selisih waktu sekitar 7,120 detik dari pemimpin balapan.
Konsistensi menjadi kunci utama bagi Feda Ega Pratama GP Prancis 2026 hingga putaran terakhir. Walaupun jarak dengan grup terdepan sedikit melebar menjadi 7,830 detik di satu lap sisa, Feda tidak membiarkan satu pun pembalap di belakangnya menyalip. Saat bendera finis dikibaskan, ia pun berhak atas posisi keempat, sebuah pencapaian yang kian menegaskan daya saing pembalap Indonesia di kancah Grand Prix kelas dunia.
Baca Juga: Gandeng KPK, Kementerian ATR/BPN Perkuat Layanan Pertanahan di Sultra Melalui 9 Program Kerja Sama
Sempat Tercecer di Latihan Bebas, Bangkit di Kualifikasi
Perjalanan Feda di seri Le Mans kali ini sebenarnya tidak semulus hasil akhirnya. Pada sesi latihan bebas pertama (FP1) dan kedua (FP2), pembalap didikan Honda Team Asia ini sempat mengalami kesulitan hingga tercecer di posisi ke-11 dan ke-20. Hasil tersebut sempat membuat publik ragu akan peluangnya untuk bersaing di grid depan.
Namun, semangat pantang menyerah khas rider Indonesia ditunjukkan Feda saat sesi kualifikasi. Ia mampu bangkit dari keterpurukan dan merangsek ke posisi start keenam. Kenaikan performa yang drastis ini menjadi bukti bahwa Feda memiliki kemampuan adaptasi yang cepat terhadap kondisi lintasan serta mampu mengolah data telemetri bersama tim mekaniknya dengan sangat baik.
Konsistensi sebagai Debutan yang Mengejutkan
Keberhasilan di GP Prancis ini menambah daftar panjang catatan positif Feda di musim debutnya. Dari lima seri awal musim 2026, Feda tercatat sudah empat kali lolos langsung ke babak kualifikasi kedua (Q2). Hal ini membuktikan bahwa ia bukan sekadar pembalap yang "beruntung", melainkan memiliki kecepatan murni yang konsisten. Pada sesi practice sebelumnya di Le Mans, ia menduduki posisi ke-9 dengan catatan waktu 1 menit 40,779 detik.
Baca Juga: Gandeng KPK, Kementerian ATR/BPN Perkuat Layanan Pertanahan di Sultra Melalui 9 Program Kerja Sama
Manajer Honda Team Asia, Hiroshi Aoyama, memberikan apresiasi tinggi atas capaian anak asuhnya tersebut. Aoyama menyebutkan bahwa timnya bekerja keras memahami sensasi terbaik pada motor untuk menaklukkan karakter Sirkuit Bugatti yang teknis. "Feda berhasil memastikan akses langsung ke Q2 yang merupakan hasil positif untuk hari pertama. Kami bergerak ke arah yang benar langkah demi langkah," ungkapnya.
Optimisme Menatap Seri Selanjutnya
Feda sendiri merasa nyaman dengan set-up motornya, terutama dalam hal race pace (kecepatan balap). "Perasaan dengan motor semakin membaik sepanjang hari. Saya merasa percaya diri dan nyaman, terutama dalam kecepatan balapan," ujar Feda. Meski terpaut sekitar setengah detik dari pembalap tercepat seperti David Munoz, Feda tetap optimistis bahwa performanya akan terus menanjak di seri-seri Eropa berikutnya.
Hasil di Prancis ini menjadi sinyal kuat bagi lawan-lawannya bahwa Indonesia kini memiliki wakil yang sangat diperhitungkan. Dengan status sebagai rookie, apa yang dilakukan Feda di Le Mans adalah sebuah statement bahwa ia siap bersaing memperebutkan podium di seri-seri mendatang. Dukungan penuh masyarakat Indonesia tentu menjadi bahan bakar tambahan bagi Feda untuk terus mengibarkan bendera Merah Putih di panggung otomotif tertinggi dunia.
Editor : Natasha Eka Safrina